Apa Yang Mesti Dilakukan Jika Karyawan Resign Mendadak?

Apa Yang Mesti Dilakukan Jika Karyawan Resign Mendadak? Ini Jawabannya!

Ketika seorang karyawan tiba-tiba mengundurkan diri dari pekerjaannya, hal ini dapat menjadi situasi yang menantang bagi perusahaan. Resignasi mendadak dapat meninggalkan perusahaan dengan berbagai masalah, termasuk kehilangan pengetahuan dan pengalaman yang berharga, serta tugas-tugas yang belum selesai. Namun, daripada panik, ada beberapa langkah strategi yang dapat diambil oleh perusahaan untuk menghadapi situasi ini dengan baik.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tindakan yang perlu diambil ketika karyawan mengundurkan diri secara tiba-tiba, serta strategi yang dapat membantu perusahaan tetap berjalan lancar dan mengatasi dampak dari resignasi yang tidak terduga.

Siapkan Strategi Untuk Menghadapi Hal Ini

Karyawan resign mendadak adalah ketika karyawan memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya secara tiba-tiba dan tidak terduga. Dalam hal ini, sebagai perusahaan, kita mungkin hanya bisa memberikan dukungan kepada mereka karena hal-hal tersebut di luar kendali mereka.

Namun, ada juga situasi di mana karyawan resign mendadak karena masalah yang terkait dengan pekerjaan atau organisasi tempat mereka bekerja. Beberapa alasan yang bisa menyebabkan karyawan resign mendadak adalah sebagai berikut:

  • Gaji yang tidak memadai atau rendah
  • Kurangnya pengakuan dan rasa hormat
  • Work life balance yang buruk
  • Tidak adanya peluang bertumbuh
  • Terlalu banyak beban kerja
  • Komunikasi yang buruk di kantor
  • Lingkungan kerja toxic

Resignasi karyawan bisa memberikan wawasan berharga tentang bagaimana perusahaan bisa menjadi lebih baik, dan juga penting untuk memastikan bahwa masalah tersebut tidak berdampak negatif pada anggota tim yang lain.

Menghadapi pengunduran diri mendadak seorang karyawan memerlukan strategi yang cermat. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil oleh perusahaan untuk mengatasi situasi tersebut:

1. Pelatihan Karyawan Baru, Coba Gunakan Teknologi Agar Lebih Mudah

Ketika terdapat karyawan yang mengundurkan diri secara tiba-tiba, pelatihan karyawan pengganti baru adalah langkah utama dalam memperkenalkan mereka ke dalam organisasi secepat mungkin.

Dalam dunia yang semakin canggih, teknologi bisa menjadi teman terbaik dalam proses pelatihan ini. Manfaat utamanya adalah menggunakan teknologi dapat membuat pelatihan lebih mudah dan efisien, tidak hanya untuk karyawan baru, tetapi juga untuk perusahaan Anda.

Berikut langkah praktis untuk mengadakan pelatihan karyawan baru dengan teknologi agar lebih mudah yaitu:

1. Penggunaan Platform Micro Learning

Investasikan dalam platform pembelajaran mikro. Teknologi ini memungkinkan Anda untuk memberikan pelatihan dalam interval singkat yang penuh informasi. Dalam pelatihan mikro, karyawan baru dapat mengakses materi pelatihan dengan mudah melalui komputer atau perangkat seluler.

2. Pembelajaran Secara Mandiri

Teknologi memungkinkan karyawan baru untuk belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan mereka sendiri. Mereka dapat mengakses materi pelatihan kapan saja dan di mana saja, sehingga tidak perlu menghadiri sesi pelatihan berjam-jam.

3. Pendampingan Digital

Meskipun pelatihan mandiri sangat efisien, penting juga untuk menyediakan pendampingan digital. Karyawan baru dapat mendapatkan bantuan dan jawaban atas pertanyaan mereka melalui platform online, yang membuat mereka merasa didukung.

4. Segera Langsung Terlibat dalam Pekerjaan

Dengan bantuan teknologi, karyawan baru dapat mulai bekerja dengan cepat, bahkan pada hari yang sama saat mereka direkrut. Mereka tidak perlu menunggu orientasi yang panjang atau ceramah pelatihan yang membosankan.

Dengan menggunakan teknologi dalam pelatihan karyawan baru, Anda dapat menghemat waktu dan sumber daya sambil memastikan bahwa karyawan baru Anda siap untuk berkontribusi secara efektif dalam organisasi Anda. Teknologi membuat pelatihan menjadi pengalaman yang lebih efisien, interaktif, dan terfokus pada hasil.

2.  Berikan Pelatihan Antar Bidang Di Perusahaan Anda

Memberikan pelatihan antar bidang di perusahaan Anda adalah langkah penting untuk memastikan bahwa karyawan memiliki keterampilan yang fleksibel dan dapat beralih ke berbagai peran dalam organisasi dengan lancar.

Pelatihan antar bidang memungkinkan karyawan untuk dengan nyaman bekerja di berbagai bagian perusahaan. Berikut ini langkah-langkah memberikan pelatihan antar bidang di perusahaan yaitu:

1. Identifikasi Keterampilan Utama

Tentukan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berpindah antar bidang di perusahaan Anda. Ini termasuk keterampilan teknis, soft skill, dan pengetahuan umum yang relevan.

2. Buat Kurikulum Pelatihan

Rancang program pelatihan yang mencakup berbagai aspek pekerjaan di berbagai bidang dalam perusahaan Anda. Buatlah materi pelatihan yang singkat dan mudah dimengerti.

3. Gunakan Teknologi Micro Learning

Manfaatkan teknologi pembelajaran mikro untuk memberikan pelatihan secara terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan mikro adalah sesi pelatihan singkat dan berdampak yang dapat diakses kapan saja oleh karyawan.

4. Lakukan Pelatihan Berkelanjutan

Pastikan bahwa pelatihan antar bidang adalah proses berkelanjutan. Dukung karyawan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan mereka sehari-hari.

5. Lakukan Evaluasi dan Feedback

Lakukan evaluasi secara berkala dan berikan umpan balik kepada karyawan. Ini akan membantu mereka untuk terus meningkatkan keterampilan mereka.

Pelatihan antar bidang membantu memastikan bahwa karyawan memiliki keterampilan yang relevan dan siap untuk mengambil peran baru dalam organisasi Anda jika diperlukan. Hal ini juga dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan membantu Anda menjaga kinerja perusahaan yang stabil bahkan dalam situasi ketidakpastian.

3.  Nilai Situasi Perusahaan Anda

Mengenali dan menilai situasi perusahaan Anda adalah langkah penting dalam pengelolaan bisnis. Menilai situasi perusahaan membantu pemimpin dan manajemen untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan membuat perusahaan menjadi tempat kerja yang lebih baik setelah terdapat karyawan yang resign secara mendadak.

Untuk menilai situasi perusahaan Anda, terdapat hal-hal yang harus Anda pertimbangkan sebagai berikut:

  • Bertanya pada karyawan yang mengundurkan diri apakah ada yang dapat dilakukan untuk membuatnya tinggal adalah langkah yang baik
  • Melakukan exit interview dengan karyawan yang resign
  • Evaluasi alasan mengapa karyawan memutuskan untuk resign
  • Gunakan informasi dari situasi ini untuk mengembangkan diri sebagai HRD
  • Gunakan wawasan yang Anda dapatkan untuk memperbaiki budaya perusahaan.

Menilai situasi perusahaan Anda dari hal-hal diatas dapat membantu perusahaan untuk tetap beradaptasi dan berkembang, sambil menjaga kesejahteraan karyawan dan menjadikan perusahaan sebagai tempat kerja yang lebih baik untuk semua orang.

Baca juga: Manfaat Ikut Kursus Keterampilan

4. Patuhi Aturan Hukum Yang Mesti Dilakukan

Mematuhi aturan hukum adalah prinsip penting yang harus diikuti oleh perusahaan ketika seorang karyawan mengundurkan diri secara mendadak. Pihak perusahaan harus memastikan bahwa proses pengunduran diri mematuhi semua undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Tujuan utamanya adalah untuk memperlakukan karyawan secara adil dan sesuai dengan hukum, dan juga untuk menjaga agar perusahaan tidak terlibat dalam masalah hukum yang dapat timbul akibat resignasi karyawan.

Berikut hal-hal yang mesti dilakukan sesuai aturan hukum saat karyawan resign secara mendadak:

1. Pembayaran Gaji yang Tertunggak

Pastikan untuk membayar semua gaji yang masih harus dibayarkan kepada karyawan, termasuk komisi dan bonus yang mungkin masih harus diberikan sesuai dengan kontrak atau hukum yang berlaku.

2. Pembayaran Manfaat yang Belum Dibayarkan

Pastikan bahwa semua manfaat yang masih harus dibayarkan kepada karyawan, seperti cuti yang belum digunakan atau tunjangan lainnya, telah diproses dan dibayarkan sesuai dengan ketentuan hukum.

3. Pemberitahuan Hukum yang Diperlukan

Memberikan semua pemberitahuan hukum yang diperlukan kepada karyawan yang mengundurkan diri merupakan hal yang baik, contohnya pemberitahuan terkait dengan hak pengangguran, kompensasi pekerja, dan informasi mengenai kelanjutan manfaat kesehatan.

4. Ulasan Kontrak dan Perjanjian

Periksa kembali semua perjanjian ketenagakerjaan, perjanjian non-persaingan, dan kesepakatan kerahasiaan yang telah ditandatangani oleh karyawan selama masa kerja mereka. Pastikan bahwa semua ketentuan dalam dokumen-dokumen tersebut dipatuhi.

Penting untuk melakukan proses pengunduran diri sesuai aturan hukum agar tidak ada permasalahan terkait hal tersebut kedepanya.

5. Mulai Proses Pergantian Secepat Mungkin

Memulai proses pergantian secepat mungkin adalah langkah penting ketika seorang karyawan mengundurkan diri. Hal ini berarti perusahaan harus segera mengambil tindakan untuk menemukan pengganti yang sesuai dan memastikan kelancaran operasional.

Langkah ini penting untuk menghindari terjadinya kekosongan yang merugikan perusahaan dan menghindari memberatkan karyawan yang masih bekerja. Di bawah ini adalah beberapa langkah dalam proses pergantian karyawan:

1. Minta Dokumentasi Aktivitas dan Tugas

Sebelum karyawan yang akan resign pergi, minta mereka untuk mendokumentasikan aktivitas dan tugas yang mereka lakukan sehari-hari serta status proyek yang masih berjalan. Minta mereka membuat daftar sumber daya apa saja yang dibutuhkan penggantinya untuk melanjutkan pekerjaan dengan lancar. Informasi ini akan sangat membantu dalam mengisi posisi yang ditinggalkan.

2. Evaluasi Kebutuhan Pergantian

Jangan terburu-buru untuk mengisi posisi yang kosong. Pertimbangkan apakah Anda perlu mengisi kembali peran tersebut sebagaimana adanya atau apakah ada perubahan yang perlu dilakukan. Apakah pekerjaan tersebut masih sangat penting atau bisa didistribusikan ke anggota tim lain tanpa memberatkan mereka secara berlebihan.

3. Perencanaan Penggantian

Setelah Anda memahami kebutuhan pergantian, mulailah merencanakan proses penggantian. Ini termasuk membuat deskripsi pekerjaan yang jelas, mengidentifikasi kriteria pencarian, dan memulai pencarian calon yang sesuai.

4. Onboarding

Setelah pengganti terpilih, pastikan mereka mendapatkan proses onboarding yang baik untuk mengintegrasikan mereka ke dalam tim dan organisasi dengan lancar.

5. Evaluasi dan Penyesuaian

Setelah penggantian telah dilakukan, selalu lakukan evaluasi untuk memastikan bahwa pengganti tersebut berhasil mengisi peran dengan baik. Jika diperlukan, lakukan perubahan atau penyesuaian agar proses berjalan lebih baik.

Mengikuti langkah-langkah ini dapat membantu perusahaan mengatasi kekosongan akibat resignasi karyawan dengan lebih efektif, menghindari gangguan dalam operasional, dan memastikan bahwa pengganti yang sesuai dapat ditemukan dan diintegrasikan dengan baik ke dalam organisasi.

6.  Jika Memungkin, Buat Perubahan Agar Lingkungan Kerja Kondusif

Ketika karyawan meninggalkan perusahaan dengan mendadak, ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan perubahan yang dapat membuat lingkungan kerja lebih kondusif. Dengan mendengarkan wawasan dari karyawan yang akan pergi, Anda dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang mungkin perlu diperbaiki di perusahaan Anda.

Berikut contoh hal-hal apa saja yang diperlukan untuk perubahan di perusahaan agar lingkungan kerja lebih kondusif dari pengunduran diri karyawan secara mendadak:

1. Evaluasi Hubungan Karyawan dengan Manajer

Mulailah dengan mengevaluasi hubungan karyawan dengan manajer mereka. Temukan faktor-faktor yang bisa menyebabkan karyawan resign, seperti kurangnya umpan balik atau pengakuan, atau pengelolaan tim yang terlalu mendetail. Lalu, perkenalkan metode dan pelatihan manajemen baru yang dapat membantu mencegah masalah serupa di masa depan.

2. Dokumentasi Pengetahuan dan Alur Kerja

Dokumentasi dan pelatihan silang adalah kunci. Pastikan bahwa setiap pekerja mendokumentasikan tugas mereka dengan baik, sehingga jika ada gangguan dalam tenaga kerja, orang lain dapat mengambil alih tugas mereka dengan sedikit gangguan.

3. Perhatikan Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan yang positif dan inklusif dapat membantu menarik dan mempertahankan karyawan yang berkualitas. Jadi, pastikan Anda adalah pemimpin yang memerhatikan kebutuhan dan aspirasi tim Anda. Gunakan check-in dan survei secara teratur untuk memahami perasaan karyawan dan jangan menunggu sampai ada masalah serius sebelum melakukan pengecekan.

4. Perencanaan Penggatian Karyawan Yang Resign Secara Mendadak

Siapkan rencana sehingga jika ada kekosongan tiba-tiba dalam tim, ada seseorang yang dapat menggantikannya.

5. Fleksibilitas dalam Pengeluaran

Berusaha untuk tetap fleksibel dalam anggaran dan proyek-proyek. Jangan biarkan perubahan personel menghambat proyek-proyek penting.

Dengan mempertimbangkan perubahan seperti ini, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik, mengurangi kemungkinan resignasi mendadak, dan menjaga produktivitas tim tetap berjalan dengan baik.

Resignasi mendadak memang dapat menimbulkan tantangan, tetapi dengan strategi yang tepat, perusahaan dapat mengelola situasi tersebut dengan baik dan meminimalkan dampak negatifnya.

Nah! dengan mengikuti strategi langkah-langkah diatas dapat membantu perusahaan untuk tetap berjalan lancar sambil terus berfokus pada pertumbuhan dan pengembangan jangka panjang.

Baca juga: Kursus Online yang Bisa Bikin Langsung Kerja

Referensi:

  • Axonify. Diakses pada 2023. What to do when an employee quits suddenly.
  • Upwork. Diakses pada 2023. What to Do When an Employee Suddenly Quits.

Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!