contoh analisis swot diri sendiri

Contoh Analisis SWOT Diri Sendiri, Kenali Pribadi secara Rinci

Contoh analisis SWOT diri sendiri atau personal SWOT analysis dapat dilakukan dengan mengkaji kelemahan dan kelebihan yang Anda miliki. Dalam dunia bisnis analisis SWOT diterapkan untuk menganalisis bisnis dan strategi yang tepat.

Fungsi utama SWOT yaitu menggali informasi dan menganalisis situasi dalam pokok internal terkait kekuatan dan kelemahan serta pokok persoalan eksternal berupa peluang dan ancaman. Anda bisa mempelajarinya terlebih dahulu apabila kebingungan.

Analisis ini difungsikan sebagai proses perencanaan dan pengambilan keputusan secara keseluruhan. Seringnya, seseorang sudah mematok perencanaan tanpa mempertimbangkan kemungkinan kegagalan. Hal tersebut memicu rasa kecewa berlebihan pada diri seseorang.

Apa Itu Analisis SWOT Diri Sendiri?

Menurut Mind tools, analisis SWOT diri sendiri dapat membantu Anda menemukan peluang yang tidak akan Anda sadari sebelumnya. Analisis SWOT diri sendiri adalah alat yang berguna untuk pembelajaran pribadi dan pengembangan diri. Ini dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah yang lebih cerdas dan efektif dalam mencapai tujuan pribadi dan profesional Anda.

Analisis SWOT diri sendiri adalah sebuah metode evaluasi diri yang digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) yang ada dalam diri seseorang. Analisis SWOT ini dapat membantu seseorang untuk lebih memahami diri sendiri, mengenali potensi yang dimilikinya, serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan atau diatasi.

Baca Juga : Contoh Job Description Business Analyst Perlu Anda Pahami!

Tujuan Analisis SWOT Diri Sendiri

1. Pemahaman Diri yang Lebih Mendalam

Analisis SWOT membantu seseorang memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada dalam dirinya dengan lebih baik. Ini memungkinkan untuk mengidentifikasi apa yang membuatnya unik dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan.

2. Pengenalan Potensi dan Kekuatan

Melalui analisis SWOT, individu dapat mengenali potensi tersembunyi dan kekuatan yang mungkin belum mereka sadari sebelumnya. Ini dapat membuka peluang untuk mengembangkan bakat dan keterampilan yang dapat memberi dampak positif pada karier dan kehidupan pribadi.



3. Pemecahan Masalah

Dengan mengidentifikasi kelemahan dan ancaman, individu dapat merencanakan strategi untuk mengatasi masalah dan hambatan yang mungkin muncul. Ini membantu dalam menghadapi tantangan dengan lebih siap dan percaya diri.

4. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Analisis SWOT memberikan informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang cerdas dalam berbagai aspek kehidupan. Ini membantu individu untuk memanfaatkan peluang yang ada dan menghindari risiko yang mungkin terjadi.

5. Perencanaan Karier dan Pengembangan Pribadi

Analisis SWOT membantu dalam merencanakan jalur karier yang sesuai dengan kekuatan dan minat individu. Ini juga membantu merencanakan langkah-langkah untuk pengembangan pribadi yang berkelanjutan.

6. Penyesuaian Rencana dan Tujuan

Ketika individu menghadapi perubahan dalam lingkungan kerja atau kehidupan pribadi, analisis SWOT dapat membantu dalam mengevaluasi apakah rencana dan tujuan masih sesuai atau perlu disesuaikan.

Baca juga: Apa Itu Metode STAR Dalam Interview Kerja? Ini Penjelasan Lengkapnya!

7. Meningkatkan Kepuasan Pribadi

Dengan mengoptimalkan potensi dan mengatasi kelemahan, individu dapat merasa lebih puas dengan diri mereka sendiri dan pencapaian mereka. Ini dapat meningkatkan kebahagiaan dan rasa prestasi.



8. Peningkatan Produktivitas

Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan, seseorang dapat lebih fokus pada tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuan mereka, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja.

9. Pengembangan Keterampilan

Identifikasi kelemahan dapat membantu seseorang menentukan keterampilan yang perlu ditingkatkan atau dikembangkan. Ini dapat membawa manfaat jangka panjang dalam perkembangan pribadi dan profesional.

10. Peningkatan Daya Saing

Dengan merencanakan tindakan berdasarkan analisis SWOT, seseorang dapat meningkatkan daya saingnya di pasar kerja atau dalam berbagai situasi.

Baca Juga : Kenapa Harus Melakukan Analisis SWOT Diri Sendiri Perlu Diketahui 

Aspek Analisis SWOT Diri Sendiri

1. Strengths (Kekuatan)

Ini adalah aspek pertama dari analisis SWOT diri sendiri. Kekuatan adalah kualitas, kemampuan, atau sumber daya yang ada dalam diri Anda yang memberikan Anda keunggulan. Ini bisa berupa keterampilan khusus yang Anda miliki, pendidikan atau pengalaman tertentu, kepribadian yang positif, sifat-sifat fisik atau mental yang menguntungkan, dan sejenisnya.

2. Weaknesses (Kelemahan)

Aspek ini melibatkan identifikasi kelemahan atau area di mana Anda memiliki keterbatasan. Kelemahan bisa berupa keterampilan yang perlu ditingkatkan, kurangnya pengalaman dalam bidang tertentu, sifat kepribadian yang dapat menghambat perkembangan, atau aspek lain yang dapat menghalangi pencapaian Anda.

3. Opportunities (Peluang)

Peluang adalah aspek eksternal yang dapat Anda manfaatkan untuk mencapai tujuan Anda. Ini bisa meliputi perubahan tren dalam pekerjaan atau industri Anda, peluang pendidikan atau pelatihan, perubahan dalam lingkungan kerja atau pasar, serta situasi lain yang dapat membantu Anda tumbuh dan berkembang.

4. Threats (Ancaman)

Ini adalah aspek eksternal yang berpotensi mengganggu atau menghambat perkembangan Anda. Ancaman bisa berasal dari persaingan yang kuat di bidang pekerjaan atau industri Anda, perubahan teknologi yang dapat mengubah dinamika pekerjaan Anda, atau faktor-faktor lain seperti perubahan ekonomi atau perubahan kebijakan.

Baca Juga : 8 Jenis Metode Analisis Data Seorang Analyst yang Dapat Anda Ketahui

Cara Melakukan Analisis SWOT Diri Sendiri

1. Identifikasi Kekuatan (Strengths)

  • Buat daftar semua kualitas positif yang Anda miliki, termasuk keterampilan, pendidikan, pengalaman, dan sifat-sifat pribadi yang menguntungkan.
  • Pertimbangkan apa yang membuat Anda unik dan berbeda dari orang lain.
  • Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang saya lakukan dengan baik?” atau “Apa yang menjadi keunggulan saya?”

2. Pemahaman Kelemahan (Weaknesses)

  • Identifikasi area di mana Anda merasa kurang percaya diri atau tidak memiliki keterampilan yang cukup.
  • Pertimbangkan hal-hal yang mungkin menghambat pencapaian Anda atau berdampak negatif pada kinerja Anda.
  • Tanyakan pada diri sendiri, “Di mana saya merasa kurang kompeten?” atau “Apa yang harus saya tingkatkan?”

3. Analisis Peluang (Opportunities)

  • Tinjau lingkungan eksternal Anda, termasuk tren pasar, perubahan dalam industri, atau peluang pendidikan.
  • Identifikasi peluang-peluang yang muncul dari perubahan tersebut dan bagaimana Anda dapat memanfaatkannya.
  • Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang dapat saya manfaatkan dari perubahan ini?” atau “Apa yang bisa saya lakukan untuk berkembang?”

4. Pertimbangkan Ancaman (Threats)

  • Tinjau lingkungan eksternal Anda untuk mengidentifikasi potensi ancaman yang dapat mempengaruhi Anda.
  • Identifikasi faktor-faktor yang dapat menghambat kemajuan Anda atau mengganggu rencana Anda.
  • Tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang bisa menghambat saya mencapai tujuan?” atau “Apa yang perlu saya antisipasi?”

5. Hubungkan Aspek-Aspek SWOT

  • Pertimbangkan bagaimana kekuatan Anda dapat memanfaatkan peluang yang ada.
  • Pikirkan tentang cara mengatasi atau mengurangi dampak kelemahan Anda terhadap ancaman yang mungkin timbul.
  • Identifikasi strategi untuk mengoptimalkan potensi Anda dan mengatasi hambatan.

6. Buat Rencana Tindakan

  • Berdasarkan analisis SWOT, buat rencana tindakan yang terperinci.
  • Tetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang sesuai dengan temuan analisis Anda.
  • Tentukan langkah konkret yang perlu Anda ambil untuk mengembangkan kekuatan, mengatasi kelemahan, memanfaatkan peluang, dan mengatasi ancaman.

7. Lakukan Evaluasi Berkala

  • Lakukan evaluasi berkala terhadap rencana tindakan Anda untuk memastikan Anda tetap berada di jalur yang benar.

Baca juga: 10 Contoh Kelemahan Diri yang Positif, Tanpa Turunkan Nilai Pelamar

Contoh Analisis SWOT Diri Sendiri yang Bisa Dijadikan Referensi

Berikut contoh analisis SWOT diri sendiri dari Niko, seorang mahasiswa alumni Universitas Negeri ternama jurusan Psikologi di Indonesia yang akan mencari pekerjaan sesuai dengan passion dan skill.

1. Strength (Kelebihan)

  • Lulus dengan IPK 3,65
  • Lulusan perguruan tinggi ternama yang banyak diminati oleh calon mahasiswa
  • Memiliki beberapa sertifikat organisasi yang diikuti dalam jangka waktu 4 tahun kuliah
  • Memiliki pengalaman makan di sebuah perusahaan ternama dan pernah bekerja part time di sebuah restoran cepat saji 
  • Mudah beradaptasi dalam lingkungan baru dan suka bergaul
  • Rapi teliti dan bertanggung jawab dalam mengemban pekerjaan

2. Weakness (Kekurangan)

  • Tidak memiliki public speaking bagus sehingga kurang percaya diri berbicara di depan umum
  • Kemampuan bahasa Inggris kurang baik
  • Tidak memiliki jiwa kepemimpinan tinggi
  • Pelupa

3. Opportunities (Peluang)

  • Jurusan Psikologi memiliki jaringan yang cukup luas dalam kriteria perusahaan
  • Memiliki relasi dan jaringan pertemanan yang luas
  • Mempunyai dukungan besar dari pihak keluarga dan rekan terdekat

4. Threats (Ancaman)

  • Lulusan fresh graduate banyak mencari pekerjaan di Yogyakarta
  • Masih adanya sistem kolusi korupsi dan nepotisme di berbagai bidang pemerintah
  • Banyak pelamar lain memiliki kualifikasi di atas saya

Dari contoh analisis SWOT diri sendiri di atas, terdapat beberapa kesimpulan yang akan kami bahas. Niko perlu melatih kemampuan kepemimpinan mengingat sebuah perusahaan biasanya membutuhkan karyawan dengan jiwa kepemimpinan tinggi.

Baca juga: 5 Metode Melakukan Problem Solving dengan Mudah 

Niko juga perlu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris karena saat ini banyak recruiter menuntut karyawannya untuk menguasai bahasa asing lebih dari satu. Public speaking juga merupakan poin utama saat HRD melakukan wawancara terhadap calon karyawannya.

Terlebih jika pekerjaan yang diinginkan bergerak di bidang sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, Niko bisa mengikuti beberapa kursus online di beberapa platform media sosial.

Dengan contoh analisis SWOT diri sendiri di atas Anda juga bisa menerapkannya secara pribadi dengan mudah. Pada strength tulis kelebihan termasuk prestasi atau pengalaman kerja dan organisasi selama kuliah. 

Kemudian pada weakness, tulis kekurangan atau kelemahan yang belum ada solusinya sampai saat ini. Bisa mengenai kecepatan Anda dalam beradaptasi di lingkungan baru atau kekurangan lain. Usahakan untuk jujur dan detail agar nanti dapat menemukan solusi terbaik.

Lalu pada opportunities, sebutkan peluang yang memudahkan Anda untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan skill. Misalnya mengenai relasi atau jaringan pertemanan, serta pihak berpengaruh dalam keberhasilan.

Terakhir pada threats cantumkan persoalan dan dianggap sebagai ancaman dalam menggapai impian tersebut. Dalam hal mendapat pekerjaan contohnya banyaknya lulusan dengan jurusan seperti contoh analisis SWOT diri sendiri di atas.


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!