foreman adalah

Apa Itu Foreman? Profesi Penanggung Jawab Produksi Yang Belum Terkenal

Pada dasarnya foreman adalah leader yang memastikan jalannya proyek agar sesuai dengan rencana. Menjadi seorang foreman berarti memegang tanggung jawab penuh atas keberhasilan maupun kegagalan sebuah proyek di setiap kegiatannya.

Peranan inti sebuah tim dipegang oleh posisi ini karena kewajibannya dalam memeriksa pekerjaan setiap anggota sesuai standar perusahaan. Biasanya profesi ini ditemukan pada perusahaan manufaktur seperti di bidang konstruksi dan pembangunan.

Sepanjang jalannya proyek, sang leader akan melakukan tugasnya mulai dari merekrut sapai mengevaluasi pekerjaan anggota. Sehingga, tidak heran jika kualifikasi untuk pekerjaan ini memang biasanya membutuhkan mereka yang berpengalaman dan memiliki skill mumpuni.

Apa Itu Foreman?

Sederhananya, foreman adalah posisi dalam suatu kegiatan produksi yang memiliki tugas dan tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan area tertentu perusahaan. Terkadang, posisi ini diartikan sebagai supervisor atau atasan di atas pegawai biasa.

Pada kenyataannya, status foreman memang lebih tinggi dibanding karyawan biasa, tetapi tetap di bawah manajer. Mereka bertanggung jawab dalam perbaikan manajemen dan peningkatan kinerja karyawan.

Baca juga: Apa itu field collection? Cari tahu profesi tersebut lebih lanjut

Tugas Seorang Foreman

Selain daripada beberapa tugas singkat yang dijelaskan di atas, terdapat juga beberapa tugas lain dari pekerjaan ini. Berikut adalah beberapa tugas dari seorang foreman.

1. Penilaian

Penelitian dilakukan sebagai bentuk evaluasi kerja dari para anggota tim. Adapun kegiatan evaluasi tersebut terdiri dari:

  • Mencari pencapaian positif yang sudah diraih
  • Mengidentifikasi aspek negatif untuk memberikan yang lebih baik kedepannya
  • Mencari tahu sebab terjadinya kegagalan jika sampai terjadi dalam proses 

2. Penelitian

Selain penilaian, salah satu tugas foreman adalah melakukan penelitian terhadap kondisi perusahaan dan karyawan yang melapor padanya. Biasanya dibuat sebuah perumusan masalah melalui data yang tersedia.

Pengumpulan fakta dan pendapat juga perlu dilakukan untuk menginformasikan pengambilan keputusan. Adapun dalam prosesnya dapat dilakukan melalui observasi dan/atau wawancara.



3. Perbaikan

Seorang foreman adalah leader dan mereka memegang tanggung jawab serta peran penting. Diharapkan mereka mampu memberikan perbaikan serta meningkatkan prestasi kedepannya. Adapun tingkatan dari peningkatan yang dimaksud adalah:

  • Mendapatkan solusi terbaik dalam mengatasi segala masalah
  • Mempertahankan dan meningkatkan proses untuk menjadi lebih baik

4. Pembimbing

Kewajiban dari profesi ini diantaranya seperti memberikan bimbingan, petunjuk, dan saran, serta nasihat kepada para bawahannya. Untuk kegiatan bimbingan sendiri meliputi pengoptimalan tenaga kerja dan memberikan arahan.

5. Kerja sama

Selain itu, salah satu tugas foreman adalah untuk menciptakan iklim kerja yang positif. Jika nuansa bekerja terasa kekeluargaan, maka pekerjaan juga dapat lebih nyaman untuk dilakukan. Dan tentunya dalam kegiatan ini foreman sebagai pemimpin timnya.

Baca juga: Cara Membuat To Do List Agar Produktive dalam Beraktivitas

Tanggung Jawab Foreman

Sebagai seorang foreman, tanggung jawab yang diemban sangatlah penting dalam menjalankan tugas sehari-hari. Foreman merupakan seorang supervisor yang memiliki peran vital dalam mengawasi dan mengorganisir pekerjaan di lapangan. Dalam artikel ini, kita akan membahas tanggung jawab foreman secara rinci dan pentingnya peran mereka dalam sebuah proyek.

1. Perencanaan dan Penjadwalan

Foreman bertanggung jawab untuk merencanakan dan menjadwalkan tugas yang harus dilakukan oleh tim. Mereka harus memastikan bahwa setiap pekerjaan dikerjakan sesuai dengan prioritas, mengatur waktu dengan efisien, dan memastikan sumber daya yang diperlukan tersedia. Dengan perencanaan yang baik, foreman dapat memastikan kelancaran dan kualitas kerja yang optimal.



2. Pengawasan dan Koordinasi

Sebagai supervisor, foreman bertanggung jawab untuk mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh tim. Mereka harus memastikan bahwa pekerjaan berjalan sesuai dengan peraturan dan standar keselamatan yang ditetapkan. Foreman juga harus dapat memastikan bahwa setiap anggota tim bekerja dengan efisien dan bekerja sama dengan baik. Koordinasi antar tim sangat penting untuk mencapai tujuan proyek secara efektif.

3. Pelaporan dan Komunikasi

Foreman juga bertanggung jawab untuk membuat laporan mengenai perkembangan proyek kepada manajemen atau pihak terkait lainnya. Mereka harus mampu mengkomunikasikan informasi dengan jelas dan teratur, baik kepada anggota tim maupun kepada pihak yang berkepentingan. Komunikasi yang efektif membantu memastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan proyek dan apa yang diharapkan dari mereka.

4. Pemeliharaan dan Perawatan

Peralatan Sebagai foreman, pemeliharaan dan perawatan peralatan merupakan tanggung jawab penting. Foreman harus memastikan bahwa peralatan yang digunakan dalam proyek berfungsi dengan baik dan dalam kondisi yang aman. Mereka juga harus melakukan inspeksi rutin, perawatan, dan perbaikan jika diperlukan. Dengan melakukan pemeliharaan yang baik, foreman dapat menghindari gangguan proyek yang disebabkan oleh kerusakan peralatan.

5. Penyelesaian Masalah

Foreman harus dapat mengatasi masalah dan tantangan yang muncul selama proyek berlangsung. Mereka harus memiliki keterampilan analitis yang baik untuk mengidentifikasi masalah, mengevaluasi solusi yang mungkin, dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Kemampuan dalam penyelesaian masalah membantu meminimalkan gangguan proyek dan memastikan progres yang lancar.

Dalam kesimpulan, foreman memiliki tanggung jawab yang penting dalam mengawasi dan mengorganisir pekerjaan di lapangan. Perencanaan, pengawasan, koordinasi, pelaporan, pemeliharaan peralatan, dan penyelesaian masalah adalah beberapa tanggung jawab utama yang diemban oleh foreman. Dengan memahami dan menjalankan tanggung jawab ini dengan baik, foreman dapat membantu menjamin keberhasilan proyek dan pencapaian tujuan yang ditetapkan.

Baca juga: Contoh CV Operator Produksi Beserta Tips Pembuatannya

Jenis-jenis Foreman

Jenis-jenis Foreman. Sumber: Pexels.com

Foreman adalah sosok yang penting dalam dunia konstruksi dan industri. Mereka adalah pemimpin tim yang bertanggung jawab dalam mengawasi dan mengatur jalannya proyek. Foreman biasanya memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam bidangnya, serta kemampuan organisasi dan kepemimpinan yang baik.

Dalam dunia konstruksi, terdapat beberapa jenis foreman yang memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda. Pemahaman tentang peran masing-masing jenis foreman dapat membantu memastikan jalannya proyek dengan efisien dan aman. Berikut adalah beberapa jenis foreman yang umum ditemui:

1. Foreman Konstruksi

Foreman konstruksi adalah orang yang mengawasi proyek konstruksi secara keseluruhan. Mereka bekerja sama dengan manajer proyek untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai rencana, mengawasi kualitas pekerjaan, dan memastikan keselamatan kerja. Foreman konstruksi juga bertanggung jawab dalam mendistribusikan tugas kepada pekerja di lapangan, mengoordinasikan jadwal pekerjaan, dan mengatasi masalah yang mungkin timbul.

2. Foreman Pemeliharaan

Foreman pemeliharaan bertanggung jawab dalam mengawasi pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan di sebuah fasilitas atau gedung. Mereka bekerja untuk memastikan bahwa semua sistem dan peralatan berfungsi dengan baik. Foreman pemeliharaan biasanya memiliki pengetahuan yang luas dalam bidang listrik, mekanikal, dan perawatan bangunan. Mereka juga mengkoordinasikan jadwal pemeliharaan, melakukan inspeksi rutin, serta mengatur dan melaksanakan perbaikan yang diperlukan.

3. Foreman Pipa dan Saluran

Foreman pipa dan saluran adalah ahli dalam instalasi sistem pipa dan saluran air, gas, atau limbah. Mereka memimpin tim dalam mengukur, memotong, dan memasang pipa serta melakukan pemeriksaan terhadap sistem untuk memastikan kelancaran aliran. Foreman pipa dan saluran juga bertanggung jawab dalam membaca dan menginterpretasikan gambar teknis, serta memastikan pekerjaan sesuai dengan standar keamanan dan peraturan yang berlaku.

4. Foreman Logistik

Foreman logistik berperan dalam mengatur dan mengawasi aliran material dan persediaan di lokasi proyek. Mereka bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan pengiriman bahan, memastikan bahwa persediaan mencukupi, serta mengelola alat dan peralatan yang dibutuhkan oleh tim kerja. Foreman logistik juga dapat berperan dalam merencanakan dan mengatur penyimpanan bahan dan peralatan yang tidak langsung terlibat dalam pekerjaan lapangan.

Setiap jenis foreman memiliki tanggung jawab dan pengetahuan yang khusus sesuai dengan bidangnya. Keberadaan mereka penting untuk mencapai keberhasilan proyek konstruksi dan pemeliharaan. Dengan pemahaman yang baik tentang peran masing-masing jenis foreman, tim proyek dapat bekerja secara efektif, mengurangi risiko, dan mencapai hasil yang memuaskan.

Baca juga: Tugas Admin Produksi Paling Dibutuhkan Didunia Kerja

Keahlian yang Dibutuhkan

Dalam menggeluti suatu pekerjaan dalam dunia profesional, tentu dibutuhkan keahlian tertentu sesuai dengan jobdesknya. Begitupun untuk menjadi seorang leader dalam suatu kegiatan. Berikut ini adalah beberapa keahlian dan tanggung jawab seorang foreman.

  • Mengingat foreman adalah sosok pemimpin, tentu hal pertama adalah dibutuhkannya keterampilan dalam memimpin. Atau dalam kata lain, dibutuhkan seseorang dengan jiwa leadership yang tinggi.
  • Tugas banyak dan tanggung jawab besar berada pada pundak seorang foreman. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan dalam manajemen waktu agar setiap pekerjaan dapat dilakukan dengan baik.
  • Selain itu dibutuhkan juga kemampuan dalam bernegosiasi karena pekerjaan ini akan menyangkut dengan kerja sama bersama pihak lain
  • Dibutuhkan kemampuan problem solving yang baik untuk menjadi pemimpin. Karena dalam pengerjaannya, besar kemungkinan untuk timbulnya masalah baik dari eksternal maupun internal.
  • Foreman adalah dia yang memiliki kendali atas suatu proyek dan keputusannya akan memberikan dampak yang besar. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan bijaksana.
  • Salah satu yang sederhana tetapi sangat dibutuhkan adalah kemampuan dalam komunikasi. Komunikasi adalah kunci dari kesuksesan dalam pekerjaan ini. Karena jika komunikasi pemimpin buruk, maka sulit untuk anggota melakukan pekerjaannya.
  • Mengingat biasanya profesi ini ditemukan pada perusahaan manufaktur, tentu dibutuhkan pengetahuan dalam bidang tersebut.

Foreman adalah profesi yang tidak bisa dianggap remeh karena besarnya tanggung jawab dan tugas dari padanya. Sehingga, untuk Anda yang tertarik pada pekerjaan ini tentu harus bersungguh-sungguh agar nantinya pekerjaan tersebut dapat Anda lakukan dengan baik.

Baca juga: Mengenal Prospek Kerja Teknik Sipil yang Wajib Diketahui

Gaji Foreman di Indonesia

Bekerja sebagai foreman di Indonesia adalah sebuah profesi yang memainkan peran penting dalam dunia industri. Foreman bertanggung jawab atas mengawasi, mengatur, dan memimpin sekelompok pekerja di lapangan. Gaji seorang foreman di Indonesia dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti sektor industri, pengalaman, keterampilan, dan lokasi kerja. Berikut kami berikan informasi mengenai perkiraan gaji seorang foreman di Indonesia.

1. Gaji Foreman di Sektor Industri

Gaji seorang foreman di Indonesia sangat dipengaruhi oleh sektor industri tempat mereka bekerja. Beberapa sektor industri yang umumnya memiliki gaji foreman yang lebih tinggi antara lain konstruksi, manufaktur, perminyakan, dan pertambangan. Gaji rata-rata foreman di sektor ini berkisar antara Rp 7 juta hingga Rp 15 juta per bulan. Namun, perlu diingat bahwa angka ini dapat berbeda tergantung pada faktor-faktor lain seperti ukuran perusahaan dan lokasi proyek.

2. Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja juga memainkan peran penting dalam menentukan gaji seorang foreman. Semakin lama seseorang bekerja sebagai foreman, semakin tinggi gaji yang dapat mereka peroleh. Pada awal karir, seorang foreman dengan pengalaman kurang dari 2 tahun mungkin menerima gaji sekitar Rp 5 juta hingga Rp 8 juta per bulan. Namun, ketika mereka memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun, gaji mereka dapat mencapai Rp 10 juta atau lebih.

3. Keterampilan dan Sertifikasi

Keterampilan tambahan dan sertifikasi yang dimiliki oleh seorang foreman juga dapat mempengaruhi gaji mereka. Misalnya, foreman yang memiliki sertifikasi keselamatan kerja seperti Sertifikat Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dapat mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Demikian pula, keterampilan teknis tambahan dalam bidang seperti manajemen proyek atau pemeliharaan mesin dapat meningkatkan potensi pendapatan seorang foreman.

4. Lokasi Kerja

Lokasi proyek atau perusahaan tempat seorang foreman bekerja juga dapat mempengaruhi besaran gaji mereka. Biasanya, gaji foreman di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung lebih tinggi dibandingkan dengan kota-kota kecil atau daerah pedesaan. Hal ini dikarenakan biaya hidup yang lebih tinggi di kota-kota besar dan juga persaingan yang lebih ketat di sektor industri.

Dalam kesimpulannya, gaji seorang foreman di Indonesia bervariasi tergantung pada sektor industri, pengalaman, keterampilan, dan lokasi kerja. Meskipun rata-rata gaji foreman berkisar antara Rp 7 juta hingga Rp 15 juta per bulan, angka ini dapat berfluktuasi tergantung pada faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Penting bagi individu yang tertarik dengan karir sebagai foreman untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini saat merencanakan perjalanan karir mereka.

Baca juga: Apa Saja Prospek Kerja Teknik Industri?

Perbedaan Leader dengan Foreman

Perbedaan mendasar antara leader dan foreman terletak pada gaya kepemimpinan yang mereka terapkan. Seorang leader umumnya menggunakan pendekatan yang lebih inklusif dan memperhatikan aspek-aspek psikologis dan motivasi. Mereka mendorong partisipasi aktif dari anggota tim, mendelegasikan tanggung jawab, dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Leader berfokus pada pengembangan individu, membangun tim yang kuat, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif.

Di sisi lain, seorang foreman cenderung menggunakan pendekatan yang lebih otoriter. Mereka memberikan instruksi langsung kepada pekerja dan mengawasi pelaksanaan tugas dengan ketat. Foreman harus memastikan pekerjaan dilakukan dengan efisiensi tinggi, tetapi tanpa mengorbankan kualitas. Mereka berfokus pada penjadwalan dan penyelesaian proyek sesuai dengan target yang ditetapkan.

Perbedaan Foreman dan Supervisor

Perbedaan utama antara foreman dan supervisor terletak pada cakupan tanggung jawab dan tingkat keterlibatan dalam pengambilan keputusan. Foreman lebih fokus pada operasional sehari-hari dan menghadapi tantangan langsung di lini produksi. Mereka memiliki otoritas langsung atas pekerja yang mereka pimpin. Sementara itu, supervisor memiliki peran yang lebih strategis, mengawasi beberapa tim kerja, dan terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih luas.

Meskipun terdapat perbedaan-perbedaan ini, foreman dan supervisor bekerja sama dalam mencapai tujuan perusahaan. Mereka berkolaborasi dalam mengoptimalkan efisiensi operasional, meningkatkan kualitas produk, dan mencapai target yang telah ditetapkan oleh manajemen.

Pada akhirnya, perbedaan antara foreman dan supervisor adalah dalam lingkup tanggung jawab dan tingkat keterlibatan dalam pengambilan keputusan. Memahami perbedaan ini penting dalam menghargai peran keduanya dalam manajemen operasional.


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!