10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

jenis-jenis medical check up untuk karyawan

Berikut Jenis-Jenis Medical Check Up Untuk Karyawan Pelamar

Sudah tahukah Anda terdapat jenis-jenis medical check up untuk karyawan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan ketika akan melamar pekerjaan? Pemeriksaan kesehatan satu ini bukan hanya dilakukan pada pelamar tetapi juga pada pekerja lama.

Adapun tujuan utama dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mendeteksi gangguan kesehatan akibat dari aktivitas dalam pekerjaan ataupun riwayat penyakit tertentu dari calon pelamar. Karena itulah, hampir semua perusahaan memang menjadi medical checkup ini sebagai syarat utama. 

Berikut Ini Jenis-Jenis Medical Check Up Untuk Karyawan Perusahaan 

Sebagai calon atau pekerja tetap di sebuah bidang usaha, berikut ini jenis-jenis medical check up pada karyawan perusahaan yang perlu untuk diketahui. Hal inilah ternyata bukan hanya mampu mengetahui kondisi kesehatan dari karyawannya saja.

Tetapi sebuah perusahaan juga bisa menentukan pekerjaan sesuai kondisi kesehatannya. Ternyata juga terdapat jenis-jenis medical check up untuk karyawan di mana sering dijadikan sebagai bahan pertimbangan. 

1. Sebelum Kerja atau Pre-Employment Medical Check Up

Sesuai dengan namanya, Anda pastinya sudah paham dengan gambaran dari pemeriksaan satu ini bukan? Ya, medical checkup inilah akan dilakukan sebelum calon pekerjaan diterima sebagai pekerja perusahaan. 

Selain itu, terdapat beberapa tahapan pemeriksaan di mana harus dilewati oleh calon pekerja tersebut seperti jenis-jenis medical check up untuk karyawan fisik secara lengkap, foto rontgen paru-paru hingga adanya pemeriksaan laboratorium secara rutin. 

2. Regular Medical Check Up 

Adapun tipe regular inilah masuk ke dalam jenis-jenis medical chek up untuk karyawan perusahaan lainnya. Di mana pemeriksaannya akan diadakan secara rutin atau berkala berdasarkan dengan potensi bahaya sekaligus risiko di lingkungan kerja. 

Secara umum, untuk jenis satu ini akan dilakukan sekurang-kurangnya 1 tahun sekali. Hampir sama dengan sebelumnya, regular inilah juga akan meliputi beberapa tes atau pemeriksaan. Tetapi biasanya akan ditambah sesuai dengan keluhan atau pertimbangan. 

3. Medical Check Up Khusus 

Selain kedua jenis-jenis medical check up untuk karyawan di atas, masih terdapat tipe lainnya yakni medical check up khusus atau pemeriksaan secara khusus. Biasanya diadakan dengan tujuan melakukan deteksi pengaruh pekerjaan terhadap para pekerja ataupun golong karyawan tertentu. 

Jenis ini biasanya akan dilakukan terhadap sejumlah pekerja meliputi karyawan di mana mengalami kecelakaan atau penyakit dengan perawatan lebih dari 2minggu, tenaga kerja dengan usia lebih dari 40 tahun hingga pekerja disabilitas. 

Di samping itu, pekerja dengan kondisi gangguan kesehatan tertentu dan perlu pemeriksaan khusus sesuai kebutuhan masing-masing. Hingga bisa dilakukan pada karyawan khusus seperti karyawan offshore, MedEx pilot dan commercial driver. 

Kriteria Menentukan Status Kesehatan Karyawan

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa kehadiran dari dokumen satu inilah ternyata mempunyai peran yang sangat penting. Sebab kehadirannya bisa memberikan manfaat seperti menentukan kemampuan karyawan didalam melakukan suatu pekerjaan sehingga bisa meminimalisir adanya risiko kecelakaan. 

Tidak hanya sampai disitu saja, tes tersebut dilakukan untuk mengantisipasi secara lebih cepat adanya gangguan kesehatan di mana mungkin bisa terjadi akibat dari risiko pekerjaan. Dengan begitu bisa melakukan pencegahan lebih cepat. 

Sudah tahu bahwa terdapat jenis-jenis medical check up untuk karyawan bukan? nah ternyata juga terdapat beberapa kriteria di mana dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan status kesehatan dari seorang tenaga kerja

Seperti fit to work yakni seorang pekerja dinyatakan mempunyai kondisi sehat dan aman buat melakukan pekerjaan sesuai dengan tanggung jawab yang dimiliki. 

Selain itu, ada pula fit with restriction yakni seorang pekerja dinyatakan sudah memenuhi syarat kesehatan guna melakukan sebuah pekerjaan. Tetapi walaupun sehat ternyata terdapat beberapa batasan yang perlu diperhatikan agar tidak mempengaruhi kondisi kesehatan. 

Kriteria lainnya yakni temporary unfit yakni ketika seorang karywan justru dinyatakan mempunyai gangguan kesehatan. Jadi, gangguan itulah dipercaya akan memberikan pengaruh terhadap pekerjaannya tetapi masih dapat membaik sesudah memperoleh penanganan. 

Terakhir adalah permanent unfit yakni karyawan akan dinyatakan tidak mampu melakukan pekerjaannya karena mempunyai risiko menimbulkan bahaya. Baik itu untuk diri sendiri ataupun orang lain di lingkungan kerja. 

Setiap pegawai ataupun calon pekerja yang melamar sebuah pekerjaan di perusahaan, memang diharuskan melewati rangkaian proses satu ini. Adapun jenis-jenis medical check up untuk karyawan di atas harus dilakukan oleh seorang professional dan biasanya diutus oleh pihak perusahaan bersangkutan. 

Bagikan Artikel: