Contoh Soal Tes Potensi Akademik

Contoh Soal Tes Potensi Akademik yang Menarik Dipelajari

Tes Potensi Akademik adalah jenis tes yang berbeda dengan tes prestasi pada umumnya. Berbeda dari isi tes prestasi yang disusun berdasarkan silabus mata pelajaran pada suatu jenjang pendidikan atau pelatihan yang lebih merupakan pengungkapan hasil pembelajaran, Tes Potensi Akademik tidak mengikuti kerangka silabus tersebut.

Dalam tes ini, keberhasilan dalam menjawab soal-soalnya minim kaitannya dengan penguasaan isi pelajaran tertentu. Sebaliknya, konten soal-soal dalam tes potensi dikembangkan sedemikian rupa sehingga peluang keberhasilan lebih tergantung pada penggunaan daya penalaran, baik logis maupun analitis.

Dengan begitu, tes ini menjadi sebuah tantangan yang menarik untuk dipelajari, karena menguji kemampuan intelektual dan pemikiran kritis peserta, daripada hanya mengukur pengetahuan akademik. Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa contoh soal Tes Potensi Akademik yang menarik untuk Anda pelajari lebih lanjut. Yuk simak!!!

Definisi Tes Potensi Akademik

Menurut Cronbach (1970), Secara tradisional, tes psikologi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan tujuan pengukurannya. Pertama, ada tes yang mengukur aspek kemampuan atau abilitas kognitif yang disebut sebagai performansi maksimal. Kedua, terdapat tes yang mengukur aspek bukan kemampuan yang disebut sebagai performansi tipikal.

Tes potensi merupakan bentuk pengukuran terhadap kemampuan abilitas kognitif potensial umum, yang merupakan pengukuran performansi maksimal. Tes seperti ini dirancang khusus untuk memprediksi peluang keberhasilan belajar di perguruan tinggi, dan oleh karena itu sering disebut sebagai Tes Potensi Akademik.

Tes Potensi Akademik, dengan fokus pada kemampuan potensial peserta dan bukan hanya pada pengetahuan akademik, merupakan alat yang berguna dalam memprediksi keberhasilan belajar di perguruan tinggi dan mengukur kemampuan kognitif yang mendasar.

Berikut ini adalah beberapa definisi Tes Potensi Akademik menurut ahli:

Azwar (2002)

Tes potensi akademik adalah tes yang mengukur kemampuan abilitas kognitif potensial umum (pengukuran performansi maksimal) yang dirancang khusus untuk mengukur kemampuan dasar seseorang dalam berpikir logis, penalaran, dan pemecahan masalah.

Suryabrata (2001)

Tes potensi akademik adalah tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bidang akademik umum. Tes ini diperuntukkan untuk mengukur kemungkinan keberhasilan seseorang apabila yang bersangkutan melanjutkan ke dunia akademik yang lebih tinggi.

Dwidayanti (2013)

Tes potensi akademik adalah suatu bentuk pengukuran untuk mengetahui kemampuan seseorang yang digunakan untuk memberi peluang kesuksesan hasil belajar.

Menurut GRE Bulletin (2008), Gagasan dasar dalam konstruksi Tes Potensi Akademik mengikuti konsep pengembangan Graduate Record Examinations (GRE), yang mencakup seksi-seksi seperti Verbal Reasoning (V), Quantitative Reasoning (Q), dan Analytical Writing (AW) meskipun dengan beberapa perubahan.

Di Indonesia, Tes Potensi Akademik biasanya terdiri dari tiga subtes, yaitu subtes Verbal, subtes Kuantitatif, dan subtes Penalaran. Subtes-subtes ini digunakan untuk mengukur berbagai aspek kemampuan kognitif potensial peserta tes.

Baca juga: Contoh soal core values bumn

Jenis-Jenis TPA

Menurut Aristo (2012) secara umum terdapat 4 jenis subtes jenis tes potensi akademik yaitu sebagai berikut:

1. Tes Bahasa (Verbal)

Tes Bahasa (Verbal) merupakan salah satu jenis subtes Tes Potensi Akademik (TPA) yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa dan pemahaman kata-kata. Subtes ini terbagi menjadi empat bidang bahasa yang berbeda, yaitu:

  1. Tes Lawan Kata (Antonim): Peserta tes diminta untuk mencari kata yang memiliki arti berlawanan dengan kata yang diberikan dalam soal.
  2. Tes Persamaan Kata (Sinonim): Peserta tes diminta untuk mencari kata yang memiliki arti yang sama atau serupa dengan kata yang diberikan dalam soal.
  3. Tes Pengelompokan Kata: Peserta tes diminta untuk mengidentifikasi kata yang tidak termasuk dalam kelompok atau kategori yang sama dengan kata-kata lainnya.
  4. Tes Padanan Kata: Peserta tes diminta untuk mencocokkan kata yang sesuai atau berpasangan dengan kata yang diberikan dalam soal.

Subtes ini sangat penting karena kemampuan dalam bahasa, pemahaman kata, dan keterampilan berbahasa adalah indikator yang kuat untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berpikir, memahami informasi, dan berkomunikasi secara efektif.

Tes Bahasa (Verbal) juga memiliki hubungan yang erat dengan tes kognitif, tes kecerdasan, dan tes psikometri secara umum. Kemampuan bahasa sering digunakan sebagai indikator penting dalam pengukuran tingkat kecerdasan seseorang.

Subtes ini dirancang untuk mengevaluasi sejauh mana seseorang menggunakan bahasanya dengan baik dan efektif dalam konteks bahasa baku, termasuk pemahaman kata-kata, lawan kata, persamaan kata, dan pengelompokan kata.

Dengan demikian, subtes Bahasa (Verbal) dalam Tes Potensi Akademik merupakan alat yang berguna untuk mengukur kemampuan bahasa dan kemampuan berpikir bahasa peserta tes, yang dapat memberikan wawasan tentang potensi akademik mereka.

2. Tes Angka (Numerik)

Tes Angka (Numerik) merupakan salah satu subtes dalam Tes Potensi Akademik (TPA) yang bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif numerik peserta. Subtes ini terdiri dari lima bidang numerik yang berbeda, yaitu:

  1. Tes Angka pada Cerita: Dalam tes ini, peserta diminta untuk membaca sebuah cerita atau narasi yang berisi informasi angka dan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan cerita tersebut. Tugasnya adalah untuk mencari dan menjawab pertanyaan dengan cepat sesuai dengan informasi yang disajikan dalam cerita, kemudian mengisi kolom jawaban.
  2. Tes Logika Angka: Subtes ini menguji kemampuan peserta dalam menalar persamaan atau hubungan logis antara angka-angka yang disajikan dalam kolom jawaban. Peserta harus mencari pola atau hubungan matematis yang ada dalam angka-angka tersebut dan menjawabnya secara logis.
  3. Tes Seri Huruf: Dalam tes ini, peserta diberikan sebuah deret huruf, dan mereka harus menjawab huruf selanjutnya yang rumpang dalam deret tersebut. Biasanya, deret huruf ini mengikuti suatu pola tertentu, dan peserta harus mampu mengidentifikasi pola tersebut untuk menjawab dengan benar.
  4. Tes Deret (Serial Angka): Subtes ini menguji kemampuan peserta dalam mengidentifikasi pola atau hubungan matematis dalam sebuah deret angka. Peserta diminta untuk menjawab bilangan selanjutnya yang rumpang dalam deret tersebut, yang juga biasanya mengikuti suatu pola tertentu.
  5. Tes Hitungan (Aritmatika): Dalam tes ini, peserta dihadapkan pada permasalahan hitungan yang melibatkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian antara bilangan-bilangan yang diberikan dalam soal. Meskipun soalnya terlihat sederhana, peserta harus berhati-hati karena seringkali terdapat perangkap hitungan yang memerlukan pemikiran lebih dalam.

Subtes Tes Angka (Numerik) dalam TPA menguji kemampuan peserta dalam berpikir numerik, menalar secara logis, dan mengidentifikasi pola matematis, sehingga memberikan gambaran tentang kemampuan potensial mereka dalam bidang ini.



3. Tes Logika

Tes Logika adalah salah satu subtes dari Tes Potensi Akademik (TPA) yang bertujuan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah dengan logis dan penalaran. Tes Logika dalam TPA terdiri dari empat bidang logika yang berbeda:

  1. Tes Logika Diagram: Pada tes ini, peserta akan diminta untuk menginterpretasikan sebuah diagram yang diberikan dalam soal. Jawaban yang diberikan biasanya berupa pernyataan yang sesuai dengan informasi yang terdapat dalam diagram soal. Tes ini menguji kemampuan peserta dalam memahami dan menganalisis informasi yang disajikan dalam bentuk diagram.
  2. Tes Logika Cerita: Dalam tes ini, peserta akan membaca sebuah cerita yang terdapat dalam soal, dan kemudian diharuskan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan cerita tersebut. Seringkali, jawaban-jawaban pada soal tidak secara langsung terdapat dalam teks cerita, sehingga peserta harus menerapkan penalaran logis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
  3. Tes Silogisme (Analisis Pernyataan dan Kesimpulan): Tes ini menguji kemampuan peserta dalam menganalisis pernyataan-pernyataan dan kesimpulan yang diberikan dalam soal. Peserta harus menentukan apakah pernyataan-pernyataan tersebut sudah benar atau belum, serta apakah kesimpulan yang diambil dari pernyataan-pernyataan tersebut sesuai dengan logika.
  4. Tes Logika Umum: Pada tes ini, peserta akan diuji kemampuannya dalam menalar suatu pernyataan dengan cepat berdasarkan logika. Peserta harus mengidentifikasi kebenaran atau ketidakbenaran suatu pernyataan dengan cepat tanpa melibatkan informasi yang lebih lanjut.

Tes Logika dalam TPA adalah alat yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir logis, analitis, dan penalaran seseorang, yang merupakan komponen penting dalam potensi akademik. Tes ini memungkinkan penilai untuk mengevaluasi sejauh mana seseorang dapat mengaplikasikan logika dalam pemecahan masalah yang kompleks.

4. Tes Gambar (Spasial)

Tes Gambar (Spasial) adalah salah satu subtes dalam Tes Potensi Akademik yang mengukur kemampuan spasial seseorang. Tes ini terdiri dari empat bidang yang berbeda untuk mengukur kemampuan spasial peserta:

  1. Tes Padanan Gambar: Dalam tes ini, peserta akan diminta untuk mencocokkan gambar yang sesuai dengan pertanyaan yang diberikan dengan gambar-gambar yang ada di jawaban yang tersedia. Kemampuan peserta untuk mengenali hubungan visual antara gambar-gambar ini diuji dalam subtes ini.
  2. Tes Bayangan Gambar: Pada tes ini, peserta akan diuji dalam kemampuan untuk membayangkan bagaimana suatu gambar akan terlihat jika dicerminkan pada suatu bayangan. Mereka harus menggambarkan hasil bayangan tersebut dengan benar pada kolom jawaban yang tersedia, menguji kemampuan peserta dalam memahami perubahan bentuk gambar dalam konteks spasial.
  3. Tes Kelompok Gambar: Subtes ini menguji kemampuan peserta untuk mengelompokkan gambar-gambar berdasarkan kondisi atau kategori yang sama. Peserta harus mengidentifikasi kesamaan atau perbedaan antara gambar-gambar tersebut dan mengelompokkannya dengan benar sesuai dengan petunjuk yang diberikan.
  4. Tes Identifikasi Gambar: Dalam tes ini, peserta akan diminta untuk mengidentifikasi gambar yang tertera pada soal atau yang sesuai dengan gambar yang ada di jawaban yang tersedia. Tes ini mengukur kemampuan peserta untuk mengenali gambar dengan akurasi.

Dengan menguji kemampuan spasial melalui berbagai jenis tes ini, Tes Gambar (Spasial) dalam Tes Potensi Akademik membantu mengidentifikasi potensi individu dalam memahami dan memanipulasi informasi visual, yang dapat berperan penting dalam bidang-bidang seperti desain, arsitektur, matematika, dan ilmu pengetahuan alam.

Setiap jenis TPA memiliki fokus tertentu dalam mengukur potensi akademik dan intelektual individu. Sehingga Sebagai hasilnya, TPA dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang potensi akademik dan intelektual individu.

Baca juga: Contoh Soal Manajerial P3K, Latihan Beserta Pembahasannya!

Aplikasi Produktivitas Diskon Hingga 95%

Seberapa Akurat Tes Potensi Akademik (TPA)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli seperti Purnomo (2019) dan Irwan (2022), dapat disimpulkan bahwa Tes Potensi Akademik (TPA) memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam mengukur kemampuan intelektual seseorang. Penelitian ini menunjukkan beberapa temuan penting meliputi:

1. Validitas Tinggi

Penelitian yang dilakukan oleh Purnomo (2019) menunjukkan bahwa TPA memiliki validitas yang tinggi. Validitas adalah kemampuan tes untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa TPA dapat mengukur kemampuan intelektual dengan akurat.

2. Reliabilitas Tinggi

Selain validitas, reliabilitas adalah faktor penting dalam mengukur akurasi tes. Hasil penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa TPA memiliki reliabilitas yang tinggi, yang berarti tes ini memberikan hasil yang konsisten jika diulang pengukurannya.

3. Kemampuan Prediksi

Penelitian yang dilakukan oleh Irwan (2022) menyoroti bahwa TPA dapat digunakan untuk memprediksi keberhasilan seseorang dalam pendidikan dan pekerjaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan nilai TPA yang tinggi cenderung memiliki prestasi akademik yang baik dan berhasil dalam pekerjaan mereka. Ini menunjukkan bahwa TPA dapat memberikan petunjuk yang berharga tentang potensi individu.

Dengan demikian, data dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa TPA adalah alat yang dapat diandalkan dan akurat untuk mengukur potensi akademik dan intelektual seseorang. Penggunaan TPA dapat membantu dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi, pemilihan pekerjaan, serta pemahaman lebih mendalam tentang potensi individu dalam berbagai konteks akademik dan profesional.

Manfaat TPA

Tes Potensi Akademik (TPA) memiliki beberapa manfaat penting diantaranya sebagai berikut yaitu:

1. Tolok Ukur Kemampuan Akademik

TPA membantu mengukur kemampuan intelektual individu di berbagai bidang seperti matematika, bahasa, penalaran, dan pemahaman visual. Ini memberikan gambaran tentang sejauh mana seseorang memiliki kemampuan untuk menangani tuntutan akademik.

2. Prediksi Keberhasilan Akademik

TPA dapat digunakan sebagai alat prediksi untuk memperkirakan sejauh mana seseorang akan berhasil dalam pendidikan tinggi. Mahasiswa dengan skor TPA yang tinggi cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik, dan lembaga pendidikan dapat menggunakan informasi ini dalam proses seleksi siswa.

3. Seleksi Pekerjaan

TPA juga dapat digunakan dalam proses seleksi pekerjaan. Banyak perusahaan menggunakan TPA sebagai alat untuk mengukur potensi karyawan dalam menghadapi tugas-tugas yang memerlukan pemahaman, analisis, dan pemecahan masalah.

4. Pemahaman Potensi Individu

Selain prediksi keberhasilan, TPA membantu individu memahami potensi akademik mereka sendiri. Hasil TPA dapat memberikan wawasan tentang kekuatan dan kelemahan mereka, yang dapat digunakan untuk pengembangan pribadi dan perencanaan karier yang lebih baik.

Dengan manfaat-manfaat ini, Tes Potensi Akademik bukan hanya alat evaluasi, tetapi juga alat yang berharga dalam membantu individu dan lembaga membuat keputusan yang lebih baik dalam konteks pendidikan dan pekerjaan.

Tips Sukses Menghadapi Tes Potensi Akademik

Menghadapi Tes Potensi Akademik (TPA) dengan sukses memerlukan persiapan dan strategi yang tepat. Berikut ini beberapa tips untuk membantu Anda menghadapi TPA yaitu:



1. Latihan soal

Latihan soal adalah salah hal yang sangat penting untuk Anda lakukan dalam persiapan menghadapi Tes Potensi Akademik (TPA). Berikut adalah beberapa alasan mengapa melakukan latihan soal sangat penting:

  • Anda akan terbiasa dengan jenis-jenis pertanyaan yang ada.
  • Membantu Anda mengasah kemampuan yang diukur dalam TPA.
  • Anda dapat mengembangkan kemampuan manajemen waktu dan meningkatkan kecepatan dalam menjawab soal tanpa mengorbankan akurasi.
  • Anda dapat mengidentifikasi area kelemahan Anda.
  • Anda akan merasa lebih percaya diri menghadapi TPA.
  • Anda dapat memahami pola-pola tertentu yang sering muncul dalam TPA.
  • Dapat membantu meningkatkan skor Anda dalam TPA.

Dengan melakukan latihan soal secara rutin, Anda dapat memaksimalkan persiapan Anda dan meningkatkan peluang kesuksesan dalam menghadapi TPA. Latihan soal adalah salah satu cara paling efektif untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang format ujian dan meningkatkan kemampuan Anda dalam menjawab soal dengan baik.

2. Istirahat sebelum menjalani tes TPA

Istirahat sebelum menjalani tes Tes Potensi Akademik (TPA) sangat penting karena dapat memberikan beberapa manfaat yang signifikan dalam menghadapi TPA. Berikut ini beberapa manfaatnya yaitu:

1. Mengurangi Kecemasan

Istirahat yang cukup sebelum tes TPA dapat membantu mengurangi tingkat kecemasan atau stres yang mungkin Anda rasakan. Kondisi fisik dan mental yang lebih tenang akan membuat Anda lebih siap untuk menghadapi tes dengan percaya diri.

2. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Istirahat yang cukup membantu meningkatkan tingkat fokus dan konsentrasi Anda. Ini penting karena TPA seringkali memiliki batasan waktu yang ketat, dan Anda perlu dapat memusatkan perhatian pada soal-soal yang ada.

3. Mengembalikan Energi

Setelah beristirahat, Anda akan merasa lebih segar dan memiliki energi yang cukup untuk menjalani tes dengan baik. Ketika tubuh Anda dalam kondisi yang baik, Anda lebih mampu untuk berpikir secara efektif dan mengambil keputusan yang tepat.

4. Waktu untuk Merenung dan Rileks

Istirahat sebelum tes TPA memberi Anda kesempatan untuk merenung dan rileks. Anda dapat menggunakan waktu ini untuk memvisualisasikan diri Anda menjawab soal-soal dengan baik atau melakukan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam.

5. Menghindari Keterlambatan

Dengan istirahat yang cukup sebelum ujian, Anda lebih cenderung tiba tepat waktu dan menghindari keterlambatan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan konsentrasi Anda selama ujian.

Dengan demikian, istirahat sebelum menjalani TPA memiliki banyak manfaat penting dalam membantu Anda mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Pastikan Anda merencanakan waktu istirahat yang cukup sebelum ujian untuk memaksimalkan kesiapan dan kinerja Anda dalam TPA.

3. Fokus pada soal yang sedang dikerjakan

Fokus pada soal yang sedang dikerjakan adalah kunci untuk berhasil dalam mengerjakan Tes Potensi Akademik (TPA). Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang dapat membantu Anda tetap fokus saat mengerjakan TPA:

  1. Baca Soal dengan Teliti: Pertama-tama, baca soal dengan sangat teliti. Pastikan Anda memahami pertanyaan atau instruksi yang diberikan. Jangan terburu-buru untuk menjawab sebelum benar-benar memahami apa yang diminta dalam soal.
  2. Prioritaskan Soal yang Dapat Dijawab: Jika Anda menemui soal yang terlihat sulit atau memakan waktu, pertimbangkan untuk melewatinya terlebih dahulu dan beralih ke soal berikutnya yang lebih dapat Anda jawab dengan cepat. Ini akan membantu Anda mengumpulkan poin lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.
  3. Gunakan Peralatan dengan Baik: Jika TPA memungkinkan penggunaan alat tulis atau kalkulator, pastikan Anda menggunakannya dengan baik. Tulis semua informasi yang diperlukan, dan gunakan kalkulator dengan bijak jika diperlukan untuk menghitung perhitungan matematika.
  4. Rencanakan Waktu: Perhatikan batasan waktu yang diberikan untuk setiap subtes TPA. Bagi waktu Anda dengan bijak untuk setiap soal atau subtes. Jika Anda merasa terjebak pada satu soal, bergeraklah ke soal lainnya dan kembali ke soal yang sulit tersebut jika waktu masih tersisa.
  5. Jangan Terlalu Cemas: Terlalu banyak kecemasan dapat mengganggu konsentrasi Anda. Cobalah untuk tetap tenang dan percaya diri saat menjawab soal-soal. Jika Anda merasa cemas, cobalah teknik pernapasan dalam atau berikan diri Anda beberapa saat untuk merilekskan otot-otot Anda.
  6. Hindari Gangguan: Pastikan Anda berada di lingkungan yang bebas dari gangguan selama mengerjakan TPA. Matikan ponsel atau alat elektronik lainnya yang dapat mengalihkan perhatian Anda dari soal-soal.
  7. Beri Tanda untuk Diperiksa Kembali: Jika Anda merasa ragu dengan jawaban yang Anda berikan, tandai soal tersebut untuk diperiksa kembali nanti jika waktu masih tersisa. Ingatlah bahwa revisi jawaban dapat dilakukan jika Anda memiliki waktu ekstra di akhir ujian.
  8. Jangan Terlalu Panik Jika Tersisa Sedikit Waktu: Jika Anda mendekati akhir waktu ujian dan masih memiliki beberapa soal yang belum selesai, cobalah untuk tetap tenang. Jawab soal yang masih tersisa secepat mungkin tanpa terburu-buru. Setiap poin tambahan dapat membuat perbedaan dalam hasil akhir.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat meningkatkan fokus Anda saat mengerjakan TPA dan meningkatkan peluang kesuksesan Anda dalam ujian tersebut. Ingatlah bahwa praktik dan persiapan yang baik juga merupakan kunci untuk menghadapi TPA dengan lebih percaya diri.

4. Kerjakan soal mudah terlebih dahulu

Anda harus mengerjakan soal mudah terlebih dahulu dalam Tes Potensi Akademik (TPA) karena merupakan strategi yang penting dilakukan karena memiliki beberapa keuntungan yang signifikan meliputi:

1. Menghemat Waktu

Jika Anda mulai dengan soal-soal yang sulit terlebih dahulu, Anda mungkin akan menghabiskan terlalu banyak waktu pada soal-soal tersebut. Ini dapat menyebabkan Anda kehabisan waktu saat mencoba menyelesaikan soal-soal yang mudah. Dengan menyelesaikan soal-soal yang mudah terlebih dahulu, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk menghadapi soal-soal sulit.

2. Mengumpulkan Poin Awal

Soal-soal yang mudah seringkali memberikan poin yang sama dengan soal-soal yang sulit. Dengan menyelesaikan soal-soal yang mudah terlebih dahulu, Anda dapat mengumpulkan poin awal dengan cepat dan meningkatkan skor Anda.

3. Menghindari Terlalu Terburu-Buru

Jika Anda mulai dengan soal-soal yang sulit dan merasa terlalu terburu-buru, Anda mungkin akan membuat kesalahan yang tidak perlu. Dengan menjawab soal-soal yang mudah terlebih dahulu, Anda dapat menghindari kesalahan yang disebabkan oleh tekanan waktu.

Dengan demikian, kerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu adalah strategi yang bijaksana karena membantu Anda mengumpulkan poin, menghemat waktu, dan meningkatkan peluang kesuksesan Anda dalam TPA.

Dengan mengikuti tips-tips diatas, Anda akan memiliki peluang yang lebih baik untuk menghadapi TPA dengan sukses. Ingatlah bahwa TPA adalah alat yang digunakan untuk mengukur potensi Anda, jadi cobalah yang terbaik dan berusahalah sebaik mungkin dalam menjawab setiap soal. Semoga Anda berhasil dalam TPA Anda!

Baca juga: Contoh soal excel untuk admin

Contoh Soal Potensi Akademik

Berikut ini adalah beberapa contoh soal yang mungkin Anda temui dalam Tes Potensi Akademik (TPA) meliputi:

1. Contoh Soal Potensi Akademik Bahasa (Verbal)

Contoh Soal 1:

Diberikan kalimat berikut: “Siswa yang berprestasi tinggi cenderung lebih sukses dalam karier mereka.”
Pernyataan mana di bawah ini adalah kontradiksi terhadap kalimat di atas?
A. Siswa yang berprestasi tinggi tidak akan berhasil dalam karier mereka.
B. Siswa yang tidak berprestasi tinggi tidak akan berhasil dalam karier mereka. C. Siswa yang berprestasi rendah tidak akan berhasil dalam karier mereka.
D. Siswa yang berprestasi tinggi pasti akan berhasil dalam karier mereka.

Jawaban:
Jawaban yang benar adalah B. “Siswa yang tidak berprestasi tinggi tidak akan berhasil dalam karier mereka.” Alasan ini benar karena kalimat awal menyatakan bahwa siswa yang berprestasi tinggi cenderung lebih sukses dalam karier mereka. Oleh karena itu, pernyataan ini tidak bertentangan dengan kalimat awal.


Contoh Soal 2:
Identifikasi kata yang tidak memiliki sinonim dalam kelompok berikut: “ceria, gembira, bersedih, senang.”
A. Ceria
B. Gembira
C. Bersedih
D. Senang

Jawaban:
Jawaban yang benar adalah C. “Bersedih.” Alasan ini benar karena tiga kata lainnya (“ceria,” “gembira,” dan “senang”) memiliki sinonim dalam kelompok tersebut, sedangkan “bersedih” memiliki makna yang berlawanan atau antonim, sehingga tidak memiliki sinonim dalam kelompok tersebut.

2. Contoh Soal Potensi Akademik Angka (Numerik)

Contoh Soal 1:

Andi memiliki uang sebesar $60. Dia ingin membeli beberapa buku seharga $12 per buku. Berapa jumlah maksimal buku yang dapat dibelinya dengan uang tersebut?
A. 3 buku
B. 4 buku
C. 5 buku
D. 6 buku

Jawaban:
Dalam soal ini, kita perlu menghitung berapa banyak buku yang dapat dibeli Andi dengan uang $60 dengan harga $12 per buku. Untuk menentukan jumlah maksimalnya, kita bisa menggunakan pembagian:
$60 (uang yang dimiliki) ÷ $12 (harga per buku) = 5 buku.
Jadi, Andi dapat membeli 5 buku dengan uangnya. Jawabannya adalah C. 5 buku.

Contoh Soal 2:

Sebuah peternakan memiliki 18 kambing dan 24 domba. Jika mereka ingin menggabungkan kambing dan domba menjadi kelompok yang sama berdasarkan jumlah hewan, berapa banyak kelompok yang dapat mereka buat dan berapa hewan dalam setiap kelompok?
A. 4 kelompok, masing-masing 10 hewan
B. 6 kelompok, masing-masing 7 hewan
C. 8 kelompok, masing-masing 9 hewan
D. 12 kelompok, masing-masing 5 hewan

Jawaban:
Dalam soal ini, kita harus mencari tahu berapa banyak kelompok yang dapat dibuat dan berapa banyak hewan dalam setiap kelompok. Kita dapat menggunakan faktor persekutuan terbesar (FPB) antara 18 dan 24 untuk menemukan berapa banyak kelompok yang dapat dibuat. FPB dari 18 dan 24 adalah 6.
Jadi, mereka dapat membuat 6 kelompok. Untuk menentukan berapa banyak hewan dalam setiap kelompok, kita bisa membagi total hewan dengan jumlah kelompok:
(18 kambing + 24 domba) ÷ 6 kelompok = 42 hewan ÷ 6 kelompok = 7 hewan per kelompok.
Jadi, mereka dapat membuat 6 kelompok, masing-masing dengan 7 hewan. Jawabannya adalah B. 6 kelompok, masing-masing 7 hewan.

3. Contoh Soal Potensi Akademik Logika

Contoh Soal 1:

Jika semua buku adalah pensil, dan semua pensil adalah meja, maka apakah semua meja adalah buku?

Pilihan Jawaban:
A. Ya
B. Tidak

Jawaban:
B. Tidak, adalah jawaban yang benar. Meskipun semua buku adalah pensil, dan semua pensil adalah meja, hal itu tidak berarti bahwa semua meja adalah buku. Ini adalah contoh dari salah satu konsep logika dasar yang dikenal sebagai “implikasi berganda,” yang tidak selalu berlaku secara terbalik. Dengan kata lain, meskipun jika A mengarah ke B, itu tidak berarti B mengarah ke A. Jadi, tidak semua meja adalah buku.

Contoh Soal 2:

Jika semua burung sangat mungkin bisa terbang, dan pinguin adalah burung, apakah semua pinguin bisa terbang?

Pilihan Jawaban:
A. Ya
B. Tidak

Jawaban:
B. Tidak, adalah jawaban yang benar. Meskipun semua burung bisa terbang, fakta bahwa pinguin adalah burung tidak berarti bahwa semua pinguin bisa terbang. Pinguin adalah salah satu contoh burung yang tidak bisa terbang. Ini adalah contoh dari konsep logika yang menyatakan bahwa sebuah pernyataan umum tentang kelompok tidak selalu berlaku untuk setiap individu dalam kelompok tersebut.

4. Contoh Soal Potensi Akademik Gambar (Spasial)

Contoh Soal 1:

Carilah gambar berikutnya yang sesuai dengan deretan pada gambar di bawah ini:

Sumber: Zenius.com

Pilihan Jawaban:

Sumber: Zenius.com

Jawaban:
D

Contoh Soal 2:

Carilah gambar berikutnya yang sesuai dengan deretan pada gambar di bawah ini:

Sumber: Zenius.com

Pilihan Jawaban:

Sumber: Zenius.com

Jawaban:
B

Contoh-contoh soal diatas mencakup berbagai jenis subtes yang mungkin ada dalam Tes Potensi Akademik. Ingatlah bahwa persiapan yang baik dan latihan yang cukup akan membantu Anda merasa lebih percaya diri saat menghadapi TPA. Semoga Contoh diatas dapat membantu Anda berhasil dalam tes yang akan Anda ikuti ya 🙂

Referensi:

  • Saifuddin Azwar. Diakses tahun 2023. THE QUALITY OF THE TES POTENSI AKADEMIK (TPA) 07A.

Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!