10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

Cara menulis prestasi dalam CV

Cara Menulis Prestasi dalam CV Paling Sederhana

Cara menulis prestasi dalam CV perlu dipahami dengan baik. Itu karena, peran prestasi untuk kesuksesan melamar kerja sendiri sangat besar. Nantinya prestasi ini bisa menjadi daya tarik Anda di mata recruiter.

Beberapa orang memang menganggap kalau prestasi ini tidak terlalu penting. Ini menjadi alasan mengapa banyak orang di luar sana tidak menambahkan prestasi saat membuat CV. Biasanya prestasi ini ditempatkan pada list nomor dua.

List nomor satu sendiri adalah untuk memasukkan nama panjang, asal sekolah, kemampuan, dan pengalaman. Perlu diketahui, hal tersebut memang sangat penting. Namun perlu dijawab dulu apakah hal tersebut lebih penting dari prestasi atau tidak.

Jika prestasi memang tidak lebih penting, keputusan orang-orang selama ini sudah benar. Namun jika prestasi ternyata sama atau lebih penting, ini membuktikan kalau kebiasaan buruk tersebut harus diubah.

Baca juga: Cara Jitu Lolos Screening CV dengan Mudah

Apakah Penting Menuliskan Prestasi dalam CV?

Perlu diketahui, prestasi ini memegang peran yang sangat vital. Perannya yang vital ini menjadi alasan mengapa Anda perlu paham cara menulis prestasi dalam CV. Tetapi ingat, pastikan Anda sudah paham apa itu prestasi sebelum menambahkannya.

Prestasi sendiri merupakan hal yang sebenarnya sederhana. Prestasi ini merupakan pencapaian yang bisa mempresentasikan kinerja atau skill Anda. Perlu diingat, fokus disini adalah presentasi terhadap kinerja atau skill.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu memasukkan pencapaian yang sifatnya tidak terlalu berhubungan dengan kinerja atau skill. Ketika membahas tentang pencapaian, ini tidak harus selalu apa yang didapat di tempat kerja.

Anda juga bisa menambahkan pencapaian yang didapat saat sekolah atau kuliah. Oleh karena itu, pencapaian tersebut juga penting untuk ditambahkan saat mempelajari cara menulis prestasi dalam CV. 

Jika dilihat tipe-tipe pencapaian di luar sana, jumlahnya sangat banyak. Namun untuk CV sendiri, ada beberapa pencapaian yang sangat baik untuk ditambahkan. Pertama adalah peningkatan pendapatan. Selanjutnya ada juga penurunan biaya operasi.

Jangan lupakan penghematan waktu. Efisiensi semacam ini sangat berguna di dunia kerja. Terakhir, pertumbuhan perusahaan juga bisa menjadi pencapaian. Pertumbuhan ini bisa mencakup jumlah klien, market share, dan masih banyak lagi.

Cara Menulis Prestasi dalam CV

Dari ulasan di atas, nampak jelas kalau prestasi ini adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu, jangan sampai Anda melewatkannya saat membuat CV. Tetapi ingat, penulisan prestasi tidak boleh dilakukan secara asal.

Jika penulisannya dilakukan secara asal, Anda justru bisa saja kecewa. itu karena, sangat mungkin prestasi tersebut nantinya malah menurunkan nilai CV. Supaya lebih jelas, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menulis prestasi dalam CV.

1. Perbedaan Tanggung Jawab dan Pencapaian

Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika mempelajari cara menulis prestasi dalam CV berhubungan dengan perbedaan antara tanggung jawab dan pencapaian. Perlu diketahui, perusahaan tidak membutuhkan penjelasan mengenai tanggung jawab yang pernah Anda pegang.

Itu karena, perusahaan hanya ingin mengetahui apa pencapaian yang pernah Anda dapatkan dari tanggung jawab tersebut. oleh karena itu, cukup tonjolkan pencapaiannya dan bukan tanggung jawabnya.

2. Kata Kerja Aksi

Kata kerja aksi juga penting untuk diperhatikan ketika mengulas cara menulis prestasi dalam CV. Sebenarnya ini juga masih berhubungan dengan tanggung jawab dan pencapaian yang dijelaskan sebelumnya. Kara kerja aksi biasanya berisi pencapaian dan bukan tanggung jawab.

Sebagai contoh, Anda bisa saja menulis “Meningkatkan Penjualan Perusahaan hingga 150%”. Ini lebih menarik dibanding menulis “Bertanggung Jawab dalam meningkatkan Penjualan Perusahaan”.

3. Perbandingan

Cara menulis prestasi dalam CV berikutnya adalah dengan menambahkan perbandingan. Perbandingan ini bisa dilakukan dengan kondisi perusahaan sebelumnya. 

Sebagai contoh sebelumnya dijelaskan kalau “Meningkatkan Penjualan Perusahaan hingga 150%” merupakan kalimat yang tepat.

Namun kalimatnya akan semakin tepat jika ditambahkan perbandingan seperti “Meningkatkan Penjualan Perusahaan hingga 150% di mana selama 3 tahun terakhir penjualan perusahaan tidak pernah meningkat lebih dari 120%”

4. Relevan

Ketika menuliskan prestasi, pastikan juga kalau keberadaannya memang relevan dengan posisi yang dilamar. Jangan menambahkan prestasi yang keberadaannya sama sekali tidak berhubungan. Nantinya hal itu justru bisa memberikan pandangan negatif di mata perusahaan.

Pastikan untuk tidak sembarangan dalam menuliskan prestasi. Jika sampai sembarangan, kualitas CV bisa menurun. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menulis prestasi dalam CV terbaik.

Bagikan Artikel: