10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

cara analisis swot diri sendiri

Cara Analisis SWOT Diri Sendiri Bagi Mahasiswa, Wajib Simak 

Bagi Anda yang sedang mengalami fase quarter life crisis di rentang usia 20-25 tahun, tidak ada salahnya untuk menerapkan cara analisis SWOT diri sendiri sebagai bentuk afirmasi. Berikut kami jelaskan definisi menganalisis diri sendiri secara rinci.

Namun tahukah Anda bahwa analisis SWOT juga bisa digunakan sebagai metode penilaian dalam skala kecil yaitu untuk diri sendiri. Adakalanya sebagai manusia membutuhkan evaluasi terhadap diri Anda sendiri atau lebih sering dikenal dengan personal SWOT analysis.

Jadi analisis SWOT diri sendiri berfungsi menilai karakter dan kepribadian seseorang sehingga bisa paham mengenai kelebihan dan kekurangannya. Selain itu analisis SWOT dapat membantu Anda untuk proses upgrade personal.

Cara Analisis SWOT Diri Sendiri dengan Mudah

Analisis SWOT adalah cara untuk mengevaluasi sebuah bisnis atau proyek. Analisis SWOT juga dijadikan sebagai cara untuk menilai sejauh mana prospek sebuah bisnis saat dijalankan sudah sesuai dengan target awal atau belum.

Langkah pertama untuk menganalisis diri adalah dengan membuat tabel. Cara analisis SWOT diri sendiri hanya memerlukan kertas dan bolpoin. Dua media tersebut akan menunjukkan cara kerja, nantinya berbentuk kerangka berisi kisi-kisi menunjukkan beberapa hal.

Gunakan selembar kertas tersebut kemudian gambarkan 4 kotak dengan susunan dua kotak bagian atas yaitu Strength dan Weakness. Lalu dua kotak bagian bawah tuliskan Opportunities dan Threats.

1. Strength (S)

Pada kolom strength Anda bisa menulis kelebihan misalnya tentang pendidikan, keterampilan, sertifikasi, ataupun koneksi Anda. Kemudian tuliskan kebiasaan sehari-hari dan berkontribusi untuk tujuan hidup.

Selanjutnya cantumkan pencapaian yang bisa dibanggakan beserta dengan nilai-nilai yang diyakini secara personal. Prestasi tentunya didukung dengan sumber daya pribadi. Anda juga bisa cantumkan bakat sejak dini dan bisa dikembangkan.

Dalam setiap hidup tentunya setiap orang punya nilai-nilai yang diyakini untuk dijadikan acuan, silakan cantumkan. Dari segala aspek sudah disebutkan di atas Anda disarankan untuk menyebutkan perbedaan sebagai ciri khas.

2. Weakness (W)

Cara analisis SWOT diri sendiri berikutnya Anda juga harus mencantumkan kekurangan yang dimiliki. Pada kolom Tuliskan kebiasaan buruk dengan jujur. Anda juga diperbolehkan untuk menceritakan keadaan terpuruk.

Dalam proses menganalisis seseorang juga perlu mengetahui pendapat orang tentang kelemahannya. Termasuk juga hal tidak dikuasai dan masih menjadi kekurangan dalam membangun value.

3. Opportunity (O)

Opportunity adalah upaya untuk melihat peluang yang ada dengan kemampuan Anda. Seseorang juga bisa mengelus beberapa opsi pekerjaan yang tersedia sesuai dengan skill yang dikuasai, ini nantinya bisa menjadi suatu keuntungan tersendiri.

Cantumkan juga apakah lingkungan yang ditempati termasuk positif atau tidak. Anda juga bisa mengisi seberapa luas jaringan pertemanan untuk membuka peluang mendapatkan pekerjaan sesuai dengan skill.

4. Threat (T)

Cara analisis SWOT diri sendiri yang terakhir adalah aspek threat. Tuliskan hambatan yang dihadapi saat ini terkait dengan kompetitor. Kisi-kisi mengenai perubahan teknologi dapat mengancam posisi Anda juga bisa dituliskan.

Dari kelemahan yang sudah dicantumkan, perkirakan kelemahan mana yang berpotensi menghambat Anda tidak berkembang. Jawaban dari kisi-kisi di atas akan menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi diri dan menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

Setelah mengisi keempat kolom tabel akan terisi dengan jawaban dari pertanyaan yang sudah Anda tulis tadi. Setelah mengisi tabel, cara analisis SWOT diri sendiri selanjutnya adalah merencanakan langkah ke depan.

Semua tujuan dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan peluang berdampak baik. Buatlah rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk mencapai kesempatan tersebut. Pastikan untuk tidak melewatkan kesempatan tanpa pertimbangan.

Lalu untuk mengatasi ancaman yang mungkin muncul pantau dan buatlah evaluasi diri secara berkala terkait dengan progres dari rencana yang sudah dibuat. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya kegagalan dalam rencana dapat diminimalisir.

Kelemahan pada seseorang memang sulit dihilangkan, tetapi masih bisa dicegah agar kelemahan tersebut tidak muncul. Saat melaksanakan rencana baik jangka pendek atau panjang, hindari kelemahan dengan cara positif.

Bagi mahasiswa pencari kerja, cara ini cukup terorganisir untuk mencapai pekerjaan impian sesuai skill. Seringnya mengalami kegagalan dalam proses rekrutmen pekerjaan dapat diperbaiki dengan memperhatikan cara analisis SWOT diri sendiri.

Bagikan Artikel: