10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

Menguak Apakah Benar HRD Memiliki Blacklist Kandidat

Banyak orang yang mempertanyakan apakah benar HRD memiliki blacklist kandidat atau tidak. Sebab informasi ini terbilang cukup penting untuk membuat seorang pelamar memperhatikan tata krama mereka ketika hendak melamar suatu pekerjaan.

Namun sering juga kejadian apabila suatu kondisi memaksa mereka untuk tidak bisa lanjut seleksi yang sudah diikuti sebelumnya. Padahal tiba-tiba menghilang pada saat proses penerimaan karyawan ternyata juga bisa menjadi salah satu potensi penyebab masuknya blacklist.

Adanya blacklist itu sebenarnya juga bisa memberikan keuntungan ataupun kelemahan. Keuntungannya yaitu dapat membantu seorang HRD agar tidak perlu mengetes kandidat dengan catatan merah. Kelemahannya ialah membuat seorang pekerja merasa terbelenggu dengan kehadiran blacklist.

Namun sebenarnya belum ada informasi pasti yang menyebutkan apakah benar HRD memiliki blacklist kandidat atau tidak. 

Hal ini sendiri dikarenakan ternyata tidak ada aturan mengenai hal tersebut sedangkan jumlah HRD itu ada sangat banyak dan setiap HRD memiliki kebijakannya masing-masing pada perusahaan.

Mengintip Apakah Benar HRD Memiliki Blacklist Kandidat

Dalam dunia kerja tentu saja rekam jejak karir seseorang akan menentukan karir ke depannya. Karena itulah seorang pegawai harus memiliki attitude yang baik agar bisa terhindar dari Blacklist. Sebab dampak dari blacklist sendiri itu juga tidaklah main-main terutama bagi pelamar yang mencari kerja.

Lalu apakah blacklist itu emang benar-benar dimiliki oleh seorang HRD? Sebenarnya terdapat begitu banyak hal yang bisa menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini dikarenakan setiap HRD memiliki pendapat pribadi serta database baik itu dari perusahaan maupun secara personal.

Lalu apakah benar HRD memiliki blacklist kandidat? Jawabannya adalah tergantung. Hal ini dikarenakan tergantung dari HRD tersebut memiliki koneksi jaringan dengan HRD lainnya atau tidak. Sebab biasanya HRD yang terkumpul pada suatu himpunan mungkin akan sering melakukan sharing tentang pelamar dengan catatan merah.

Tidak hanya itu saja, seorang HRD biasanya juga memiliki database mereka sendiri mengenai beberapa nama dari kandidat yang dirasa masuk ke dalam blacklist. Bahkan biasanya HRD juga mengambil data dari perusahaan mengenai rekam jejak nama yang cocok dimasukkan daftar hitam.

Sehingga dapat diambil kesimpulan apabila blacklist kandidat itu bisa saja dimiliki beberapa HRD. Namun kondisinya juga tergantung dari HRD itu sendiri apakah memang berkenan untuk memilikinya atau tidak. Sebab untuk memilikinya maka perekrut mau tidak mau harus mengumpulkan data yang dimiliki.

Apakah HRD Harus Berorientasi pada Blacklist?

Dengan adanya pertanyaan apakah benar HRD memiliki blacklist kandidat atau tidak ternyata juga memunculkan pertanyaan di beberapa kalangan. Beberapa dari mereka mempertanyakan Apakah seorang HRD itu wajib menggunakan blacklist sebagai pedoman ataupun orientasi mereka dalam menyeleksi pelamar.

Tentu saja tidak semua HRD wajib menggunakan data di daftar hitam sebagai pedoman. Sebab tidak semua perekrut memiliki data ini. Apalagi yang dinamakan seorang HRD tentunya memiliki kemampuan lebih dalam menilai dan menganalisa seorang kandidat berdasarkan data yang ada.

Apalagi melakukan background checking sendiri adalah salah satu kewajiban yang pasti dilakukan HRD. Dan ketahuilah bahwa dalam melakukan proses ini tentu saja HRD akan mengupasnya dengan teliti sehingga bisa menilai kandidat.

Biasanya HRD akan memanfaatkan data yang tertulis di CVnya sebagai referensi. Jadi tidak perlu meragukan kemampuan HRD dalam melakukan analisa terutama background checking. Hal ini membuat seorang perekrut tidak harus memiliki daftar hitam seperti yang banyak dikhawatirkan banyak orang.

Jadi apabila ditanya apakah benar HRD memiliki blacklist kandidat, jawabannya bisa iya bisa tidak. Namun tetap saja selama Anda berkelakuan baik maka tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Sebab seorang HRD tidak akan memasukkan seseorang ke dalam daftar hitam tanpa alasan yang kuat.

Jika sudah menyadari betapa pentingnya keberadaan dari daftar hitam di dunia kerja, maka Anda harus lebih berhati-hati dalam menjaga nama. Sebab namamu akan mempengaruhi dunia karir kedepannya. 

Apalagi sikapmu dalam bekerja juga berperan penting bagi HRD untuk menilai Anda. Karena itulah tidak mengejutkan jika terkadang seorang pekerja tidak menyadari bahwa mereka masuk ke dalam daftar Blacklist. 

Kesimpulannya, setiap HRD memiliki kondisi yang berbeda-beda. Jika mempertanyakan apakah benar HRD memiliki blacklist kandidat, maka pembahasan di atas sudah bisa menjawab rasa penasaran Anda.

Bagikan Artikel: