perbedaan keterampilan teknis dan non teknis

Apa Perbedaan Keterampilan Teknis dan Non Teknis?

Apakah Anda sudah mengetahui apa saja perbedaan keterampilan teknis dan non teknis serta contoh keterampilan dari keduanya? Jika tidak, maka artikel ini akan memberikan jawabannya. 

Tahukah Anda bahwa di dalam pekerjaan dan kehidupan Anda, Anda bukan semata-mata membutuhkan keterampilan teknis, tapi juga keterampilan non-teknis? Keterampilan teknis biasa disebut dengan hard skill sedangkan keterampilan non-teknis disebut biasa disebut dengan soft skill.

 Dan untuk mengetahui perbedaan keterampilan teknis dan non teknis, maka perhatikan ulasan di bawah ini dengan seksama.

Perbedaan Keterampilan Teknis dan Non Teknis

Perbedaan keterampilan teknis dan non teknis, pertama memahami pengertian dari keterampilan non-teknis merupakan pengembangan berasal dari EQ dan berhubungan dengan keterampilan sosial. Dan untuk keterampilan teknis merupakan keterampilan yang biasanya berhubungan dengan mata pelajaran. Misalnya, kemampuan menggambar.

Pada saat mengembangkan kedua keterampilan tersebut, maka harus mengambil jalur yang berbeda. Untuk hard skill sendiri Anda bisa mengembangkan dengan cara mengerjakan project-project besar dan membaca buku serta mengikuti tutorial. 

Namun hal itu tentu berbeda dengan soft skill yang memerlukan kontak sosial, introspeksi, telinga yang terbuka untuk menerima saran dan kritik, serta spontanitas. Pada dasarnya kinerja teknis yang tinggi dipengaruhi oleh pendidikan dan kemampuan untuk memperoleh ilmu. 

Sedangkan disisi lain pengalaman lebih berarti untuk mengembangkan keterampilan non-teknis. Sebagai contohnya adalah perihal bagaimana Anda menghadapi pelanggan yang suka komplain, cerewet bahkan keras kepala?

Setelah mengeti perbedaan keterampilan teknis dan non teknis selanjutnya, yang akan dibahas adalah perihal bagaimana harus mengetahui keterampilan teknis dan non-teknis tersebut. 

Baca juga: Manfaat Ikut Kursus Keterampilan yang Wajib Disimak

Bagaimana Contoh Keterampilan Teknis dan Non-Teknis Tersebut? 

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan perbedaan keterampilan teknis dan non teknis, keterampilan non-teknis merubah cara kita berinteraksi dengan orang lain dan merubah kepribadian dan sikap kita.

Jadi, bisa kita simpulkan, bahwa letak perbedaan keterampilan teknis dan non teknis, juga terlihat pada keterampilan interpersonal dan keterampilan sosial. 

Keterampilan interpersonal yang biasa disebut dengan kemampuan dalam mengendalikan diri. Dengan demikian keterampilan tersebut terdiri atas kepercayaan diri, disiplin diri, tanggung jawab, ketekunan, dan integritas. 

Di sisi lain, keterampilan sosial tentang dengan bagaimana Anda berhubungan dengan orang lain. Contohnya adalah kepedulian pada pasien dan konsumen, keterampilan negosiasi, kerja mirip team, dan keterampilan kepemimpinan.

Bagaimana dengan kemampuan Anda untuk memecahkan kasus? Keterampilan ini juga terhitung didalam kategori keterampilan non-teknis atau soft skill. Kemampuan ini berkembang bersamaan Anda mengasahnya, seperti membiasakan diri untuk memecahkan kasus atau konsisten kritis.

Hard skill semata-mata berfokus pada satu bidang ilmu, tapi tersedia juga yang memungkinkannya menguasai sebagian bidang ilmu sekaligus. Contohnya seperti kemampuan bernyanyi, memasak, menggambar, dan mendesain bangunan.

Untuk mengembangkan keterampilan ini, Anda wajib mengikuti sekolah, magang, atau forum pendidikan. Kemampuan seorang porter untuk mengangkat beban besar tanpa cedera juga merupakan keterampilan yang sulit. Menjadi, untuk mengembangkan keterampilan yang sulit, Anda kudu mengasah keterampilan itu dan fokus pada keterampilan itu.

Baca juga: Rekomendasi Skill yang Mesti Dipelajari di Kelas Online 

Bagaimana Contoh Menyisipkan Keterampilan Teknis dan Non-Teknis Dalam CV?

CV harus mencakup hard skill dan soft skill, serta kecakapan dan keterampilan yang berhubungan dengan pekerjaan. Jangan isi semuanya, karena jika Anda terlalu hebat, Anda akan kewalahan dengan tugas-tugas di luar tanggung jawab Anda. Contoh soft skill meliputi:

  1. Penulisan SEO.
  2. Keterampilan bahasa asing. 
  3. Keterampilan animasi 3D.
  4. keterampilan pengembangan situs web.
  5. Dapat membuat aplikasi.

Baca juga: Contoh Mendeskripsikan Diri Sendiri dan Tips Membuatnya

Bagaimana Anda Mengembangkan Keterampilan Teknis dan Non-Teknis?

Jika seorang karyawan hanya unggul pada satu keterampilan saja maka perusahaan dapat membantu karyawan tersebut untuk mengembangkan kedua keterampilan. 

Pemimpin tim dan HR biasanya memberi saran dan mengidentifikasi keterampilan karyawan. Dan keterampilan teknis maupun non-teknis tersebut bisa dikembangkan beberapa cara, diantaranya: 



1. Pelatihan

Pelatihan merupakan salah satu cara untuk mengembangkan keterampilan baik keterampilan teknis ataupun non-teknis. Pelatihan dapat dilakukan secara langsung atau jarak jauh dan dapat mencakup pelatihan yang dipimpin oleh instruktur, pembelajaran online melalui platformnya, e-learning dengan berlangganan videonya, dan pembelajaran antar rekan kerja di forum. 

2. Mutasi pekerjaan

Mutasi pekerjaan dapat mengembangkan keterampilan karyawan Anda, terutama jika Anda ingin memberi mereka pengalaman langsung dengan keterampilan tambahan.

3. Bimbingan

Bimbingan lebih efektif untuk para manajer dan pimpinan. Tidak terlalu cocok untuk staf penjualan atau akuntan.

Baca juga: Contoh Job Description Jurnalis serta Skillnya

Setelah mengetahui perbedaan keterampilan teknis dan non teknis apakah Anda sudah bisa mengetahui keterampilan apa saja yang ada di diri Anda?


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!