Contoh Surat Panggilan

Panduan Lengkap Membuat Contoh Surat Panggilan Kerja, Wajib Dicoba!

Panduan lengkap membuat contoh surat panggilan untuk berbagai keperluan seperti wawancara kerja, tes, dan penerimaan pekerjaan. Surat panggilan yang baik harus mencakup kepala surat, nama dan alamat perusahaan, nomor surat, kalimat pembuka, nama penerima, isi surat, catatan (jika ada), kalimat penutup, tanda tangan dan nama lengkap pengirim.

Tidak hanya itu, Anda juga harus menggunakan bahasa formal dan menghindari penggunaan singkatan kecuali untuk istilah tertentu. Nomor surat digunakan untuk keperluan arsip dokumen. Surat panggilan harus menyediakan informasi penting seperti tanggal, waktu, dan lokasi. Bisa juga mengirim surat panggilan melalui WhatsApp atau email dengan melampirkan file PDF. Pastikan surat panggilan dilengkapi dengan cap dan tanda tangan resmi perusahaan. Temukan contoh surat panggilan untuk wawancara kerja, tes, dan penerimaan pekerjaan di artikel ini.

Pengenalan tentang Contoh Surat Panggilan

Apa itu Contoh Surat Panggilan?

Contoh Surat Panggilan adalah kumpulan surat contoh yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti wawancara kerja, ujian, dan penerimaan pekerjaan. Surat-surat contoh ini dapat dikirim melalui pos, WhatsApp, atau email.

Sebuah Contoh Surat Panggilan yang ditulis dengan baik harus mencakup kop surat, nama dan alamat perusahaan, nomor surat, kalimat pembuka, nama penerima, isi surat, catatan (jika ada), kalimat penutup, tanda tangan dan nama lengkap pengirim. Bahasa yang digunakan dalam Contoh Surat Panggilan harus bersifat formal dan menghindari penggunaan singkatan, kecuali untuk istilah-istilah tertentu. Nomor surat digunakan untuk tujuan pengarsipan dokumen.

Manfaat dan Tujuan Contoh Surat Panggilan

Contoh Surat Panggilan memiliki manfaat dan tujuan yang penting dalam proses komunikasi bisnis. Dengan menggunakan Contoh Surat Panggilan, perusahaan dapat:

  1. Mengirimkan Informasi Penting: Contoh Surat Panggilan harus memberikan informasi penting seperti tanggal, waktu, dan lokasi. Hal ini memastikan bahwa penerima surat memiliki semua informasi yang diperlukan untuk menghadiri acara atau kegiatan yang ditentukan.
  2. Mengkomunikasikan Rasa Hormat: Bahasa yang digunakan dalam Contoh Surat Panggilan harus bersifat formal dan menghindari penggunaan singkatan. Hal ini menunjukkan rasa hormat perusahaan terhadap penerima surat dan mencerminkan profesionalisme yang tinggi.
  3. Memudahkan Pengarsipan: Dengan mencantumkan nomor surat pada Contoh Surat Panggilan, perusahaan dapat dengan mudah mengarsipkan dan melacak surat-surat yang dikirimkan. Ini membantu dalam pengelolaan dokumen dan memastikan transparansi dalam proses komunikasi.
  4. Menggunakan Media Komunikasi Modern: Selain dikirim melalui pos, Contoh Surat Panggilan juga dapat dikirim melalui WhatsApp atau email dengan melampirkan file PDF. Ini memungkinkan perusahaan untuk menggunakan media komunikasi yang lebih cepat dan efisien dalam mengirimkan surat panggilan kepada penerima.
  5. Mengesahkan Keabsahan Surat: Contoh Surat Panggilan harus mencakup cap perusahaan resmi dan tanda tangan. Hal ini memberikan keabsahan dan kepercayaan kepada penerima surat bahwa surat tersebut berasal dari perusahaan yang sah.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan contoh-contoh Contoh Surat Panggilan untuk wawancara kerja, ujian, dan penerimaan pekerjaan. Contoh-contoh ini dapat menjadi panduan bagi Anda dalam menyusun surat panggilan yang efektif dan profesional.

Elemen Penting dalam Contoh Surat Panggilan



Penjelasan tentang Elemen Penting

Contoh Surat Panggilan merupakan kumpulan contoh surat yang digunakan untuk berbagai tujuan, seperti wawancara kerja, ujian, dan penerimaan pekerjaan. Surat-surat contoh ini dapat dikirim melalui pos, WhatsApp, atau email. Dalam menyusun Contoh Surat Panggilan yang baik, terdapat beberapa elemen penting yang perlu diperhatikan.

Penggunaan Bahasa Formal dalam Surat

Bahasa yang digunakan dalam Contoh Surat Panggilan haruslah formal dan menghindari penggunaan singkatan, kecuali untuk istilah-istilah tertentu. Penggunaan bahasa formal akan memberikan kesan profesional dan mengindikasikan rasa hormat terhadap penerima surat. Hindari penggunaan bahasa yang terlalu santai atau kasual agar pesan yang disampaikan tetap jelas dan terhormat.

Baca juga: Jangan Salah Inilah Contoh Undangan Resmi. Apa Saja? Simak Selengkapnya

Aplikasi Produktivitas Diskon Hingga 95%

Contoh Tata Letak Surat Panggilan yang Baik

Sebuah Contoh Surat Panggilan yang baik harus mencakup beberapa elemen penting. Berikut adalah tata letak yang direkomendasikan:

  1. Kepala Surat: Surat panggilan sebaiknya menggunakan kepala surat yang mencantumkan nama perusahaan dan alamat lengkapnya. Kepala surat ini memberikan identitas perusahaan dan membuat surat terlihat lebih resmi.
  2. Nomor Surat: Setiap surat panggilan sebaiknya memiliki nomor surat yang unik. Nomor surat ini digunakan untuk keperluan pengarsipan dokumen dan memudahkan identifikasi surat tersebut di masa mendatang.
  3. Kalimat Pembuka: Surat panggilan sebaiknya dimulai dengan kalimat pembuka yang sopan dan jelas. Kalimat pembuka ini dapat berisi pengenalan diri pengirim surat, tujuan surat, dan informasi dasar lainnya.
  4. Nama Penerima: Pastikan untuk mencantumkan nama lengkap penerima surat dengan jelas dan benar. Hal ini akan memberikan kesan personal dan menunjukkan bahwa surat tersebut ditujukan secara khusus kepada penerima.
  5. Isi Surat: Isi surat panggilan sebaiknya jelas dan terperinci. Sampaikan informasi penting seperti tanggal, waktu, dan lokasi pelaksanaan kegiatan yang diundang. Jelaskan dengan rinci tujuan dan agenda kegiatan yang akan dilakukan.
  6. Catatan Tambahan: Jika diperlukan, Anda dapat menyertakan catatan tambahan dalam surat panggilan. Catatan ini dapat berisi informasi tambahan yang relevan atau instruksi khusus yang perlu diperhatikan oleh penerima.
  7. Kalimat Penutup: Surat panggilan sebaiknya diakhiri dengan kalimat penutup yang sopan dan mengundang. Kalimat penutup ini dapat berisi harapan untuk bertemu dengan penerima atau ucapan terima kasih atas perhatiannya.
  8. Tanda Tangan dan Nama Pengirim: Jangan lupa untuk menyertakan tanda tangan dan nama lengkap pengirim surat di bagian bawah surat. Tanda tangan ini menunjukkan keabsahan surat dan memberikan identitas pengirim.
  9. Stempel dan Tanda Tangan Resmi: Agar surat panggilan terlihat lebih resmi, sebaiknya dilengkapi dengan stempel perusahaan dan tanda tangan resmi. Hal ini memberikan kesan profesional dan meyakinkan penerima surat.

Dengan memperhatikan elemen-elemen penting di atas, Anda dapat menyusun Contoh Surat Panggilan yang baik dan efektif. Gunakan contoh-contoh yang ada dalam artikel ini sebagai referensi untuk surat panggilan wawancara kerja, ujian, dan penerimaan pekerjaan.

Cara Menulis Contoh Surat Panggilan yang Efektif

Surat panggilan adalah salah satu jenis surat yang digunakan untuk mengundang seseorang dalam suatu acara atau kegiatan tertentu. Surat ini biasanya digunakan dalam konteks pekerjaan, seperti panggilan untuk wawancara kerja, tes, atau penerimaan pekerjaan. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara menulis contoh surat panggilan yang efektif.

Langkah-langkah Menulis Surat Panggilan yang Menarik



1. Gunakan Surat Kepala

Langkah pertama dalam menulis contoh surat panggilan yang efektif adalah dengan menggunakan surat kepala. Surat kepala mencakup informasi penting seperti nama perusahaan dan alamat, nomor surat, serta logo perusahaan. Surat kepala ini memberikan kesan profesional dan resmi pada surat panggilan yang akan Anda kirimkan.

2. Sertakan Nomor Surat

Setiap surat panggilan yang ditulis sebaiknya dilengkapi dengan nomor surat. Nomor surat ini berguna untuk keperluan arsip dokumen. Dengan mencantumkan nomor surat, Anda dapat dengan mudah melacak dan mengidentifikasi surat panggilan yang telah dikirimkan.

3. Tuliskan Kalimat Pembuka yang Menarik

Pada bagian pembuka surat panggilan, tuliskan kalimat yang menarik untuk menarik perhatian penerima surat. Kalimat pembuka ini sebaiknya mencerminkan tujuan dari surat panggilan tersebut. Misalnya, jika Anda mengundang seseorang untuk wawancara kerja, Anda dapat menulis kalimat seperti “Kami mengundang Anda untuk hadir dalam sesi wawancara kerja di perusahaan kami.”

Baca juga: Apa yang Dilakukan HRD saat Background Check? Simak Ini

Cara Menyampaikan Informasi yang Jelas dan Tepat

1. Gunakan Bahasa Formal

Dalam menulis surat panggilan, pastikan menggunakan bahasa formal yang sesuai dengan konteksnya. Hindari penggunaan singkatan kecuali untuk istilah-istilah tertentu yang memang umum digunakan. Bahasa formal akan memberikan kesan profesional dan serius pada surat panggilan yang Anda tulis.

2. Sertakan Informasi Penting

Pastikan surat panggilan yang Anda tulis menyertakan informasi penting seperti tanggal, waktu, dan lokasi acara. Informasi ini sangat diperlukan agar penerima surat dapat dengan jelas mengetahui kapan dan di mana acara tersebut akan berlangsung. Selain itu, sertakan juga informasi lain yang relevan, seperti persyaratan yang harus dipenuhi oleh penerima surat.

3. Lampirkan Contoh Surat Panggilan dalam Bentuk PDF

Selain mengirim surat panggilan melalui pos atau email, Anda juga dapat mengirimkannya melalui WhatsApp dengan melampirkan file PDF. Dengan cara ini, penerima surat dapat dengan mudah membuka dan membaca surat panggilan yang Anda kirimkan.

4. Sertakan Cap Perusahaan dan Tanda Tangan Resmi

Agar surat panggilan terlihat lebih resmi, jangan lupa untuk menyertakan cap perusahaan dan tanda tangan resmi Anda. Hal ini akan memberikan kesan yang lebih profesional dan meyakinkan kepada penerima surat.

Baca juga: Mengenal Contoh Surat Pemberitahuan untuk Apa Saja

Contoh Surat Panggilan untuk Wawancara Kerja

Contoh Surat Panggilan untuk Wawancara

Berikut ini adalah contoh surat panggilan untuk wawancara kerja yang dapat Anda gunakan sebagai referensi dalam menyusun surat panggilan yang efektif.

[Nama Perusahaan] [Alamat Perusahaan] [Telepon Perusahaan] [Email Perusahaan]

[Alamat Penerima] [Tanggal]

Nomor Surat: [Nomor Surat]

Kepada, [Nama Penerima] [Alamat Penerima]

Dengan hormat,

Kami dari [Nama Perusahaan] mengucapkan terima kasih atas minat Anda dalam melamar pekerjaan di perusahaan kami. Melalui seleksi administrasi yang telah dilakukan, kami mengundang Anda untuk menghadiri tahap wawancara kerja sebagai berikut:

Hari/Tanggal : [Tanggal Wawancara] Waktu : [Waktu Wawancara] Tempat : [Lokasi Wawancara]

Mohon kesediaan Anda untuk hadir tepat waktu dan membawa dokumen-dokumen yang diperlukan seperti CV, fotokopi ijazah, dan dokumen pendukung lainnya. Kami juga ingin mengingatkan bahwa wawancara ini akan dilakukan dalam bahasa Indonesia.

Kami berharap dapat melihat Anda dalam wawancara ini dan berkesempatan untuk lebih mengenal Anda sebagai calon kandidat yang potensial. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui nomor telepon atau email yang tertera di atas.

Hormat kami,

[Nama Pengirim] [Posisi Pengirim] [Nama Perusahaan] [Tanda Tangan Pengirim]

Poin-poin Penting yang Perlu Dicantumkan

Dalam menyusun Contoh Surat Panggilan untuk wawancara kerja, terdapat beberapa poin penting yang perlu Anda cantumkan agar surat tersebut efektif dan memberikan informasi yang jelas kepada penerima. Berikut ini adalah poin-poin yang perlu Anda perhatikan:

  1. Letterhead: Sertakan logo dan alamat perusahaan pada bagian atas surat sebagai identitas perusahaan.
  2. Nomor Surat: Cantumkan nomor surat pada bagian atas surat untuk keperluan arsip dokumen.
  3. Pembukaan: Sapa penerima dengan hormat dan ucapkan terima kasih atas minatnya dalam melamar pekerjaan di perusahaan.
  4. Informasi Wawancara: Berikan informasi lengkap mengenai hari, tanggal, waktu, dan lokasi wawancara.
  5. Persiapan Dokumen: Beritahu penerima untuk membawa dokumen-dokumen yang diperlukan seperti CV, fotokopi ijazah, dan dokumen pendukung lainnya.
  6. Bahasa yang Digunakan: Jelaskan bahwa wawancara akan dilakukan dalam bahasa Indonesia.
  7. Kesediaan dan Harapan: Sampaikan harapan perusahaan untuk dapat bertemu dengan penerima dalam wawancara dan mengenalnya lebih lanjut sebagai calon kandidat yang potensial.
  8. Kontak: Sertakan nomor telepon atau email perusahaan untuk pertanyaan lebih lanjut.
  9. Penutup: Sampaikan salam hormat dari pengirim, posisi pengirim, dan identitas perusahaan.
  10. Tanda Tangan: Sertakan tanda tangan dan nama lengkap pengirim untuk memberikan keaslian surat.

Dengan memperhatikan poin-poin di atas, Anda dapat menyusun Contoh Surat Panggilan yang efektif dan memberikan informasi yang jelas kepada penerima. Pastikan untuk mengganti [Nama Perusahaan], [Alamat Perusahaan], [Telepon Perusahaan], [Email Perusahaan], [Alamat Penerima], [Tanggal], [Nomor Surat], [Nama Penerima], [Tanggal Wawancara], [Waktu Wawancara], [Lokasi Wawancara], [Nama Pengirim], [Posisi Pengirim], dan [Tanda Tangan Pengirim] dengan informasi yang relevan untuk perusahaan dan penerima yang Anda tuju.

Anda dapat menemukan contoh-contoh Contoh Surat Panggilan untuk wawancara kerja, tes, dan penerimaan pekerjaan di artikel ini.

Contoh Surat Panggilan untuk Ujian

Surat panggilan adalah salah satu bentuk komunikasi tertulis yang digunakan untuk mengundang seseorang untuk hadir dalam suatu acara atau kegiatan. Dalam konteks ujian, surat panggilan memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada peserta ujian mengenai waktu, tempat, dan instruksi yang harus diikuti. Berikut ini adalah contoh surat panggilan untuk ujian yang dapat digunakan sebagai referensi.

Contoh Surat Panggilan untuk Ujian

[Logo Perusahaan]

[Alamat Perusahaan]
[Tanggal]

Nomor Surat: [Nomor Surat]

Kepada,
[Nama Penerima]
[Alamat Penerima]

Dengan hormat,

Berdasarkan hasil seleksi administrasi, kami mengundang Anda untuk hadir dalam ujian seleksi sebagai bagian dari proses rekrutmen di perusahaan kami. Rincian mengenai ujian tersebut adalah sebagai berikut:

- Tanggal: [Tanggal Ujian]
- Waktu: [Waktu Ujian]
- Lokasi: [Tempat Ujian]

Mohon untuk hadir tepat waktu dan membawa perlengkapan yang diperlukan. Ujian akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Adapun materi yang akan diujikan meliputi:

- [Materi Ujian 1]
- [Materi Ujian 2]
- [Materi Ujian 3]

Kami harap Anda dapat mempersiapkan diri dengan baik dan mempelajari materi yang telah disebutkan di atas. Jika ada catatan penting yang perlu diperhatikan, akan kami sampaikan saat ujian berlangsung.

Demikian surat undangan ini kami sampaikan. Kami berharap Anda dapat hadir tepat waktu dan memberikan yang terbaik dalam ujian seleksi ini. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan menghubungi kami melalui nomor telepon [Nomor Telepon] atau email [Alamat Email].

Hormat kami,

[Nama Pengirim]
[Tanda Tangan Pengirim]
[Posisi Pengirim]

Baca juga: Perbedaan Gaji Nett dan Gaji Gross yang Perlu Diketahui HRD

Tips Menyusun Surat Panggilan yang Efisien

  1. Gunakan Surat Panggilan dengan Format Resmi: Pastikan surat panggilan yang disusun memiliki format yang resmi dengan mencantumkan header perusahaan, alamat, tanggal, nomor surat, dan salam pembuka yang sopan.
  2. Sertakan Informasi yang Penting: Pastikan surat panggilan mencakup informasi penting seperti tanggal, waktu, dan lokasi ujian. Jelaskan dengan jelas materi yang akan diujikan agar peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik.
  3. Gunakan Bahasa Formal: Gunakan bahasa formal dalam surat panggilan dan hindari penggunaan singkatan kecuali untuk istilah tertentu yang lazim digunakan.
  4. Lampirkan Informasi Tambahan: Jika ada informasi tambahan yang perlu disampaikan kepada peserta ujian, sertakan dalam surat panggilan atau berikan catatan khusus saat ujian berlangsung.
  5. Tandai Surat dengan Nomor: Berikan nomor surat pada surat panggilan untuk keperluan arsip dokumen. Hal ini akan memudahkan dalam proses pengarsipan dan referensi di masa mendatang.
  6. Gunakan Media Komunikasi yang Efisien: Selain pengiriman surat melalui pos, Anda juga dapat mengirimkan surat panggilan melalui WhatsApp atau email dengan melampirkan file PDF.
  7. Sertakan Tanda Tangan dan Cap Perusahaan: Pastikan surat panggilan memiliki tanda tangan dan cap perusahaan yang resmi untuk memberikan kesan profesional dan meyakinkan kepada penerima.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat menyusun surat panggilan untuk ujian yang efisien dan memberikan informasi yang jelas kepada peserta. Pastikan untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat agar peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Contoh Surat Panggilan untuk Penerimaan Kerja

Surat panggilan untuk penerimaan kerja adalah salah satu bentuk komunikasi yang penting antara perusahaan dengan calon karyawan. Surat ini digunakan untuk memberikan informasi kepada calon karyawan mengenai jadwal wawancara, tes, atau penerimaan pekerjaan. Dalam surat panggilan ini, perusahaan perlu menyampaikan informasi dengan jelas dan formal agar calon karyawan dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Contoh Surat Panggilan untuk Penerimaan

Berikut ini adalah contoh surat panggilan untuk penerimaan kerja yang dapat digunakan sebagai referensi:

[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
[Tanggal]

Kepada,
[Nama Calon Karyawan]
[Alamat Calon Karyawan]

Dengan hormat,

Berdasarkan hasil seleksi administrasi yang telah dilakukan, kami mengundang Anda untuk hadir dalam tahap wawancara penerimaan kerja di perusahaan kami. Berikut adalah rincian informasi mengenai wawancara:

Tanggal        : [Tanggal Wawancara]
Waktu          : [Waktu Wawancara]
Tempat         : [Alamat Wawancara]
Kontak Person  : [Nama dan Nomor Kontak Person]

Mohon untuk hadir tepat waktu dan membawa dokumen-dokumen yang diperlukan seperti CV, fotokopi identitas, dan dokumen pendukung lainnya. Jika ada informasi tambahan yang perlu kami sampaikan sebelum wawancara, kami akan menghubungi Anda melalui telepon atau email.

Kami berharap Anda dapat mempersiapkan diri dengan baik dan memberikan penilaian terbaik selama proses wawancara. Semoga Anda dapat bergabung dengan tim kami.

Hormat kami,

[Tanda Tangan]
[Nama Lengkap]
[Posisi di Perusahaan]

Bagaimana Menyampaikan Informasi Mengenai Penerimaan?

Dalam menyampaikan informasi mengenai penerimaan kerja melalui surat panggilan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kesesuaian Format Surat: Pastikan surat panggilan menggunakan format yang sesuai, dengan mencantumkan header surat, nama dan alamat perusahaan, nomor surat, kalimat pembuka, nama penerima, isi surat, catatan (jika ada), kalimat penutup, tanda tangan dan nama lengkap pengirim.
  2. Bahasa Formal: Gunakan bahasa yang formal dan hindari penggunaan singkatan kecuali untuk istilah tertentu yang relevan.
  3. Nomor Surat: Nomor surat digunakan untuk keperluan arsip dokumen, sehingga penting untuk mencantumkannya dengan jelas pada surat panggilan.
  4. Informasi Penting: Surat panggilan harus menyediakan informasi penting seperti tanggal, waktu, dan lokasi wawancara. Pastikan informasi ini dituliskan dengan jelas agar calon karyawan dapat mengatur jadwal mereka dengan baik.
  5. Pengiriman Melalui WhatsApp atau Email: Selain pengiriman melalui surat pos, surat panggilan juga dapat dikirim melalui WhatsApp atau email dengan melampirkan file PDF.
  6. Stempel dan Tanda Tangan Resmi: Surat panggilan harus dilengkapi dengan stempel dan tanda tangan resmi perusahaan untuk memberikan kesan profesional dan meyakinkan calon karyawan.

Anda dapat menemukan contoh-contoh surat panggilan untuk wawancara kerja, tes, dan penerimaan kerja lainnya dalam artikel ini. Semoga contoh surat panggilan tersebut dapat membantu Anda dalam menyusun surat panggilan yang efektif dan memberikan kesan positif kepada calon karyawan.

Pengiriman dan Format Contoh Surat Panggilan melalui WhatsApp atau Email

Pengiriman surat panggilan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses komunikasi bisnis. Surat panggilan digunakan untuk berbagai keperluan, seperti wawancara kerja, tes, dan penerimaan pekerjaan. Surat panggilan dapat dikirim melalui pos, WhatsApp, atau email. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara pengiriman surat panggilan melalui WhatsApp dan email, serta penggunaan format PDF dalam pengiriman.

Cara Mengirim Surat Panggilan melalui WhatsApp

WhatsApp telah menjadi salah satu platform komunikasi yang populer di Indonesia. Penggunaannya yang mudah dan cepat membuat WhatsApp menjadi pilihan yang praktis untuk mengirim surat panggilan. Berikut adalah langkah-langkah dalam mengirim surat panggilan melalui WhatsApp:

  1. Pastikan Anda memiliki nomor telepon penerima yang terdaftar di WhatsApp.
  2. Buka aplikasi WhatsApp di ponsel Anda.
  3. Pilih kontak penerima surat panggilan.
  4. Ketik pesan yang berisi surat panggilan. Pastikan pesan tersebut mencakup semua informasi penting, seperti tanggal, waktu, dan lokasi.
  5. Jika diperlukan, lampirkan file PDF yang berisi contoh surat panggilan. Format PDF dapat memberikan tampilan yang lebih profesional dan terstruktur.
  6. Setelah pesan dan lampiran siap, klik tombol kirim untuk mengirim surat panggilan melalui WhatsApp.

Baca juga: Contoh Press Release yang Sering Dijumpai di Media

Cara Mengirim Surat Panggilan melalui Email

Selain WhatsApp, email juga merupakan cara yang efektif untuk mengirim surat panggilan. Dalam pengiriman melalui email, Anda dapat menggunakan format teks atau melampirkan file PDF. Berikut adalah langkah-langkah dalam mengirim surat panggilan melalui email:

  1. Buka aplikasi email di komputer atau ponsel Anda.
  2. Klik tombol “Buat Email Baru” atau serupa.
  3. Isi alamat email penerima surat panggilan di kolom “Penerima” atau “To”.
  4. Pada kolom “Subjek” atau “Subject”, tuliskan judul yang menggambarkan isi surat panggilan.
  5. Tuliskan surat panggilan dengan format teks atau lampirkan file PDF yang berisi contoh surat panggilan.
  6. Pastikan semua informasi penting, seperti tanggal, waktu, dan lokasi, tercantum dengan jelas dalam surat panggilan.
  7. Periksa kembali keseluruhan isi email untuk memastikan tidak ada kesalahan atau kekurangan.
  8. Setelah yakin semuanya sudah benar, klik tombol “Kirim” untuk mengirim surat panggilan melalui email.

Menggunakan Format PDF dalam Pengiriman

Format PDF (Portable Document Format) adalah format file yang dapat mempertahankan tampilan dan format asli dari dokumen. Dalam pengiriman surat panggilan melalui WhatsApp atau email, menggunakan format PDF dapat memberikan kesan yang lebih profesional dan terstruktur. Berikut adalah langkah-langkah dalam menggunakan format PDF dalam pengiriman surat panggilan:

  1. Pastikan Anda memiliki file PDF yang berisi contoh surat panggilan.
  2. Jika Anda belum memiliki file PDF, Anda dapat membuatnya menggunakan program pengolah kata atau mengkonversi file teks ke format PDF.
  3. Lampirkan file PDF tersebut ke pesan WhatsApp atau email yang berisi surat panggilan.
  4. Pastikan ukuran file PDF tidak terlalu besar agar tidak menghambat proses pengiriman.
  5. Jika diperlukan, berikan instruksi kepada penerima surat panggilan untuk membuka file PDF menggunakan aplikasi pembaca PDF yang kompatibel.

Dengan menggunakan format PDF, Anda dapat memastikan bahwa surat panggilan yang dikirimkan memiliki tampilan yang konsisten dan mudah dibaca oleh penerima.

Contoh Surat Panggilan merupakan koleksi surat contoh yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti wawancara kerja, tes, dan penerimaan pekerjaan. Surat-surat contoh ini dapat dikirim melalui pos, WhatsApp, atau email. Sebuah Contoh Surat Panggilan yang baik seharusnya mencakup kop surat, nama dan alamat perusahaan, nomor surat, kalimat pembuka, nama penerima, isi surat, catatan (jika ada), kalimat penutup, tanda tangan dan nama lengkap pengirim.

Bahasa yang digunakan dalam Contoh Surat Panggilan sebaiknya formal dan menghindari penggunaan singkatan, kecuali untuk istilah-istilah tertentu. Nomor surat digunakan untuk keperluan arsip dokumen. Contoh Surat Panggilan juga sebaiknya menyediakan informasi penting seperti tanggal, waktu, dan lokasi.

Selain itu, dimungkinkan juga untuk mengirim Contoh Surat Panggilan melalui WhatsApp atau email dengan melampirkan file PDF. Contoh Surat Panggilan seharusnya mencakup cap perusahaan resmi dan tanda tangan. Anda dapat menemukan contoh-contoh Surat Panggilan untuk wawancara kerja, tes, dan penerimaan pekerjaan di artikel ini.


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!