cara menolak tawaran kerja

Bagaimana Cara Menolak Tawaran Kerja? Ini Langkah-Langkahnya Yang Tepat Bagi Anda

Pada dunia tenaga kerja yang terus berubah, mengambil keputusan terkait tawaran pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Hasil survei Gartner HR Research pada bulan Juni 2022 memberikan gambaran menarik tentang dinamika yang berkembang dalam proses penerimaan tawaran kerja.

Menurut survei tersebut, 44% dari responden telah mengundurkan diri setelah menerima tawaran pekerjaan, meningkat dari angka 36% pada tahun 2019. Namun, yang lebih menarik adalah bahwa hanya 59% dari mereka yang baru saja menerima tawaran pekerjaan menyatakan bahwa mereka akan membuat keputusan yang sama lagi.

Survei ini juga memberikan wawasan lain bahwa hampir setengah dari kandidat yang disurvei masih terbuka terhadap tawaran pekerjaan lain, sementara 28% dari mereka menyatakan bahwa jika diberi kesempatan untuk memutuskan ulang, mereka akan memilih untuk tetap bekerja di perusahaan sebelumnya.

Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi langkah-langkah yang tepat dalam menolak tawaran pekerjaan, sekaligus membantu Anda memahami bagaimana mengambil keputusan yang paling bijak dalam karier Anda. Yuk simak dengan baik penjelasan berikut ini !!!

Alasan Kandidat Menolak Tawaran Kerja

Penelitian yang dilakukan oleh Glassdoor pada tahun 2020 mengungkapkan berbagai alasan utama mengapa kandidat dapat menolak tawaran pekerjaan. Berikut adalah beberapa alasan utama kandidat menolak tawan kerja yaitu:

1.  Pasar Tenaga Kerja Saat Ini Berpihak Pada Kandidat

Pada saat ini, pasar tenaga kerja sedang berada dalam kondisi yang menguntungkan bagi para kandidat. Data dari penelitian yang dilakukan oleh Glassdoor mengungkapkan bahwa sebanyak 17,3 % tawaran pekerjaan dimana lebih dari 1 dari 6 tawaran kerja akhirnya ditolak oleh kandidat.

Data ini mencerminkan tren peningkatan yang stabil dalam tingkat penolakan tawaran kerja selama beberapa tahun terakhir. Berikut adalah beberapa penyebab pasar tenaga kerja saat ini berpihak pada kandidat:

1. Persaingan Penawaran Kerja yang Ketat

Saat ini banyak Kandidat memiliki lebih banyak pilihan perusahaan dan pekerjaan yang dapat mereka pilih. Hal ini memaksa perusahaan untuk bersaing lebih keras untuk menarik dan merekrut bakat terbaik.

2. Tuntutan Kandidat yang Lebih Tinggi

Kandidat yang menyadari pasar tenaga kerja yang berpihak pada mereka cenderung memiliki tuntutan yang lebih tinggi. Mereka mengharapkan paket kompensasi yang lebih baik, manfaat yang komprehensif, dan lingkungan kerja yang mendukung perkembangan karier mereka.

3. Penekanan pada Work Life Balance

Kandidat saat ini juga lebih memperhatikan keseimbangan kerja dan hidup. Mereka mencari perusahaan yang menawarkan fleksibilitas dalam hal jam kerja, bekerja dari jarak jauh, atau manfaat lain yang meningkatkan kualitas hidup mereka.

Karena persaingan yang semakin ketat, perusahaan harus meningkatkan upaya mereka dalam menarik dan mempertahankan bakat yang berkualitas. Upaya ini dapat melibatkan perbaikan dalam proses rekrutmen, peningkatan dalam penawaran kompensasi dan manfaat, serta menciptakan lingkungan kerja yang menarik bagi kandidat.

2. Kandidat Lebih Pemilih Di Beberapa Industri Dibandingkan Industri Lainnya

Salah satu alasan utama mengapa kandidat menolak tawaran pekerjaan adalah karena kandidat di industri profesional dan teknis, seperti jasa bisnis dan teknologi informasi, memiliki tingkat penolakan yang lebih tinggi daripada industri lainnya.

Menurut data dari penelitian yang dilakukan Glassdoor, sebanyak 19,4 % dari kandidat dalam industri ini menolak tawaran pekerjaan, sementara di industri lainnya, tingkat penolakan adalah lebih kecil yaitu sekitar 14,8 %.

Penyebab Kandidat Lebih Pemilih dalam memiliki tawaran kerja di Industri Profesional dan teknis adalah sebagai berikut:

1. Permintaan Tinggi atas Keterampilan Khusus

Industri profesional dan teknis sering membutuhkan kandidat dengan keterampilan teknis atau spesialisasi tertentu. Permintaan yang tinggi atas keterampilan ini membuat kandidat yang memiliki kualifikasi tersebut memiliki banyak opsi pekerjaan. Mereka tahu bahwa mereka memiliki nilai yang tinggi di pasar tenaga kerja dan dapat memilih dari berbagai tawaran.

2. Persaingan Antara Perusahaan

Perusahaan dalam industri profesional dan teknis sering bersaing untuk merekrut dan mempertahankan bakat yang langka. Hal ini menciptakan kompetisi di antara perusahaan untuk menarik kandidat berkualitas, yang akhirnya memberi kelebihan kepada kandidat dalam memilih tawaran pekerjaan yang paling menguntungkan.

3. Kebijakan Perusahaan yang Bersaing

Beberapa perusahaan dalam industri ini memiliki kebijakan yang kompetitif untuk menarik dan mempertahankan karyawan berbakat. Ini mungkin termasuk paket kompensasi yang komprehensif, program pengembangan karyawan, atau fasilitas dan manfaat yang luar biasa.

Penyebab diatas membuat kandidat di industri profesional dan teknis menjadi lebih pemilih dalam memilih tawaran pekerjaan. Oleh karena itu, perusahaan harus memahami pentingnya menawarkan paket yang kompetitif, mendukung pertumbuhan dan perkembangan karier, dan menciptakan lingkungan kerja yang menarik untuk menarik dan mempertahankan talenta yang dibutuhkan.

3. Wawancara Yang Sulit Dapat Meningkatkan Tingkat Penerimaan Tawaran

Pada penelitian yang dilakukan oleh glassdoor kandidat lebih mungkin menerima tawaran kerja setelah menghadapi wawancara kerja yang sulit. Kandidat memiliki kemungkinan 2,6 % lebih besar untuk menerima tawaran pekerjaan jika mereka mengalami kesulitan wawancara yang satu tingkat lebih tinggi

Berikut ini beberapa penyebab Mengapa Wawancara yang Sulit Dapat Meningkatkan Tingkat Penerimaan Tawaran Kerja oleh Kandidat:

1. Merasa Sebagai Kesempatan Langka

Jika wawancara yang sulit adalah bagian dari proses seleksi yang kompetitif, kandidat dapat merasa bahwa tawaran pekerjaan adalah kesempatan langka. Mereka mungkin tidak ingin melewatkan kesempatan ini dan lebih cenderung menerima tawaran pekerjaan.

2. Kepemilikan Emosional

Setelah melewati wawancara yang sulit, kandidat mungkin merasa memiliki ikatan emosional dengan perusahaan atau posisi tersebut. Mereka telah berinvestasi dalam proses seleksi dan lebih cenderung merasa terikat untuk menjadi bagian dari perusahaan.

3. Penghargaan Prestasi

Wawancara yang sulit dapat dianggap sebagai pencapaian besar oleh kandidat. Mereka merasa bahwa mereka telah melewati ujian dan memberikan penilaian positif dari perusahaan. Penghargaan terhadap prestasi ini dapat membuat kandidat merasa dihargai dan lebih cenderung menerima tawaran pekerjaan.

4. Kepercayaan Diri

Berhasil melewati wawancara yang sulit meningkatkan rasa percaya diri kandidat. Mereka merasa telah mengatasi tantangan dan mendemonstrasikan kemampuan mereka dengan baik. Rasa percaya diri yang meningkat ini dapat membuat mereka lebih termotivasi untuk menerima tawaran pekerjaan.

5. Pengukuran Kecocokan

Wawancara yang sulit cenderung lebih efektif dalam mengukur sejauh mana kandidat cocok dengan peran dan perusahaan yang dilamar. Kandidat yang melewati wawancara yang sulit memiliki keyakinan lebih besar bahwa mereka memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan pekerjaan, yang membuat mereka lebih percaya diri dalam menerima tawaran.

Dengan demikian, wawancara yang sulit dapat memiliki efek positif pada keputusan kandidat untuk menerima tawaran pekerjaan karena mengukur kecocokan, meningkatkan kepercayaan diri, memberikan penghargaan, dan menciptakan kesan tentang perusahaan yang diinginkan.



4. Kandidat Menggunakan Wawancara Untuk Menilai Kualitas Calon Perusahaan Tempatnya Bekerja

Kandidat Menggunakan Wawancara Untuk Menilai Kualitas Calon Perusahaan Tempatnya Bekerja adalah Alasan Kandidat Menolak Tawaran Kerja yang didasarkan pada fakta bahwa banyak kandidat, terutama generasi Z yang lebih muda dan pekerja milenial, melihat wawancara sebagai kesempatan untuk menilai kualitas calon perusahaan tempat mereka melamar. Pertimbangan ini terutama relevan bagi kandidat yang mencari pertumbuhan karir.

Generasi Z dan pekerja milenial, yang berusia antara 16 hingga 34 tahun, seringkali menekankan pertumbuhan karier sebagai salah satu faktor kunci dalam memilih pekerjaan. Bagi mereka, wawancara yang menantang dapat memberikan semangat dan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut serius dalam mendukung pertumbuhan mereka.

Berikut adalah beberapa hal lainnya yang biasanya dinilai oleh kandidat untuk menilai kualitas perusahaan tempatnya bekerja saat wawancara meliputi:

  • Kandidat mencari tahu mengenai Nilai-nilai, etika kerja, dan norma-norma yang berlaku dalam perusahaan.
  • Cara pewawancara mengajukan pertanyaan dan merespons jawaban. Respons yang positif dan menghargai dari pewawancara dapat memberikan indikasi bahwa perusahaan memperlakukan kandidat dengan baik.
  • Kandidat seringkali mencari pemahaman tentang seberapa menantang pekerjaan yang ditawarkan. Mereka ingin tahu apakah pekerjaan tersebut akan memberikan peluang untuk pertumbuhan dan perkembangan karier.
  • Kandidat akan mengevaluasi apakah perusahaan memberikan peluang pengembangan, pelatihan, atau pendidikan yang dapat membantu mereka meningkatkan keterampilan dan mencapai tujuan karier mereka.
  • Kandidat seringkali menilai manfaat, insentif, dan tunjangan yang ditawarkan oleh perusahaan.

Kandidat menggunakan pertanyaan yang mereka ajukan selama wawancara dan tanggapan yang mereka terima untuk mengumpulkan informasi tentang faktor-faktor ini. Ini membantu mereka menilai apakah perusahaan tersebut sesuai dengan nilai-nilai, kebutuhan, dan tujuan mereka dalam karier.

5. Perusahaan Mempunyai Ruang Untuk Mencoba Wawancara Yang Sulit

Salah satu alasan kandidat menolak tawaran kerja adalah karena perusahaan memiliki ruang untuk mencoba wawancara yang sulit. Data menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil wawancara yang dianggap sulit. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar proses wawancara tidak menghadirkan tantangan yang cukup besar bagi kandidat.

Kandidat yang berada di industri profesional dan teknis cenderung lebih menerima tawaran pekerjaan jika wawancara mereka dianggap “sulit.” Ini bisa disebabkan oleh fakta bahwa mereka merasa percaya diri dalam menghadapi wawancara yang menantang karena memiliki keterampilan khusus yang dibutuhkan.

Dengan demikian, alasan kandidat menolak tawaran kerja terkait dengan perusahaan yang memiliki ruang untuk mencoba wawancara yang sulit adalah karena kandidat mungkin merasa bahwa tingkat kesulitan dalam wawancara yang mereka hadapi tidak cukup memadai untuk mengukur kemampuan mereka.

Oleh karena itu, perusahaan mungkin perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan kesulitan wawancara agar dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kemampuan dan kualifikasi calon pekerja.

Aplikasi Produktivitas Diskon Hingga 95%

6. Berbagai Jenis Tes Selama Wawancara Dapat Mempengaruhi Tingkat Penerimaan Tawaran Pekerjaan

Salah satu faktor yang signifikan yang memengaruhi keputusan kandidat untuk menerima atau menolak tawaran pekerjaan adalah jenis tes yang dilakukan selama proses wawancara.

Menurut data Kandidat mempunyai kemungkinan 1,4 – 2,5 % lebih besar untuk menerima tawaran jika wawancara mereka mencakup tes keterampilan, di mana mereka dapat menunjukkan keahlian mereka. Namun, mereka memiliki kemungkinan 1,0 – 2,3 % lebih kecil untuk menerima jika wawancara mereka mencakup tes IQ atau kuis kepribadian.

Dengan kata lain, jenis tes yang digunakan dalam wawancara dapat memiliki dampak signifikan pada keputusan kandidat. Tes keterampilan cenderung meningkatkan kemungkinan penerimaan, sementara tes IQ atau kuis kepribadian dapat menguranginya. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama berikut yaitu:

  • Relevansi dengan Pekerjaan.
  • Perasaan Kandidat Dapat Membuktikan Kemampuannya.
  • Tes IQ atau Kepribadian Bersifat Subjektif.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan secara cermat jenis tes yang mereka gunakan dalam proses wawancara dan memastikan bahwa tes tersebut relevan dengan posisi yang ditawarkan.

Baca juga: Cara Menolak Interview Kerja yang Baik dan Benar Beserta Contohnya

Cara Menolak Tawaran Kerja Yang Tetap Terhormat

Menolak tawaran kerja dengan tetap terhormat adalah langkah yang penting untuk menjaga reputasi Anda dalam dunia profesional. Terlepas dari alasan Anda untuk menolak tawaran tersebut, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti untuk menjalankan penolakan dengan sopan dan menghormati perusahaan yang telah memberikan tawaran:

1. Tunjukkan Apresiasi

Salah satu langkah penting dalam menolak tawaran kerja dengan tetap terhormat adalah dengan menunjukkan apresiasi Anda terhadap perusahaan yang telah memberikan tawaran.

Menunjukkan apresiasi adalah langkah pertama yang perlu Anda lakukan ketika menolak tawaran kerja. Ini mencerminkan rasa hormat Anda terhadap perusahaan dan orang-orang yang telah berinvestasi waktu dan upaya dalam proses rekrutmen.

Langkah ini adalah cara untuk menghargai upaya perusahaan dalam mempertimbangkan Anda sebagai calon karyawan dan menjaga hubungan baik dengan mereka meskipun Anda menolak tawaran tersebut. Untuk menunjukkan apresiasi yang dapat Anda lakukan adalah meliputi:

1. Berterima Kasih secara Langsung

Ungkapkan rasa terima kasih Anda secara langsung kepada kontak yang relevan dalam perusahaan yang memberikan tawaran. Ini bisa dilakukan melalui telepon atau email, tergantung pada cara komunikasi yang telah berlangsung sebelumnya.

2. Ungkapkan Rasa Hormat

Jelaskan bahwa Anda sangat menghargai kesempatan yang telah diberikan kepada Anda dan bahwa Anda merasa terhormat telah dipertimbangkan oleh perusahaan.

3. Apresiasi Terhadap Proses

Tekankan bahwa Anda menghargai proses seleksi yang telah Anda jalani bersama perusahaan. Anda dapat menyatakan bahwa pengalaman ini telah memberikan wawasan berharga bagi Anda, bahkan jika Anda memutuskan untuk tidak menerima tawaran tersebut.

4. Sampaikan Harapan untuk Tetap Terhubung

Ekspresikan harapan Anda untuk tetap menjalin hubungan positif dengan perusahaan di masa depan. Ini menunjukkan bahwa Anda masih membuka peluang bekerja sama di kemudian hari.

Berikut ini adalah contoh email Penolakan Tawaran Kerja yang menunjukkan apresiasi saat menolak tawaran kerja:

Subject: Tanggapan atas Tawaran Pekerjaan

Kepada HRD PT Yaop Sejahtera,
Saya ingin mengucapkan terima kasih atas tawaran pekerjaan yang telah Anda berikan kepada saya di PT Yaop Sejahtera. Saya sangat menghargai kesempatan ini dan rasa hormat saya terhadap perusahaan.
Saya ingin mengakui bahwa proses seleksi dan interaksi saya dengan tim Anda sangat berharga bagi perkembangan karier saya. Keputusan ini tidaklah mudah, dan setelah pertimbangan yang mendalam, saya telah memutuskan untuk mengambil arah karier yang berbeda.
Saya ingin menyatakan harapan saya untuk tetap menjalin hubungan baik dengan [Nama Perusahaan] di masa depan. Siapa tahu apa yang mungkin terjadi, dan saya berharap kita bisa tetap terhubung.
Sekali lagi, terima kasih atas semua waktu dan upaya yang telah Anda dan tim Anda luangkan untuk saya. Semoga PT Yaop Sejahtera terus sukses di masa depan.

Hormat saya,
Aji Darmawan



2. Berikan Jawaban Yang Jujur

Ketika Anda memutuskan untuk menolak tawaran kerja, penting untuk memberikan jawaban yang jujur yang berarti Anda harus mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa Anda memutuskan untuk tidak menerima tawaran tersebut.

Memberikan jawaban jujur tidak hanya menghargai waktu dan upaya perusahaan yang telah mengeluarkan tawaran kepada Anda, tetapi juga membantu Anda mempertahankan integritas dan reputasi yang baik.

Alasan yang jujur akan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada perusahaan, dan mereka mungkin menghargainya. Misalnya, alasan Anda bisa mencakup menerima tawaran lain yang lebih sesuai, keputusan untuk tetap di perusahaan saat ini, atau pertimbangan pribadi tertentu yang memengaruhi keputusan Anda.

Berikut ini contoh email penolakan tawaran kerja yang memberikan jawaban jujur:

Subject: Penolakan Tawaran Kerja – PT Yaop Sejahtera

Kepada HRD PT Yaop Sejahtera Ibu Novi,
Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk bergabung dengan PT Yaop Sejahtera. Saya sangat menghargai proses seleksi yang telah saya jalani dan pengalaman positif yang telah saya dapatkan selama berinteraksi dengan tim Anda.
Setelah pertimbangan yang mendalam dan banyak diskusi, saya ingin memberitahukan bahwa saya telah memutuskan untuk menolak tawaran pekerjaan yang telah diajukan kepada saya. Keputusan ini bukanlah keputusan yang saya ambil dengan ringan, dan saya ingin menjelaskan bahwa ada faktor-faktor pribadi dan profesional yang memengaruhi keputusan ini.
Saya merasa sangat beruntung atas tawaran ini, dan saya menghargai kesempatan untuk bekerja bersama PT Yaop Sejahtera. Saya juga ingin menyatakan harapan saya untuk tetap menjaga hubungan yang baik di masa depan dan tidak menutup pintu untuk peluang lain yang mungkin muncul.
Saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi atas kesempatan ini dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul. Semoga PT Yaop Sejahtera terus berprestasi dan berhasil dalam semua upayanya.

Terima kasih dan hormat saya,
Aji Darmawan

3. Jelaskan Situasi Yang Masuk Akal

Jika Anda ingin menolak tawaran kerja dengan tetap terhormat, penting untuk menjelaskan situasi yang masuk akal kepada perusahaan. Hal ini dapat membantu mereka memahami alasan Anda dan mempertimbangkan keputusan Anda dengan lebih baik. Beberapa situasi yang masuk akal untuk menolak tawaran kerja meliputi:

  • Anda menerima tawaran kerja lain yang lebih sesuai dengan tujuan karier Anda saat ini.
  • Anda memutuskan untuk tetap bekerja di perusahaan Anda saat ini karena mendapatkan tawaran peningkatan atau promosi.
  • Ada perubahan dalam kondisi pribadi Anda, seperti masalah kesehatan atau keluarga, yang membuat Anda tidak dapat menerima tawaran tersebut saat ini.
  • Anda menyadari bahwa tawaran tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi Anda terkait posisi, gaji, atau tanggung jawab pekerjaan.
  • Terdapat faktor lain di luar kendali Anda, seperti izin kerja, yang membuat Anda tidak dapat menerima tawaran tersebut.

Dengan menjelaskan situasi yang masuk akal, Anda memberikan penjelasan yang jujur dan dapat dimengerti kepada perusahaan, yang dapat mengurangi kemungkinan menimbulkan kesalahpahaman atau ketidaknyamanan. Berikut ini ontoh Email Penolakan Tawaran Kerja yang Memberikan Jawaban Jujur:

Subject: Menolak Tawaran Pekerjaan – PT Yaop Sejahtera

Kepada HRD PT Yaop Sejahtera Ibu Novi,
Saya berharap Anda dalam keadaan baik. Terlebih dahulu, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk bergabung dengan PT Yaop Sejahtera.
Setelah mempertimbangkan dengan matang dan hati-hati, saya ingin menginformasikan bahwa saya harus menolak tawaran pekerjaan yang telah diajukan kepada saya untuk posisi Manajer Investasi di PT Yaop Sejahtera. Keputusan ini bukanlah keputusan yang saya buat dengan mudah, dan saya merasa perlu menjelaskan alasan di baliknya.
Saya ingin mengklarifikasi bahwa ini bukanlah sebuah evaluasi terhadap perusahaan atau tim PT Yaop Sejahtera. Saya sangat menghargai proses wawancara yang saya alami dan tim yang luar biasa yang saya temui selama tahap-tahap tersebut. Keputusan ini lebih berkaitan dengan perkembangan pribadi dan profesional saya saat ini.
Setelah menerima tawaran dari PT Yaop Sejahtera, saya juga menerima tawaran dari perusahaan lain yang lebih sesuai dengan arah karier yang sedang saya kejar. Setelah pertimbangan matang, saya merasa bahwa tawaran yang telah saya terima ini adalah langkah yang paling baik untuk perkembangan karier saya saat ini.
Saya sekali lagi ingin menyampaikan terima kasih atas kesempatan ini dan meminta maaf jika keputusan saya menimbulkan ketidaknyamanan. Saya berharap bahwa Anda akan memahami situasi ini, dan saya sangat menghargai waktu dan upaya yang Anda dan tim PT Yaop Sejahtera luangkan untuk mempertimbangkan saya sebagai calon karyawan.
Saya berharap Anda semua akan terus sukses dan berhasil dalam upaya perusahaan ini, dan mungkin suatu hari nanti, jalur kita akan bersilangan lagi.

Terima kasih dan hormat saya,
Aji Darmawan

4. Junjung Profesionalitas

Untuk menjalankan penolakan penawaran dengan menjunjung profesionalitas berarti Anda mengutamakan komunikasi yang jujur, tulus, dan menghargai perusahaan yang telah memberikan tawaran. Beberapa langkah yang harus diperhatikan agar saat menoak tawaran kerja Anda terkesan untuk menjunjung tinggri profesionlitas adalah:

  • Memberikan penjelasan yang sopan tentang alasan penolakan.
  • Menjaga komunikasi yang baik dengan perusahaan.
  • Dan mengekspresikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan.

Dengan mengutamakan profesionalitas, Anda menjaga reputasi Anda dan meningkatkan kemungkinan menjalin hubungan baik dengan perusahaan di masa depan. Berikut ini Contoh Email Penolakan Tawaran Kerja yang Profesional:

Subject: Menolak Tawaran Pekerjaan PT Yaop Sejahtera

Kepada: HRD PT Yaop Sejahtera

Hormat Bapak/Ibu HRD PT Yaop Sejahtera,
Saya berharap Anda dalam keadaan baik. Terlebih dahulu, saya ingin mengucapkan terima kasih atas tawaran pekerjaan yang telah Anda berikan kepada saya sebagai Manajer Keuangan di PT Yaop Sejahtera. Saya menghargai kesempatan ini dan pertimbangan yang telah Anda berikan kepada saya.
Setelah melakukan pertimbangan yang mendalam, saya ingin memberitahukan bahwa saya telah memutuskan untuk menolak tawaran pekerjaan ini. Keputusan ini tidak dibuat dengan ringan, dan saya menghormati perusahaan dan tim Anda di PT Yaop Sejahtera. Ada beberapa pertimbangan pribadi dan profesional yang telah mempengaruhi keputusan ini.
Saya ingin mengucapkan permintaan maaf saya jika keputusan ini menimbulkan ketidaknyamanan atau kerumitan dalam proses perekrutan Anda. Saya sangat menghargai waktu dan upaya yang telah Anda investasikan dalam proses ini.
Saya ingin menekankan bahwa saya tetap berharap untuk menjalin hubungan yang baik dengan PT Yaop Sejahtera. Saya sangat menghormati perusahaan Anda dan tim Anda, dan saya terbuka untuk kemungkinan bekerja sama di masa depan jika ada kesempatan yang lebih sesuai dengan tujuan dan kebutuhan karier saya.
Terima kasih sekali lagi atas kesempatan ini, dan saya berharap semoga PT Yaop Sejahtera terus sukses dalam upaya Anda. Saya berharap kita dapat menjaga hubungan positif di masa depan.

Hormat saya,
Aji Darmawan

5. Jangan Putuskan Hubungan

Jangan Putuskan Hubungan saat Menolak Tawaran Kerja Yang Tetap Terhormat adalah penting untuk mempertahankan profesionalisme dan etika dalam dunia kerja. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Jelaskan Alasan Anda Secara Sopan

Sampaikan alasan penolakan Anda secara sopan dan singkat. Anda tidak harus memberikan rincian terlalu mendalam, tetapi memberikan penjelasan yang jujur dan sopan dapat membantu perusahaan memahami alasannya.

2. Jangan Menunda-nunda

Cobalah untuk memberikan jawaban Anda secepat mungkin. Semakin cepat Anda memberi tahu perusahaan, semakin baik, sehingga mereka dapat mencari kandidat lain dengan segera.

3. Ungkapkan Harapan Anda untuk Tetap Terhubung

Meskipun Anda menolak tawaran saat ini, ungkapkan keinginan Anda untuk tetap menjalin hubungan baik dengan perusahaan. Sampaikan bahwa Anda menghargai perusahaan dan nilai-nilainya.

Berikut ini contoh email penolakan tawaran kerja yang tetap menjaga hubungan bersama perusahaan dengan baik:

Subject: Penolakan Tawaran Pekerjaan – PT Yaop Sejahtera

Kepada HRD PT Yaop Sejahtera,
Saya ingin mengucapkan terima kasih atas tawaran pekerjaan yang luar biasa dari PT Yaop Sejahtera. Saya sangat menghargai kesempatan ini dan berterima kasih atas waktu dan usaha yang Anda dan tim Anda berikan dalam proses seleksi ini.
Setelah pertimbangan yang mendalam, saya telah memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan lain yang saya rasa lebih sesuai dengan tujuan karier dan visi saya saat ini. Keputusan ini tidak mudah bagi saya, mengingat kesan positif yang saya dapatkan selama proses wawancara di PT Yaop Sejahtera.
Saya ingin menekankan bahwa saya sangat menghargai kesempatan ini dan nilai-nilai yang Anda perjuangkan di perusahaan Anda. Saya juga ingin menjaga hubungan baik dengan PT Yaop Sejahtera di masa depan.
Saya berharap kita tetap dapat menjalin hubungan baik, dan siapapun yang menjadi bagian dari PT Yaop Sejahtera akan menjadi teman dan mitra yang berharga bagi saya.
Sekali lagi, terima kasih banyak atas kesempatan ini. Saya menghargai pengertian dan dukungan dari Anda dan tim Anda selama proses ini.

Salam hormat,
Aji Darmawan

Ingatlah bahwa menolak tawaran kerja adalah keputusan yang pribadi dan profesional. Melakukan hal ini dengan cara yang terhormat akan membantu Anda mempertahankan integritas dan reputasi yang baik dalam dunia profesional.

Referensi:

  • Jason Sockin. Diakses pada 2023. Why Do Candidates Reject Job Offers? .
  • Rob Moss. Diakses pada 2023. Candidates more likely to back out of job offers. 
  • Handshake. Diakses pada 2023. How to respectfully decline a job offer (5 tips & examples).

Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!