10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

cara membuat portofolio yang baik

6 Cara Membuat Portofolio yang Baik Bagi Jobseeker

Jika ingin terlihat sebagai profesional yang meyakinkan, Anda perlu tahu cara membuat portofolio yang baik. Menurut beberapa sumber otoritatif artikel penelitian, sekitar 90 bagian otak manusia berfungsi untuk memproses sesuatu secara visual. 

Portofolio adalah kumpulan dokumen yang mewakili pekerjaan yang telah kita lakukan. Selain itu, portofolio juga dapat mencakup sejarah organisasi atau profesional dan prestasi yang dicapai. Portofolio Anda adalah catatan perkembangan keterampilan dan pencapaian Anda. 

Ini adalah tanda pencapaian dalam bidang tertentu. Misalnya, Anda seorang desainer. Portofolio dapat mencakup contoh ilustrasi, karya, atau karya lain yang menunjukkan keterampilan desain Anda.

6 Cara Membuat Portofolio yang Baik

Mengetahui cara untuk membuat portofolio yang baik itu sangat penting. Meski Anda memiliki segudang keahlian tetapi tidak disampaikan dengan cara yang tepat, tentu tidak akan tersampaikan baik oleh HRD

1. Jangan Terjebak dalam Format Portofolio Standar 

Apa tips Anda untuk membuat perekrut memperhatikan portofolio? Tidak masalah ketika Anda mengikuti format yang sudah tersedia, semisal melihat dari rekan yang sudah bekerja terlebih dahulu 

Namun, seiring berjalannya waktu dan kemajuan karir Anda, perlu sering memperbarui atau update portofolio Anda. Di era digital, tidak ada salahnya memperbaiki tampilan portofolio Anda sehingga tidak terlihat standar. 

2. Tunjukkan Kualifikasi Profesional Seiring dengan Prestasi 

Mungkin banyak di antara Anda yang memiliki segudang prestasi dan ingin memasukkannya ke dalam portofolio. Tentu semakin banyak prestasi yang relevan akan membuat Anda semakin dipertimbangkan oleh HRD, tetapi perlu perhatikan cara membuat portofolio yang baik

Misalnya saja Anda mendaftar ke posisi desain grafis dan pernah menjuarai lomba editing. Anda jangan hanya menuliskannya ke dalam portofolio, tetapi masukkan juga hasil karya yang membawa kemenangan tersebut.

3. Sederhanakan Portofolio Anda 

Hanya karena Anda memiliki banyak rekam jejak dan pengalaman kerja, bukan berarti harus memasukkan semuanya ke dalam portofolio. Ingat, Anda bukan satu-satunya yang melamar ke perusahaan yang sedang diincar. 

HRD jangan sampai bosan dengan portofolio Anda yang terlalu penuh, cukup sertakan hal-hal yang relevan saja. Misalnya, jika pekerjaan Anda menjadi seorang content creator, tidak perlu mencantumkan pengalaman sebagai MC atau sebagai juara pidato

Cara membuat portofolio yang baik berikut yakni menyederhanakan portofolio digital Anda adalah dengan membuat situs web satu halaman atau resume digital ringkas. Misalnya, fokus pada konten halaman dengan memberikan contoh banyak pekerjaan beserta nomor kontak dan alamat email 

Agar lebih representatif, Anda juga bisa menampilkan foto profil Anda agar terlihat seprofesional mungkin. Jangan sampai portofolio Anda telah baik, tetapi pas foto yang digunakan memiliki kualitas yang buruk

4. Jangan Lupa untuk Mempromosikan Diri Sendiri 

Anda dapat melakukan cara membuat portofolio yang baik ini dengan portofolio digital. Tidak masalah jika Anda seorang yang narsis. Setiap departemen SDM perusahaan ingin mengetahui siapa yang berada di balik pekerjaan yang tercantum dalam portofolio mereka. 

Tidak harus terlalu terbuka, Anda tidak perlu mengetahui riwayat pribadi keluarga. Jelaskan secara singkat latar belakang Anda, termasuk tanggal lahir, kebangsaan, latar belakang pendidikan, pengalaman dalam organisasi atau wilayah, dan riwayat pekerjaan. 

Juga, jangan lupa sertakan tim atau orang yang ingin Anda ajak bekerja sama. Ini berlaku untuk siapa saja yang ingin memulai startup atau mengerjakan proyek freelance dalam jangka panjang. Dengan tampilan profesional dan konten portofolio digital yang terorganisir, Anda dapat menarik orang yang tepat untuk diajak bekerja sama. 

5. Andalkan Bagian “Tentang Saya” untuk Menarik Perekrut 

Jangan pernah meremehkan bagian “Tentang Saya” atau bio di resume atau portofolio digital Anda. Semakin menarik kolom “Tentang Saya” tersebut, semakin baik tampilan resume Anda dan akan semakin banyak orang yang ingin bekerja sama. 

Untuk cara membuat portofolio yang baik yang kelima ini tidak kalah pentingnya. HRD tidak memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan CV Anda, setidaknya bisa mencuri perhatian mereka dengan sub “Tentang Saya” ini.

6. Tambahkan Rekomendasi Pelanggan

Elemen portofolio yang paling efektif adalah rekomendasi. Jika produk Anda telah digunakan oleh banyak pelanggan, jangan lupa untuk meminta mereka mengisi testimonial yang nantinya akan ditampilkan dalam portofolio digital Anda. 

Semakin banyak ulasan bagus yang Anda miliki, semakin besar kemungkinan diperhatikan oleh banyak bisnis lain yang kebetulan membutuhkan produk dan layanan yang ditawarkan. Sehingga hal tersebut juga bisa meningkatkan penghasilan Anda

Untuk meningkatkan jumlah referensi untuk produk dan layanan Anda, selalu ingat untuk berterima kasih kepada pelanggan sebelumnya dan tetap terhubung. Jangan lupa untuk memperbarui portofolio Anda sesuai kebutuhan karena itulah nilai jual Anda.Demikian beberapa tips dari kami yang bisa meningkatkan kualitas dari portofolio atau resume Anda. Untuk Anda yang sedang mencari cara membuat portofolio yang baik, pastikan selalu memahami pembahasan kami di atas.

Bagikan Artikel: