7 Cara Menjawab Berapa Gaji yang Diinginkan dan Contohnya

Cara menjawab berapa gaji yang diinginkan adalah informasi paling dicari bagi para pelamar kerja. Apalagi Anda merupakan orang baru lulus dari sekolah menengah atas atau SLTA. Pastinya akan kebingungan ketika mendapatkan pertanyaan tersebut.

Melamar kerja zaman sekarang sangat mudah, dan rata rata menggunakan media online untuk memasukan berkas lamarannya. Berbeda dengan zaman dahulu yang masih menitipkan berkas lamaran kerja ke pihak satpam untuk disampaikan pada HRD.

Ternyata akan lebih mudah dan cepat terpanggil oleh pihak rekrutmen perusahaan, apabila telah memenuhi persyaratan. Untuk melewatkan langkah tersebut, Anda harus melakukan proses pemberkasan terlebih dahulu. Setelah itu akan mendapatkan panggilan tes.

Menurut Indeed, penting bagi Anda untuk mengetahui kapan dan bagaimana menawarkan gaji serta faktor-faktor yang harus berkontribusi pada keputusan terkait gaji yang diinginkan.

Cara menjawab berapa gaji yang diinginkan biasanya ada ditahapan proses seleksi melalui interview oleh HRD. Pada langkah ini banyak sekali para pelamar gagal untuk menjawabnya dengan tepat. Oleh karena itu, kami akan memberikan tips terbaik supaya lolos interview ikuti saja penjelasan kami di bawah ini.

Baca Juga : Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia Perlu Diketahui

Cara Menjawab Berapa Gaji yang Diinginkan

1. Melakukan Riset

Langkah pertama yang Anda bisa lakukan ketika proses interview dalam hal gaji adalah dengan melakukan riset terlebih dahulu. Misalnya, apabila Anda memiliki pengalaman kerja disuatu perusahaan, cantumkan gaji yang pernah didapatkan.

Tetapi ketika Anda seorang fresh graduate dan belum memiliki pengalaman kerja diperusahaan, bisa menggunakan riset UMR. Di mana semua perusahaan akan berpacu gaji minimal atau pokok sesuai dengan ketentuan daerah.

Jika Anda merupakan lulusan dari universitas ternama dan telah memiliki penghargaan dari beberapa pihak, maka bisa negosiasi gaji. Dengan cara memperlihatkan dan menceritakan segala pengalaman, dapat diperkuat dengan menggunakan sertifikat.

2. Pertimbangkan Posisi atau Jabatan

Mempertimbangkan posisi atau jabatan mengacu pada fokus untuk mengevaluasi tidak hanya penawaran gaji, tetapi juga seluruh gambaran dari peran tersebut. Ini adalah pendekatan yang baik untuk memastikan bahwa kandidat memilih posisi yang sesuai dengan tujuan karier dan nilai pribadi mereka, bukan hanya berdasarkan gaji semata.

Pertimbangkan Posisi atau Jabatan dalam konteks penawaran gaji merujuk pada proses evaluasi yang dilakukan oleh kandidat terhadap posisi atau jabatan yang diajukan oleh perusahaan. Ini berarti bahwa kandidat tidak hanya melihat angka gaji yang ditawarkan, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor lain yang terkait dengan peran tersebut sebelum menerima atau menolak penawaran gaji.

3. Pertimbangkan Kemampuan dan Pengalaman yang Dimiliki

Ketika memiliki kemampuan unik dan jarang ada yang bisa, maka bisa jadi Anda adalah yang paling dicari oleh perusahaan. Misalnya mampu berkomunikasi dalam bahasa jepang.  Pastinya Anda akan langsung diterima diperusahaan jepang di daerah Indonesia. Pengalaman yang baik juga sangat penting dalam dunia kerja.

Tetapi apakah Anda pernah berpikir cara menjawab berapa gaji yang diinginkan, pastinya akan sedikit kebingungan. Tetapi cantumkan saja gaji sesuai dengan keinginan dan tentunya harus sesuai dengan kemampuan.

Jangan takut salah ketika menjawab pertanyaan tersebut, karena ada kemungkinan besar diterima dengan skill yang mumpuni.

Ternyata menjawab semua pertanyaan interview sangat mudah ketika sudah mengetahui beberapa tipsnya. Termasuk pada artikel kami yang membahas cara menjawab berapa gaji yang diinginkan.



4. Pertimbangkan Gaji Sebelumnya

Pertimbangan gaji sebelumnya berarti praktik di mana perusahaan atau pihak HR mempertimbangkan gaji terakhir atau gaji saat ini dari seorang kandidat atau karyawan sebagai dasar untuk menentukan besaran kenaikan gaji. Ini berarti bahwa ketika perusahaan sedang membahas kenaikan gaji atau penawaran gaji baru, gaji sebelumnya yang pernah diterima oleh kandidat atau karyawan tersebut menjadi pertimbangan penting.

Beberapa yurisdiksi dan negara telah membatasi atau melarang penggunaan pertimbangan gaji sebelumnya dalam keputusan kenaikan gaji atau penawaran gaji baru. Praktik-praktik yang lebih adil, seperti mengacu pada gaji pasar untuk posisi yang sama atau menggunakan penetapan gaji berdasarkan keterampilan dan tanggung jawab pekerjaan, dapat mengatasi beberapa masalah yang terkait dengan praktik Pertimbangkan Gaji Sebelumnya.

5. Berikan Kisaran, Jangan Langsung Menyebut Gaji

Cara menjawab berapa gaji yang diinginkan selanjutnya adalah berikan kisaran dan jangan langsung menyebutkan gaji.

Jawablah dengan beberapa informasi terlebih dahulu mengenai gaji dari bidang tersebut, kemudian berikan kisaran nominalnya. Tetapi jangan kurang atau lebih dari informasi tersebut. Karena pihak perusahaan akan mempertimbangkannya kembali.

Contoh jawabanya seperti ini, saya ingin mengetahui terlebih dahulu mengenai tugas dalam bidang pekerjaan ini. Kemudian telah melakukan riset informasi tentang kisaran gaji tersebut, sekitar Rp.xxx sampai Rp.xxx .

6. Negosiasi Gaji Sesuai dengan Pengalaman

Dalam proses negosiasi gaji sesuai dengan pengalaman, penting untuk melakukan riset, memiliki pandangan yang realistis, dan berkomunikasi dengan profesionalisme. Tidak semua negosiasi gaji akan menghasilkan kenaikan gaji yang lebih besar, tetapi penting untuk memastikan bahwa gaji yang diterima sesuai dengan nilai dan kontribusi yang dihadirkan oleh individu.


Negosiasi gaji sesuai dengan pengalaman merujuk pada proses di mana seorang kandidat atau karyawan yang menerima penawaran gaji baru atau kenaikan gaji berupaya untuk mendapatkan kompensasi yang mencerminkan pengalaman kerja, keterampilan, dan kontribusinya. Tujuan utama dari negosiasi ini adalah untuk memastikan bahwa gaji yang ditawarkan atau diterima sejalan dengan nilai yang dimiliki oleh individu berdasarkan pengalamannya.

7. Lakukan dengan Sopan dan Ramah

Ingatlah bahwa meskipun Anda ingin memperjuangkan gaji yang lebih baik, tetaplah menjaga sikap profesional dan hormat dalam komunikasi Anda. Ini akan membantu membangun hubungan kerja yang baik dan menghasilkan hasil yang lebih positif dalam jangka panjang.

Kenaikan gaji dilakukan dengan sopan dan ramah merujuk pada pendekatan profesional dan hormat yang digunakan ketika seseorang ingin meminta atau mendiskusikan peningkatan gaji dengan atasan atau pihak yang berwenang dalam perusahaan. Ini berarti bahwa seseorang mengajukan permintaan kenaikan gaji dengan cara yang menghormati proses, norma-norma, dan hubungan kerja yang ada.

Baca Juga : Apa Itu Surat Permohonan Kenaikan Gaji?

Contoh Jawaban Berapa Gaji yang Diinginkan



1. Contoh 1

“Sebagai seorang profesional dengan pengalaman di industri ini dan latar belakang dalam peran serupa, saya memahami bahwa kompensasi yang adil sesuai dengan tanggung jawab dan kontribusi yang saya bawa ke perusahaan. Berdasarkan riset dan informasi yang saya kumpulkan, kisaran gaji yang umum untuk posisi ini di pasaran adalah antara [range gaji yang relevan dengan posisi dan lokasi]. Namun, lebih dari sekedar nominal gaji, saya lebih tertarik pada kesempatan untuk terlibat dalam proyek yang menantang, berkontribusi pada tim, dan terus berkembang dalam lingkungan profesional. Saya yakin kita dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.”

2. Contoh 2

“Saya sangat antusias dengan peluang untuk bergabung dengan perusahaan ini dan memberikan kontribusi terbaik saya. Berbicara mengenai gaji, saya meyakini bahwa kompensasi yang adil adalah yang sesuai dengan nilai yang bisa saya bawa ke perusahaan dan juga sejalan dengan standar industri. Berdasarkan riset saya, kisaran gaji yang umum untuk posisi ini di pasaran adalah sekitar [range gaji yang relevan dengan posisi dan lokasi]. Namun, saya lebih tertarik pada kesempatan untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan hasil kerja yang luar biasa. Saya yakin bahwa, jika saya cocok dengan peran ini, kita bisa mencapai kesepakatan yang memuaskan bagi kedua belah pihak.”

3. Contoh 3

“Sebagai pelamar yang bersemangat, saya lebih fokus pada peluang untuk belajar, berkontribusi, dan berkembang di lingkungan kerja yang menarik. Saya percaya bahwa gaji adalah faktor penting, tetapi saya lebih tertarik pada kesempatan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Namun, saya berharap gaji yang kompetitif dan sebanding dengan tanggung jawab dan kontribusi yang saya berikan.”

4. Contoh 4

“Saya sangat tertarik dengan kesempatan ini dan saya yakin perusahaan ini memiliki kebijakan yang adil dalam menentukan kompensasi bagi karyawan. Berdasarkan penelitian saya tentang standar gaji untuk peran ini di industri ini dan wilayah ini, saya berharap gaji yang sebanding dengan tingkat tanggung jawab dan kontribusi yang diharapkan. Namun, saya lebih tertarik pada kesempatan untuk berkontribusi dan belajar di lingkungan yang dinamis dan inovatif.”

5. Contoh 5

“Saya berharap gaji yang mencerminkan nilai yang saya bawa, pengalaman yang saya miliki, serta tantangan dan tanggung jawab dalam peran ini. Saya sangat terbuka untuk mendiskusikan rincian lebih lanjut.”

6. Contoh 6

“Saat ini, gaji bukanlah faktor utama bagi saya. Yang lebih penting adalah kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan memberikan dampak positif dalam peran ini. Tentu saja, saya mengharapkan penawaran yang adil.”

7. Contoh 7

“Saya lebih tertarik untuk memahami lebih dalam tentang tanggung jawab dan tuntutan pekerjaan sebelum membicarakan gaji. Namun, saya berharap gaji yang sesuai dengan pengalaman dan kontribusi yang saya bisa berikan.”


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Seluruh informasi yang ada pada artikel ini dibuat semata-mata untuk memberikan pengetahuan yang bersifat umum. Dapatkan berbagai informasi terkait melamar pekerjaan agar lamaran kerja Anda sukses diterima perusahaan.

Temukan lowongan kerja yang paling sesuai dengan pengalaman dan skill yang Anda miliki di Pintarnya. Download pintarnya melalui link ini, dan temukan puluhan ribu perusahaan terverifikasi pasang loker gratis tanpa batas di Pintarnya.