Perbedaan psikolog dan psikiater

5+ Perbedaan Psikolog dan Psikiater

Pada era modern seperti sekarang, bisa diketahui jika ada beberapa perbedaan psikolog dan psikiater yang belum diketahui oleh banyak orang. Meski sama-sama menangani masalah kejiwaan, namun perlu diingat jika dua ilmu ini benar-benar memiliki perbedaan. 

Dari tahun ke tahun, masalah mengenai gejala kecemasan dan depresi di remaja usia 16-24 tahun memang masih memiliki tingkat presentase yang cukup tinggi. Dari fakta tersebut, 95,4% di dalamnya bahkan menyatakan kurang memahami bagaimana cara mengatasi perasaan stres.

Jika bicara soal kesehatan jiwa, maka perlu diketahui jika permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele. Untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut, maka dibutuhkan tenaga ahli seperti halnya psikolog maupun psikiater. 

Perbedaan Psikolog dan Psikiater Secara Garis Besar

Dalam artian sederhana, psikolog adalah seorang ahli dalam bidang psikologi yang berfokus pada penanganan perilaku dan kesehatan mental. Sedangkan untuk psikiater yaitu seorang dokter spesialis jiwa di mana bertanggung jawab pada gangguan mental seseorang.

Meski kedua profesi di atas sama-sama menangani kesehatan mental, namun perlu dipahami jika psikolog dan psikiater tidak sepenuhnya sama. Dilansir dari Halodoc, psikolog tidak dapat meresepkan obat. Sedangkan psikiater dapat meresepkan obat.

Baca juga: Cara menjadi penulis lepas

Perbedaan Psikolog dan Psikiater Secara Spesifik

Meski sebelumnya dibahas perbedaan mengenai psikolog dan psikiater secara luas, namun di sini akan dibahas secara mendalam apa saja perbedaan yang membedakan dua profesi tersebut. Apa saja perbedaannya yaitu sebagai berikut. 

1. Latar belakang pendidikan

Perbedaan psikolog dan psikiater yang pertama  dapat ditemukan dari latar belakang pendidikannya. Dalam hal ini, psikolog merupakan ilmu sosial, sedangkan psikiater adalah cabang dari ilmu kedokteran. 

Untuk bisa menjadi seorang psikolog, tentunya Anda harus menempuh pendidikan S1 dari Ilmu Psikologi. Untuk psikiater, kalian harus menempuh pendidikan S1 kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter umum terlebih dahulu. 

2. Ruang lingkup bidang kerja

Dari sisi ruang lingkup kerjanya, psikolog memiliki peran dalam menyelidiki gejala dari sisi non medis. Adapun yang dimaksud dapat berupa pola asuh, tumbuh kembang anak hingga dewasa, susunan keluarga, serta yang lainnya.

Sedangkan untuk psikiater sendiri akan berfokus dengan gejala dari sisi medis. Psikiater memiliki tanggung jawab untuk memberikan diagnosis gangguan mental seorang pasien beserta pengobatannya. 



3. Wewenang dalam memberikan obat

Perbedaan psikolog dan psikiater yang selanjutnya dapat dilihat dari wewenang untuk memberikan obat kepada pasien. Pada saat mengemban bangku perkuliahan kedokteran, tentunya kalian akan mempelajari ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia.

Dengan dasar tersebut, maka seorang psikiater dapat memberikan resep dan terapi obat-obatan kepada pasiennya. Psikolog secara langsung juga hanya fokus kepada aspek sosial yang dimiliki pasien.

Dalam hal ini, psikolog hanya memiliki wewenang dalam memberikan terapi. Selain itu, psikolog juga dapat melakukan serentetan tes psikologi seperti halnya tes IQ, tes kepribadian, dan sebagainya. 

4. Cara yang berbeda saat melakukan terapi

Secara umum, baik psikolog maupun psikiater sebenarnya sama-sama mendalami ilmu mengenai kejiwaan. Kedua profesi ini secara langsung juga memiliki konsentrasi praktik yang sama. Selain itu, keduanya juga saling bekerjasama dalam memberikan terapi terbaik kepada para pasien.

Meski sama-sama memberikan terapi terbaik, namun bentuk yang diberikan akan berbeda. Seorang psikolog biasanya akan memberikan terapi berupa konseling psikososial. Sedangkan psikiater akan memberikan terapi dalam bentuk psikoterapi atau psikofarmakologi.

5. Tujuan dalam proses penanganan keluhan

Perbedaan psikolog dan psikiater yang terakhir dapat dilihat dari tujuan pasien saat datang dan berkonsultasi pada dua profesi tersebut. Secara langsung, psikolog menjadi tempat terbaik untuk berkonsultasi, sedangkan psikiater digunakan khusus untuk pengobatan. 

Demikian beberapa perbedaan mengenai psikolog dan psikiater yang perlu kalian pahami. Dengan modal informasi mengenai perbedaan psikolog dan psikiater di atas, maka hal tersebut akan memudahkan Anda dalam memahami seputar dunia kesehatan mental. 

Baca juga: Cara menjadi psikolog

Contoh Psikolog dan Psikiater di Indonesia

1. Contoh Psikolog

Dr. Sarlito W. Sarwono
Seorang psikolog terkenal di Indonesia dan penulis buku-buku psikologi terkemuka. Beliau juga merupakan pendiri dari Lembaga Psikologi Universitas Indonesia.

Dr. Dewi Retno Suminar
Psikolog dengan pengalaman dalam bidang konseling dan terapi. Beliau memiliki peran aktif dalam pengembangan konseling di Indonesia.

Dr. Erlina Burhan
Psikolog klinis yang juga dikenal sebagai penulis dan pembicara dalam berbagai seminar dan workshop terkait psikologi dan kesehatan mental.



2. Contoh Psikiater

Dr. Andri Sp.KJ
Seorang psikiater dengan pengalaman dalam diagnosis dan pengobatan gangguan jiwa. Beliau juga dikenal sebagai pembicara dalam acara-acara terkait kesehatan mental.

Dr. Henry Novianus SP.KJ
Psikiater dengan berbagai pengalaman dalam penanganan gangguan mental dan emosional. Beliau juga aktif dalam memberikan edukasi mengenai kesehatan mental.

Dr. Harris M. Sp.KJ
Psikiater yang terlibat dalam pelayanan kesehatan mental dan konsultasi psikiatri di beberapa rumah sakit terkemuka di Indonesia.


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!