drafter adalah profesi yang sama dengan arsitek

Drafter: Pengertian, Jenis, Tugas, Tanggung jawab, Gaji Hingga Skill Yang Mesti di Kuasa!

Drafter memang kerap menjadi profesi yang dipertanyakan oleh banyak orang. Selain karena nama profesi ini yang cukup asing di telinga banyak orang, drafter juga biasa dikenal dengan urusan yang hanya terkait gambar-menggambar. Namun yang banyak orang belum ketahui adalah, drafter merupakan profesi yang memerlukan kejelian dan detail dalam hal suatu gambar yang dikerjakannya.

Tugas utama drafter pada dasarnya melingkupi pekerjaan merancang, merangkai, menyusun suatu objek gambar yang diperlukan. Namun drafter juga memiliki tugas lainnya seperti mendetailkan bentuk gambar yang berhubungan dengan bidang teknik.

Profesi drafter sendiri berguna untuk mempermudah dan memperjelas kepada banyak pihak agar bisa mengerti dalam membentuk suatu objek gambar.Tak heran, profesi drafter sangat berkaitan erat dengan industri yang didalamnya membutuhkan bidang mesin industri, bangunan, arsitektur, sampai pembuatan pesawat.

Saat ini profesi drafter juga telah mengikuti perkembangan zaman. Jika dulu Anda kerap melihat seorang drafter menggunakan papan gambar dan pensil untuk melakukan pekerjaannya, Saat ini seorang drafter hanya membutuhkan laptop ataupun tablet untuk dapat melakukan pekerjaan tersebut.

Dengan begitu, profesi drafter juga telah terbantu banyak oleh adanya perangkat lunak yang dapat mempermudah pekerjaan yang mereka lakukan. Umumnya seorang drafter tidak akan asing dengan perangkat lunak atau software seperti Sketchup, ArchiCAD, 3ds Max, AutoCad dan lain sejenisnya.

Baca juga: Account Officer mulai dari Pengertian, Tugas, Gaji Dan Skill Yang Wajib Dimiliki

Apa Itu Drafter?

Drafter adalah profesi yang sangat erat kaitannya dengan profesi insinyur dan arsitek dalam hal desain yang kemudian menjadikan rancangan tersebut menjadi gambar dan rencana teknis menggunakan perangkat lunak. Untuk itu, tak heran jika seorang drafter akan sangat sering bekerja sama dengan insinyur maupun arsitek.

Tugas utama dari seorang Drafter pada intinya adalah membuat skema untuk dicetak, dilihat, atau di program langsung ke dalam sistem Pemodelan Informasi Bangunan dan sistem Manajemen Data Produk. Skema ini membuat model digital mesin atau bangunan.

Untuk menjadi seorang drafter profesional, Anda perlu mendapatkan gelar associate atau sertifikat umum yang kerap digunakan untuk kebutuhan sebagai konseptor. Namun saat ini terdapat beberapa kursus spesifik untuk menjadi seorang drafter yang menawarkan pelatihan pembuatan sketsa dengan baik

Jenis-jenis Drafter

Sebelum Anda terjun lebih jauh ke dalam dunia profesi drafter, Ada baiknya Anda mengenali beberapa jenis-jenis drafter yang memiliki prospek kerja luas saat ini. Adapun beberapa jenisnya seperti: 

1. Architectural Drafters

architectural drafter adalah posisi yang bertugas secara penuh untuk menangani pekerjaan menggambar teknik untuk arsitektur dalam pembuatan suatu bangunan atau gedung.

2. Civil Drafters

Berbeda dengan architectural drafters,Menurut Zip Recruiter, Civil drafters adalah posisi drafter yang berhubungan dengan pembuatan topografi,peta dan proyek-proyek sipil lainnya semisal, gambar jalan, bendungan, jalan, dan sebagainya.



3. Aeronautical Drafters

Aeronautical drafters adalah posisi yang memiliki keahlian dalam membuat gambar roket, pesawat terbang, peluru kendali atau rudal dan hal-hal yang berkaitan dengan itu ialah pekerjaan yang dilakukan oleh aeronautical drafters.

4. Mechanical Drafters

Untuk Anda yang membutuhkan desain terkait mesin yang akan Anda buat atau gunakan, Mungkin mechanical drafters merupakan posisi yang mesti Anda cari. Pasalnya Mechanical Drafters adalah posisi yang memiliki tanggung jawab penuh dalam membuat gambar-gambar detail perakitan seputar mesin-mesin industri atau sejenisnya.

5. Electronics Drafters

Sesuai dengan namanya, Electronics Drafters merupakan posisi dari drafter yang memiliki tanggung jawab penuh dalam menggambar skema dan layout instalasi listrik dan hal-hal semacamnya adalah pekerjaan yang dilakukan electronics drafter.

6. Photovoltaic Drafters

Jika Anda tertarik untuk menggeluti bidang ini, Anda akan bekerja dengan menggambar lokasi interventer pad dan konstruksi pelat terlebih dahulu. Tak hanya menggambar keduanya, untuk dapat menggeluti profesi sebagai Photovoltaic Drafters, Anda juga memiliki tanggung jawab penuh dalam menggambar rincian spesifik PV perakitan sistem.

Baca juga: Apa sih Front Office Itu? Mulai Dari Tugas, Gaji Dan Tanggung Jawab!

Tugas Drafter

Tugas utama dari seorang drafter pada dasarnya akan tergantung dengan bidang yang digelutinya. Namun dalam hampir semua bidang, seorang drafter memiliki tanggung jawab dan tugas seperti:

  • Mengimajinasikan atau merealisasikan bayangan ke dalam sebuah gambar yang lebih mudah dimengerti dan mudah dipahami
  • Mendetailkan dan memperjelas gambaran atau rancangan awal yang telah dibuat arsitektur, desainer atau engineer
  • Menggunakan software atau program Computer Aided-Drafting (CAD) dalam mengerjakan gambar yang dibuatnya
  • Ikut mengkoordinasikan hasil pekerjaannya kepada pihak-pihak yang berkaitan dan berurusan dengan desain dari suatu hal yang dikerjakannya.

Jika Anda tertarik untuk menjadi seorang drafter, beberapa tanggung jawab di atas merupakan tanggung jawab utama yang akan Anda hadapi baik secara langsung maupun tidak langsung.



Peran dan Tanggung Jawab Drafter

Saat ini, drafter juga bukan hanya diperlukan dalam industri berskala besar, Drafter juga dapat melakukannya pekerjaannya untuk skala kecil seperti menjadi drafter interior sebuah gedung maupun rumah. Dalam menjalankan profesi tersebut, biasanya seorang drafter akan memiliki tanggung jawab seperti:

  • Melakukan perencanaan dekorasi dalam ruangan (interior) seperti penerangan dan pemilihan motif wallpaper rumah sesuai dengan permintaan klien.
  • Memberi konsultasi bentuk dekorasi ruangan.
  • Melakukan kontrol pelaksanaan dekorasi dalam ruangan agar semua berjalan sesuai dengan perencanaan sebelumnya.

Bagaimana Peluang Kerja Drafter di Indonesia?

Peluang kerja Drafter di Indonesia sejauh ini tergolong cerah dan menggiurkan. Pasalnya, profesi ini akan tetap dibutuhkan oleh banyak pihak selama proyek pembangunan apapun masih berjalan dengan baik. 

Selain itu, profesi drafter juga merupakan profesi yang kerap bersinggungan dengan arsitek maupun perancang lainnya, hal ini lah yang membuat seorang drafter dapat kapan saja memulai skup baru di pekerjaan sehari harinya.

Tak heran jika Anda akan sering melihat beberapa lowongan pekerjaan drafter di banyak aplikasi pencarian kerja yang di update setiap harinya. Hal ini dapat terjadi karena masih banyaknya perusahaan  atau pihak yang membutuhkan seorang drafter untuk mempermudah pekerjaannya.

Jenjang Karir Drafter

Sebagai seorang drafter, peran Anda adalah mengubah konsep desain menjadi gambar teknis yang detail dan terperinci. Anda akan bekerja sama dengan arsitek, insinyur, atau desainer lainnya untuk menghasilkan gambar kerja yang dapat digunakan dalam proses konstruksi. Profesi ini membutuhkan pemahaman yang kuat tentang teknik perancangan, standar dan peraturan yang berlaku, serta keahlian dalam menggunakan perangkat lunak desain dan pemodelan yang relevan. Berikut tingkatan jenjang karir yang dapat menjadi pertimbangan Anda sebagai seorang drafter:

1. Drafter Pemula

Jenjang karir drafter dimulai dengan menjadi seorang drafter pemula. Pada tahap ini, Anda akan belajar dasar-dasar perancangan, menguasai perangkat lunak perancangan seperti AutoCAD, SketchUp, atau Revit, dan memahami proses perancangan. Anda akan bekerja di bawah pengawasan drafter senior atau arsitek, mendapatkan pengalaman praktis, dan meningkatkan keahlian Anda dalam menghasilkan gambar teknis yang akurat.

2. Drafter Tingkat Menengah

Setelah memperoleh pengalaman yang cukup sebagai drafter pemula, Anda dapat naik ke posisi drafter tingkat menengah. Pada tingkat ini, Anda akan mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam proyek perancangan. Anda akan mengerjakan tugas yang lebih kompleks, seperti mengembangkan gambar konstruksi, mengkoordinasikan dengan tim proyek, dan memastikan kepatuhan terhadap standar perancangan yang berlaku. Pada tahap ini, penting untuk terus mengasah keterampilan teknis Anda dan meningkatkan pemahaman tentang prinsip-prinsip desain yang lebih mendalam.

3. Drafter Senior

Langkah berikutnya dalam jenjang karir drafter adalah menjadi drafter senior atau lead drafter. Pada tingkat ini, Anda akan menjadi ahli dalam bidang perancangan. Anda akan bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mengawasi tim drafter, memberikan bimbingan teknis kepada anggota tim, dan berkolaborasi dengan para profesional lain dalam proyek perancangan. Sebagai drafter senior, Anda juga akan terlibat dalam mengambil keputusan strategis terkait perancangan, meninjau dan mengevaluasi gambar teknis, serta memastikan kualitas dan akurasi yang tinggi dalam setiap proyek.

Untuk meraih kesuksesan dalam jenjang karir drafter, penting untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda. Anda dapat mengikuti pelatihan tambahan, mengikuti kursus sertifikasi, atau mengambil gelar terkait dalam bidang perancangan. Selain itu, penting juga untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi dan perangkat lunak perancangan yang baru muncul.

Baca juga: Berapa Besar Gaji Arsitek di Indonesia? Ini Ulasannya

Rata Rata Gaji Drafter Di Indonesia

Pada umumnya rata rata gaji drafter akan melebih UMK atau UMR dari daerah tempat seorang drafter bekerja. Hal ini karena drafter merupakan pekerjaan yang membutuhkan skill yang tidak bisa dikuasai oleh semua orang.

Selain itu, Sektor industri yang berbeda mempengaruhi tingkat gaji untuk seorang drafter. Setidaknya, gaji seorang drafter AutoCAD bisa mencapai 3 juta lebih. Namun jangan remehkan gaji seorang drafter, di beberapa daerah dan tempat seorang drafter bisa mendapatkan gaji sekitar Rp 30 juta per bulan sesuai dengan skill yang dimilikinya.

Potensi Gaji Drafter Freelance

Gaji drafter freelance dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk pengalaman, tingkat keahlian, dan jenis proyek yang ditangani. Namun, sebagai panduan umum, berikut adalah perkiraan gaji drafter freelance di Indonesia:

  • Drafter freelance pemula: Rp 25.000 sampai Rp 35.000 per jam.
  • Drafter freelance berpengalaman: Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per jam.

Perlu diingat bahwa angka-angka di atas hanya perkiraan dan dapat berbeda tergantung pada lingkungan kerja dan negosiasi Anda dengan klien. Selain itu, sebagai drafter freelance, Anda juga dapat menentukan sendiri tarif Anda berdasarkan tingkat keahlian dan nilai yang Anda tawarkan kepada klien.

Salah satu keuntungan menjadi drafter freelance adalah fleksibilitas waktu. Sebagai seorang freelancer, Anda memiliki kebebasan untuk menentukan jadwal kerja Anda sendiri. Anda dapat menerima proyek sesuai dengan preferensi Anda dan menjalankan bisnis Anda sendiri. Namun, sebagai konsekuensinya, Anda harus memiliki keterampilan manajemen waktu yang baik untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Skill dan Pengetahuan yang Harus Dikuasai Oleh Seorang Drafter

Skill dan Pengetahuan yang Harus Dikuasai Oleh Seorang Drafter. Sumber: istockphoto.com

Drafter adalah profesi yang cocok dimana mereka mencari pekerjaan lulusan sma/smk. Tidak hanya semata-mata lulusan SMA/SMK yang diterima bekerja untuk drafter, melainkan mereka harus mengerti dan paham untuk membaca berbagai gambar teknik (shop drawing) dan mengaplikasikannya dalam software, baik itu software desain 2D atau 3D.

Banyak perusahaan yang mengatakan bahwa drafter adalah profesi yang menjanjikan bagi tamatan SMA/SMK. Perusahaan lebih melihat kemampuan drawing saat dilakukan test penerimaan daripada melihat nilai rapor atau IPK. Tentunya perusahaan lebih memilih mereka yang siap langsung bekerja daripada harus mentraining orang baru.

Teknik menggambar menggunakan software seperti AutoCAD bisa dipelajari secara otodidak melalui video atau buku dan bagi mereka yang lulusan SMK, mereka mempelajarinya di sekolah. AutoCAD adalah software yang bisa dipelajari bagi pelajar dengan versi gratisnya yaitu Autodesk Student

Jadi, drafter adalah profesi yang tidak menuntuk harus memiliki pendidikan tinggi tetapi mensyaratkan harus memiliki ilmu dasar mengenai drafting itu sendiri.

Mendapatkan pengetahuan yang tepat dan memadai merupakan langkah penting dalam mempersiapkan diri untuk menjadi seorang drafter yang sukses. Sebagai seorang drafter, Anda perlu memahami berbagai konsep dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan ini. Berikut pengetahuan kunci yang harus dimiliki untuk menjadi seorang drafter yang handal.

1. Memahami Prinsip Desain dan Gambar Teknik

Seorang drafter harus memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip desain dan gambar teknik. Ini termasuk pemahaman tentang skala, proporsi, perspektif, dan penempatan objek. Pengetahuan tentang standar gambar teknik dan simbol-simbol yang digunakan juga sangat penting. Anda perlu bisa membaca, memahami, dan menghasilkan gambar teknik dengan akurasi yang tinggi.

2. Menguasai Perangkat Lunak Desain

Keterampilan menggunakan perangkat lunak desain seperti AutoCAD, SolidWorks, atau perangkat lunak CAD (Computer-Aided Design) lainnya adalah keahlian yang penting bagi seorang drafter. Anda perlu menguasai perangkat lunak ini agar dapat membuat gambar teknik dengan presisi dan efisiensi yang tinggi. Selain itu, pemahaman tentang perangkat lunak pemodelan 3D juga akan memberikan keuntungan tambahan.

3. Pengetahuan Mengenai Materi dan Proses Produksi

Seorang drafter harus memahami berbagai jenis bahan yang digunakan dalam desain dan konstruksi. Pengetahuan tentang sifat-sifat bahan, kekuatan, keawetan, dan aplikasi yang sesuai sangat penting untuk menghasilkan desain yang fungsional dan efektif. Anda juga perlu memahami proses produksi yang terlibat dalam pembuatan produk, mulai dari konsep hingga pengiriman akhir.

4. Pemahaman Terhadap Standar dan Regulasi

Sebagai seorang drafter, Anda harus mengikuti standar dan regulasi yang berlaku dalam industri Anda. Pengetahuan tentang standar keselamatan, standar lingkungan, dan peraturan pemerintah yang relevan sangat penting. Pastikan Anda selalu mengikuti perkembangan terbaru dalam industri dan memastikan bahwa desain Anda memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

5. Kemampuan Komunikasi dan Kolaborasi

Seorang drafter juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Anda perlu dapat berkomunikasi dengan jelas dan efektif dengan anggota tim lainnya, termasuk insinyur, arsitek, dan klien. Kemampuan kolaborasi yang baik juga penting dalam bekerja secara tim dan menyelesaikan proyek dengan sukses.

Dalam mengembangkan karir sebagai seorang drafter, penting untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda. Ikuti pelatihan dan kursus terbaru dalam bidang desain dan teknologi. Selalu menjadi pribadi yang berpikiran terbuka terhadap perkembangan industri dan terus berinovasi dalam pekerjaan Anda.

Jurusan Kuliah yang Diperlukan untuk Menjadi Seorang Drafter

Dalam industri desain dan konstruksi, seorang drafter memegang peran penting dalam membuat gambar teknis yang akurat dan detail. Jika Anda tertarik untuk menjadi seorang drafter, ada beberapa jurusan kuliah yang dapat Anda pertimbangkan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam profesi ini. Berikut adalah beberapa jurusan yang relevan untuk mengejar karir sebagai seorang drafter.

1. Teknik Sipil

Jurusan Teknik Sipil akan memberikan pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip desain struktural dan perencanaan bangunan. Anda akan mempelajari cara membaca dan menghasilkan gambar teknis untuk proyek-proyek infrastruktur, seperti jembatan, gedung, jalan, dan saluran air. Pengetahuan ini sangat penting bagi seorang drafter dalam menghasilkan gambar teknis yang akurat dan sesuai dengan standar industri.

2. Teknik Arsitektur

Jurusan Teknik Arsitektur akan memberikan pemahaman yang mendalam tentang desain arsitektur, estetika bangunan, dan prinsip-prinsip konstruksi. Anda akan mempelajari cara menghasilkan gambar teknis yang memperlihatkan detail-detail arsitektur, termasuk tata letak ruangan, bahan bangunan, dan elemen desain lainnya. Jurusan ini akan memberikan landasan yang kuat bagi seorang drafter yang ingin bekerja di industri arsitektur.

3. Teknik Mesin

Jurusan Teknik Mesin akan memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip desain mesin dan komponen mekanis. Anda akan mempelajari cara menggambar dan merancang bagian-bagian mesin, seperti roda gigi, poros, dan struktur rangka. Pengetahuan ini akan membantu seorang drafter dalam menghasilkan gambar teknis untuk produk-produk yang melibatkan mesin dan komponen mekanis.

4. Teknik Elektro

Jurusan Teknik Elektro akan memberikan pemahaman tentang sistem elektronik, kelistrikan, dan komunikasi. Anda akan mempelajari cara menggambar diagram rangkaian listrik, papan sirkuit, dan instalasi listrik. Jurusan ini relevan bagi seorang drafter yang ingin bekerja di industri elektronik, telekomunikasi, atau otomasi.

Baca juga: 4 Prospek Kerja Kuliah Jurusan Teknik Paling Menjanjikan

Perbedaan Drafter dan Insinyur

CADD digunakan untuk mengonversi desain yang diberikan insinyur dan arsitek kepada drafter dan mengubah desain tersebut menjadi rencana dan gambar teknis yang dapat digunakan orang lain. Mereka juga dapat menambahkan detail tambahan pada desain.

Banyak orang yang beranggapan kalau drafter dan insinyur adalah posisi yang sama, padahal kedua posisi ini jelas berbeda. Baik insinyur maupun drafter menggunakan keterampilan teknis untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Namun, insinyur biasanya memiliki keterampilan teknis yang lebih maju daripada drafter. Ini karena para insinyur sering merancang produk atau sistem, sedangkan drafter biasanya membuat gambar atau rencana berdasarkan desain orang lain.

Perbedaan Drafter Dengan Teknik Sipil

Seperti sudah dijelaskan diatas, drafter adalah profesi yang bertugas merancang atau mendesain sebuah bangunan atau objek dalam sebuah gambar.

Jika ada yang bertanya apa itu teknik sipil ? Teknik sipil adalah ilmu yang mempelajari bagaimana membangun sebuah bangunan dari nol dengan perencanaan, perancangan, perhitungan dan pembangunan.

Sehingga dalam membangun sebuah bangunan tidak ada kesalahan baik tata letak, material atau tenaga kerja.

Perbedaan Drafter dan Arsitek

Banyak yang mempertanyakanan perbedaan drafter dan arsitek. Dari segi ilmu drafter dan arsitek memiliki ilmu yang sama. Tetapi secara tugas dan tanggung jawab, drafter berbeda dengan arsitek. Arsitek bertugas untuk menghitung (biaya, material, tenaga kerja) dan mengontrol proses dari awal proyek bangunan dimulai hingga bangunan tersebut selesai. Sedangkan drafter membuat detail dari rancangan yang dibuat arsitek.

Misalkan arsitek membuat desain umum tipe rumah atau bangunan, maka tugas drafter menggambar secara detail ukuran ruangan, tata letak, tampilan atas-bawah-kanan-kiri dan detail objek seperti kusen, pintu atau jendela.

Perbedaan Drafter dan Desainer

Tugas utama drafter adalah memberikan informasi mendetail mengenai ukuran, bahan dan jenis material, pengaturan susunan layout dan beberapa hal mengenai informasi dalam gambar. Sedangkan tugas utama desainer adalah menciptakan sebuah ide atau gagasan yang dituangkan dalam gambar dan nantinya akan diperjelas atau di detailkan oleh drafter.

Desainer memiliki cita rasa seni yang kuat. Contoh pekerjaan desainer adalah mendesain interior dengan pengaturan komposisi objek sehingga menciptakan suatu keindahan. Sedangkan drafter memiliki akurasi dan ketelitian yang tinggi, hal ini memastikan bahwa ukuran objek sesuai dengan aktual misalnya pintu, kusen, atap, plafon dan lainya.


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Seluruh informasi yang ada pada artikel ini dibuat semata-mata untuk memberikan pengetahuan yang bersifat umum. Dapatkan berbagai informasi terkait melamar pekerjaan agar lamaran kerja Anda sukses diterima perusahaan.

Temukan lowongan kerja yang paling sesuai dengan pengalaman dan skill yang Anda miliki di Pintarnya. Download pintarnya melalui link ini, dan temukan puluhan ribu perusahaan terverifikasi pasang loker gratis tanpa batas di Pintarnya.

 

Pasang Loker Sekarang dan Dapatkan Bonus Credits!