10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

perlukah mencantumkan IPK di CV

Perlukah Mencantumkan IPK di CV Lamaran Pekerjaan

Pertanyaan mengenai perlukah mencantumkan IPK di CV banyak sekali ingin diketahui. Terlebih jika belum pernah menambahkan dalam suatu lamaran kerja. Pastinya banyak bertanya apakah harus ditambahkan atau kurang perlu.

Tenang saja karena Anda tidak sendirian, melainkan banyak orang belum paham. Biasanya ditemukan kasus semacam ini terutama pada fresh graduates. Tidak lain karena sebelumnya tidak pernah membuat surat lamaran kerja.

Pada dasarnya IPK sendiri menjadi suatu pernyataan dasar untuk semua orang. Apalagi jika merasa ternyata layak dipamerkan dan ditunjukkan pada HRD. Wajar apabila kemudian perlu diketahui keutamaannya sebelum Anda tambahkan.

Mengenai perlukah mencantumkan IPK di CV biasanya sering menjadi kondisi membingungkan. Terlebih jika ternyata kurang bagus apabila merasa cukup kecewa. Tidak heran jika merasa bingung tapi sudah ada jawabannya.

Biasanya ada perasaan untuk kita supaya membuat recruiter merasa senang dan segera memilih kita. Meski begitu mengetahui keinginan HRD dan perusahaan menjadi keutamaan. Tujuannya apabila ditambahkan fungsinya tetap akurat.

Untuk menjawab mengenai ketentuan penambahannya, tentu berdasarkan dari hasil lamaran banyak orang. Pastinya menunjukkan pengalaman tersendiri dan bisa Anda pelajari. Hasilnya bisa memutuskan sendiri berdasarkan kebutuhannya.

Jawaban Perlukah Mencantumkan IPK di CV Bukanlah Kewajiban

Curriculum Vitae sempurna menjadi impian terbesar untuk diciptakan seseorang. Tidak heran jika ada usaha untuk menambahkan banyak keunggulan dalam dokumen tersebut. IPK banyak menjadi anggapan perlu ditambahkan bahkan diwajibkan.

Tapi untuk menjawab perlukah mencantumkan IPK di CV, sebenarnya bukanlah wajib. Melainkan bisa ditambahkan ataupun tidak bukan menjadi hal yang paling dikrusialkan. Meski begitu kalau berusaha menambahkan tetap dibolehkan.

Apalagi jika ternyata memiliki IPK dengan nilai baik dan tinggi. Punya nilai di atas 3,5 pastinya tidak boleh dirahasiakan dalam lamaran. Melainkan bisa menjadi suatu keunggulan yang mampu menarik perhatian.

Bahkan menurut beberapa penelitian, sebenarnya mendapatkan penghargaan dan perhatian tinggi. Hal ini disebabkan nilai semacam itu termasuk besar. Tidak semua orang dapat memperolehnya sehingga menjadi bukti kerja keras.

Artinya perlukah mencantumkan IPK di CV sah-sah saja apabila ditambahkan. Terutama jika merupakan fresh graduate, bisa dianggap menjadi permata berharga. Tidak heran jika berpeluang menjadi kandidat lolos penjaringan.

Fresh graduate mungkin seringkali merasa kurang tenang dan khawatir karena tidak ada pengalaman. Meski begitu nilai akademik tersebut dapat dijadikan salah satu andalan. Terutama karena berpeluang bagus dimasukkan CV.

Sebenarnya kalau ingin menambahkan IPK pada CV, terdapat momen kurang tepat. Misalnya apabila sudah ada pengalaman kerja 3 tahun setelah lulus. Tentu mendapat anggapan jika ternyata sudah menurun kualitas akademiknya.

Pada masa ini, perlukah mencantumkan IPK di CV menjadi tidak ada lagi. Anda lebih disarankan menggambarkan pengalaman dari pekerjaan yang telah dimiliki sebelumnya. Tentunya mempengaruhi kelolosan hingga menerima pekerjaan.

Baca Juga: Cara Menuliskan Pendidikan Formal di CV Terbaru

Tidak Semua Perusahaan Mewajibkan Menambahkan IPK Pada CV

Memiliki Curriculum Vitae dengan tambahan IPK sebenarnya bukan ditetapkan setiap perusahaan. Bahkan lowongan dari banyak bidang tidak membutuhkan. Tapi jika berkaitan dengan konsultasi, keuangan atau teknologi membutuhkannya.

Kalau dalam perusahaan dengan posisi besar, perlukah mencantumkan IPK menjadi benar. Terutama karena bidang semacam ini kompetitif dalam bersaing. Tidak heran jika kemudian minat kaum profesional semakin maksimal.

IPK tinggi nantinya menjadi awal terbaik supaya menyaring SDM berkualitas. Perusahaan pastinya ingin adanya kepastian supaya berhasil dengan sempurna. Wajar apabila mencoba mencari orang-orang dengan nilai terbesar.

Sebenarnya untuk perlukah mencantumkan IPK di CV harus melihat dari syarat perusahaan. Sekarang banyak perusahaan tidak membutuhkan data tersebut. Melainkan menyukai dari kerja keras sekaligus pengalaman yang dimiliki.

Jika ternyata perusahaan tidak memintanya, tentu menandakan boleh melewati. Anda bisa meningkatkan data penting berkaitan dengan skill dan penghargaan. Pastinya sama-sama mendapatkan apresiasi besar dari HRD dan perusahaan.

Disebabkan karena bukanlah menjadi ketentuan utama, menandakan tidak selalu harus menambahkan. Melainkan bisa menggunakan beberapa ketentuan informasi lebih khusus. Tidak lain berkaitan dengan pengalaman yang sudah dimiliki.

Beberapa pengalaman tersebut yakni berhubungan dengan organisasi dan magang. Tidak ketinggalan penting juga menambahkan kemampuan teknik yang telah dimiliki. Pastinya lebih bermanfaat dan banyak dicari oleh banyak recruiter.

Sebelum memberikannya pada perusahaan, pastikan agar kelengkapan sudah baik. Tujuannya agar bisa bekerja dengan baik apabila melalui penyaringan posisi kerja. Pengetahuan perlukah mencantumkan IPK di CV tentunya semakin membantu.

Bagikan Artikel: