10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

gaji pemadam kebakaran

Gaji Pemadam Kebakaran di Negara Indonesia, Berapa?

Gaji pemadam kebakaran adalah hal yang mungkin Anda juga ingin tanyakan. Melihat risiko saat bekerja yang sangat besar, bahkan dapat membuat seseorang kelangan nyawa ketika sedang bertugas. 

Jika sedikit melihat sejarah. Sejak zaman Hindia Belada peran petugas pemadam kebakaran sudah banyak membantu masyarakat. Pemerintah Belanda membentuk sebuah organisasi penangan kebakaran yang diberi nama Brandweer.

Organisasi ini mulai dijalankan di setiap kota yang berada di hilir sungai dan pesisir seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Brandweer mulai diorganisir pada tahun 1873 oleh pemerintah Hindia Belanda. Ditahun ini berapa ya gaji pemadam kebakaran.

Jika melihat perjalanan sejarahnya yang ternyata sudah sejak zaman Hindia Belanda. Bisa Anda bayangkan alat yang mereka gunakan untuk memadamkan sebuah kebakaran. Karena sudah pasti saat itu tidak menggunakan mobil berisikan air.

Namun cara memadamkan api dengan memanfaatkan sumber air terdekat dari lokasi kejadian dan diangkut menggunakan ember. Baju yang digunakan tidak seperti saat ini yang tahan panas, justru lebih cenderung tahan air karena hampir mirip dengan jas hujan.

Dengan beberapa bukti otentik terutama sebuah prasasti yang saat ini berada di Jakarta. Akhirnya dapat disepakati bahwa tanggal 1 Maret 1919 merupakan hari berdirinya organisasi pemadam kebakaran.

Besaran Gaji Pemadam Kebakaran beserta Tunjangan yang Akan Didapatkan

Tidak sedikit yang bertanya perihal gaji untuk pemadam kebakaran. Karena setiap tugas yang dikerjakan bersifat gratis. Mungkin belum banyak yang mengetahui kalau memanggil jasa petugas pemadam kebakaran tidak dipungut biaya apapun.

Hal ini disebabkan karena gaji yang diterima bersifat langsung dari pemerintah seperti kebanyakan dinas lainnya. Namun masih ada saja kejadian masyarakat enggan untuk melaporkan kebakaran karena tidak punya uang.

Tanpa terlalu banyak basa-basi, berikut gaji pemadam kebakaran beserta tunjangan yang akan didapatkan.

  1. Gaji Pemadam Kebakaran

Besaran gaji untuk anggota pemadam kebakaran yang berstatus ASN dilihat dari golongan. Dan setiap kota menggunakan standar golongan untuk memberikan seberapa besar gaji. Karena hal ini diatur langsung oleh pemerintah pusat.

Lantas bagaimana dengan gaji pemadam kebakaran yang masih berstatus honorer. Gaji anggota yang berstatus honorer ditentukan oleh pemerintah setempat. Biasanya Bupati atau Wali Kota. 

Besarannya relatif berbeda di setiap kabupaten atau kota. Ada beberapa aspek yang berpengaruh pada besar kecilnya gaji honorer. Salah satunya jumlah APBD. Semakin besar APBD yang diterima maka akan semakin besar pula gaji.

Untuk nominal gaji pemadam kebakaran berada di angka 2.000.000 sampai dengan 5.000.000 itu hanya gaji pokok saja. Belum meliputi tunjangan.

  1. Tunjangan Pemadam Kebakaran

Dengan risiko yang begitu besar nampaknya tidak mungkin seorang anggota pemadam kebakaran hanya menerima gaji pokok. Pasti ada tunjungan yang akan mereka terima. Contohnya seperti tunjangan dibawah ini:

  • Tunjangan Kesehatan Pemadam Kebakaran

Tidak semua anggota pemadam kebakaran mendapatkan tunjangan kesehatan, khusunya honorer. Mungkin kebijakan di setiap kota berbeda perihal hal ini. Namun yang sudah pasti mendapat tunjangan kesehatan adalah anggota yang berstatus sebagai ASN.

  • Tunjangan Golongan Pemadam Kebakaran

Tunjangan golongan hanya berlaku untuk ASN. Tunjangan ini diberikan setiap bulan sama seperti gaji pemadam kebakaran. Semakin tinggi golongan maka semakin besar pula tunjangan yang akan diterima setiap bulannya.

  • Tunjangan Hari Raya

Untuk tunjangan hari raya masih sama. Untuk yang berstatus honorer kebijakan memberikan tunjangan hari raya ada pada pemerintah setempah. Maka dari itu ada yang mendapatkan ada juga yang tidak. 

Namun untuk yang berstatus sebagai ASN ini menjadi tunjangan yang memang akan didapatkan setiap tahunnya. Karena ini merupakan kebijakan langsung dari pemerintah pusat.

  • Tunjangan Risiko Kerja

Ini menjadi salah tunjangan yang wajar diberikan pada pahlawan yang berselogan “Pantang Pulang sebelum Api Padam”. Karena bukan hanya tenaga yang mereka berikan, namun beberapa kali terjadi anggota pemadam kebakaran harus kehilangan nyawa saat bertugas.

Risiko pekerjaan ini terlalu besar. Nampaknya jika dilihat dari nominal tunjangan ini sebanding dengan apa yang menjadi risikonya. Namun setiap anggota petugas pemadam kebakaran memegang teguh bahwa tugas adalah proses pelaksanaan dharma bakti.

Untuk tunjangan yang satu ini, sudah merata disetiap kabupaten dan kota. Biasanya didapatkan setiap bulan dan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Menjadi seorang petugas pemadam kebakaran adalah pekerjaan yang mulia. Karena Anda akan terlibat langsung dalam sebuah pertolongan sesama manusia tanpa melihat nominal gaji pemadam kebakaran.

Bagikan Artikel: