audit, tax, inspection-3929140.jpg

Apakah SKCK Diwajibkan Dalam Melamar Kerja?

Seiring dengan meningkatnya persaingan di dunia kerja, banyak perusahaan kini semakin selektif dalam memilih kandidat yang akan bergabung dengan mereka. Salah satu persyaratan yang sering menjadi pertimbangan adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian, atau yang lebih dikenal dengan SKCK.

Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pentingnya SKCK dalam proses penerimaan karyawan, serta apakah benar-benar menjadi keharusan bagi setiap pelamar pekerjaan.

Apakah Perusahaan Wajib Menyertakan SKCK Sebagai Syarat Melamar Kerja?

Sebelum kita membahas apakah perusahaan wajib menyertakan SKCK sebagai syarat melamar kerja, penting untuk memahami apa sebenarnya SKCK itu. SKCK adalah singkatan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian.

Peraturan terkait SKCK diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2014. Dalam peraturan ini, SKCK dijelaskan sebagai surat keterangan resmi yang diterbitkan oleh Polri kepada masyarakat untuk berbagai keperluan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku termasuk pemenuhan persyaratan melamar pekerjaan.

SKCK mempunyai beberapa fungsi berbeda terkait dengan pemenuhan persyaratan untuk melamar kerja yang perlu Anda ketahui yaitu:

1. Kepolisian Sektor (Polsek):

  • Diperlukan jika Anda ingin menjadi calon pegawai di perusahaan swasta.
  • Digunakan untuk keperluan khusus dalam wilayah Polsek, seperti pindah alamat atau melanjutkan sekolah.

2. Kepolisian Resor (Polres):

  • Wajib untuk melamar di lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta yang diatur oleh pemerintah.
  • Dibutuhkan saat mengikuti tes untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tentara Nasional Indonesia (TNI), atau Polri.
  • Juga digunakan untuk urusan dalam wilayah Polres, seperti pencalonan pejabat publik atau izin kepemilikan Senjata Api (Senpi) non organik TNI dan Polri.

3. Kepolisian Daerah (Polda):

  • Diwajibkan saat melamar di lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta yang diatur oleh pemerintah.
  • Diperlukan untuk mendapatkan paspor dan/atau visa.
  • Juga digunakan ketika WNI ingin bekerja di luar negeri atau memiliki keperluan tertentu dalam wilayah Polda, seperti menjadi notaris atau pencalonan pejabat publik.

4. Markas Besar (Mabes) Polri:

  • Penting jika Anda ingin menjadi pejabat negara tingkat pusat, seperti di eksekutif, legislatif, yudikatif, atau lembaga pemerintahan pusat.
  • Digunakan untuk menerbitkan visa bagi WNI yang akan ke luar negeri untuk sekolah atau kunjungan.
  • Juga diperlukan oleh WNI dan WNA untuk keperluan khusus dalam lingkup nasional atau internasional, seperti izin tinggal tetap di luar negeri atau naturalisasi kewarganegaraan.

Perlu dipahami bahwa pada dasarnya tidak ada undang-undang dan peraturan yang mengatur tentang penggunaan SKCK sebagai syarat melamar kerja. Semua itu tergantung kebijakan perusahaan masing-masing. Meskipun demikian, SKCK memiliki peran penting dalam proses penerimaan karyawan.

Berikut ini beberapa peran penting SKCK dalam proses penerimaan karyawan yaitu:

1. Pemantauan Rekam Jejak

SKCK membantu perusahaan melihat rekam jejak calon karyawan. Ini berarti perusahaan dapat mengetahui apakah pelamar memiliki catatan kriminal atau tidak.

2. Keamanan Informasi Rahasia

SKCK membantu perusahaan menjaga keamanan informasi internal. Ini sangat penting jika calon karyawan akan mengakses informasi sensitif atau bekerja dengan aset berharga perusahaan.

3. Pengurangan Risiko

Mengetahui catatan kriminal calon pekerja membantu perusahaan mengurangi risiko terjadinya tindakan kriminal di lingkungan kerja atau pelanggaran hukum di masa depan.

Beberapa perusahaan mungkin mengharuskan pelamar untuk menyertakan SKCK sebagai bagian dari proses penerimaan mereka, sementara yang lain mungkin tidak.

Oleh karena itu, sebaiknya calon pelamar selalu memeriksa persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan yang mereka lamar untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang apakah SKCK diperlukan atau tidak dalam proses penerimaan kerja.

Baca juga: Apakah KK Dan KTP Untuk Melamar Kerja? Ini Jawabannya!

Apakah Melamar Pekerjaan Bisa Tanpa SKCK?

Melamar pekerjaan bisa dilakukan tanpa SKCK, terutama jika perusahaan yang Anda lamar tidak mengharuskan SKCK sebagai salah satu syaratnya. Namun, ada beberapa perusahaan tertentu yang mensyaratkan pelamar untuk menyertakan SKCK sebagai bagian dari proses penerimaan.

Jika Anda memerlukan SKCK sebagai bagian dari persyaratan melamar pekerjaan, ada dua cara untuk mendapatkannya. Berikut ini adalah panduan langkah demi langkah tentang cara memperoleh SKCK:

1. Cara membuat SKCK di Polsek/Polres

Syarat-syarat yang Anda butuhkan dalam membuat SKCK di polsek/polres yaitu sebagai berikut:

  • Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan tempat domisili pemohon.
  • Fotokopi KTP/SIM sesuai dengan domisili yang tertera di surat pengantar dari Kantor Kelurahan.
  • Fotokopi Kartu Keluarga.
  • Fotokopi Akta Kelahiran/Kenal Lahir.
  • Pas Foto terbaru dan berwarna ukuran 4×6 sebanyak 6 lembar.

Kemudian, langkah-langkah yang perlu Anda lakukan dalam membuat SKCK di polsek/polres yaitu sebagai berikut:

  1. Bawa dokumen di atas ke Polsek/Polres sesuai domisili dan serahkan ke petugas.
  2. Isi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan jelas dan benar.
  3. Pengambilan Sidik Jari oleh petugas.
  4. Membayar biaya pembuatan SKCK sejumlah Rp 30.000.
  5. Proses pembuatan SKCK di Polsek/Polres dapat dilakukan pada saat jam kerja di hari senin-jumat.

2. Cara membuat SKCK Online

Syarat-syarat yang Anda butuhkan dalam membuat SKCK online yaitu sebagai berikut:

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon.
  • Kartu identitas lain bagi yang belum memenuhi syarat untuk mendapatkan KTP.
  • Paspor (untuk SKCK online Mabes Polri).
  • Kartu Keluarga.
  • Akta Lahir / Kenal Lahir.
  • Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 6 lembar dengan latar belakang merah, berpakaian sopan, berkerah, tanpa aksesoris wajah, tampak muka, dan bagi pemohon yang mengenakan jilbab, pas foto harus tampak muka secara utuh.
  • Soft file sidik jari.

Selanjutnya, langkah-langkah yang perlu Anda lakukan dalam membuat SKCK online yaitu sebagai berikut:

  1. Kunjungi laman pendaftaran SKCK online di skck.polri.go.id.
  2. Pilih menu formulir pendaftaran yang berada di pojok kanan atas.
  3. Pada kolom “Jenis Keperluan” di bagian Satwil, pilih sesuai alasan mengajukan pembuatan SKCK.
  4. Pilih kesatuan wilayah untuk proses pembuatan dan pengambilan SKCK sesuai dengan KTP.
  5. Isi alamat lengkap pemohon sesuai KTP.
  6. Pilih cara pembayaran, bisa tunai (loket) atau BRIVA (BRI Virtual Account).
  7. Pastikan semua kolom terisi, lalu klik “Lanjut.”
  8. Lengkapi data pada form “Data Pribadi” dengan informasi seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan, kewarganegaraan, agama, pekerjaan, nomor telepon, alamat, nomor identitas atau nomor paspor jika ada.
  9. Unggah file foto ukuran 4×6 sesuai persyaratan yang ditentukan.
  10. Lengkapi form hubungan keluarga, pendidikan, perkara pidana, ciri fisik, dan unggah lampiran dokumen yang diminta.
  11. Sertakan rumus sidik jari yang didapatkan di kantor Polres sesuai domisili.
  12. Setelah selesai mengisi formulir di atas, pemohon akan mendapatkan tanda bukti pendaftaran dan nomor yang digunakan untuk pembayaran SKCK online melalui Bank.
  13. Membayar biaya pembuatan SKCK sejumlah Rp 30.000.
  14. Mencetak tanda bukti yakni mengambil surat SKCK fisik di Polres sesuai domisili. 
  15. Registrasi online harus dilakukan sebelum pukul 08.00 -14.00 waktu setempat.

Dengan menyiapkan persyaratan dan mengikuti langkah-langkah diatas, Anda dapat berhasil memperoleh SKCK. Pastikan untuk menyimpan tanda bukti pendaftaran dan nomor pembayaran dengan baik untuk referensi Anda.

Baca juga: Cara Mengerjakan Psikotes Gambar Orang Dan Bagaimana Penilainnya?

Pekerjaan Yang Membutuhkan SKCK

Banyak pekerjaan yang membutuhkan SKCK sebagai salah satu syarat dalam melamar pekerjaan. Berikut adalah beberapa contohnya yaitu:

1. Polisi dan TNI

Profesi ini melibatkan penegakan hukum, keamanan masyarakat, dan akses terhadap senjata api. SKCK diperlukan untuk memastikan integritas dan latar belakang kriminal yang bersih dari calon polisi atau personel militer.

2. Bankir

Bankir atau pekerja di sektor keuangan seringkali memiliki akses ke informasi keuangan sensitif dan dana nasabah. SKCK diperlukan untuk memastikan bahwa calon karyawan dapat dipercaya dan tidak terlibat dalam kegiatan keuangan ilegal.

3. Guru

Dalam melindungi siswa dan lingkungan pendidikan, guru atau staf pendidikan harus memiliki rekam jejak yang bersih. SKCK digunakan untuk menilai risiko potensial terkait dengan keamanan anak-anak dan pelajar.

4. Petugas Kebersihan di Fasilitas Penting

Petugas kebersihan di fasilitas penting seperti bandara atau gedung pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan kebersihan dan keamanan. SKCK diperlukan untuk memastikan bahwa mereka tidak membawa risiko keamanan.

5. Petugas Kesehatan

Pekerjaan di sektor kesehatan seringkali melibatkan akses ke data medis sensitif dan interaksi dengan pasien. SKCK digunakan untuk memverifikasi integritas dan kepercayaan calon petugas kesehatan.

6. Penjaga Keamanan

Penjaga keamanan bertanggung jawab untuk menjaga keamanan properti dan aset klien. SKCK digunakan untuk menilai rekam jejak kriminal calon penjaga keamanan.

7. Petugas Pemadam Kebakaran

Petugas pemadam kebakaran bertugas dalam situasi darurat dan harus memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. SKCK digunakan untuk memverifikasi bahwa mereka dapat diandalkan dalam situasi kritis.

8. Pekerja dengan Akses ke Data Pribadi

Pekerja di bidang teknologi informasi atau yang memiliki akses ke data pribadi pelanggan atau karyawan memerlukan SKCK untuk melindungi data tersebut dari penyalahgunaan.

Pentingnya SKCK dalam pekerjaan diatas adalah untuk memastikan keamanan, kepercayaan, dan integritas calon karyawan serta melindungi kepentingan perusahaan atau masyarakat yang dilayani oleh pekerja tersebut.

Ingatlah bahwa SKCK adalah salah satu dokumen penting dalam melamar pekerjaan, oleh karena itu, perhatikan dengan seksama agar Anda dapat memenuhi persyaratan perusahaan dan meningkatkan peluang Anda untuk diterima dalam pekerjaan yang Anda inginkan. Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat membuat SKCK yaitu:

  • Pastikan Anda memahami persyaratan perusahaan terkait SKCK
  • Ketika mengisi formulir SKCK, pastikan untuk memberikan informasi yang akurat dan lengkap
  • Pastikan Anda tidak memiliki catatan kriminal yang signifikan yang dapat menghambat pengajuan SKCK
  • Siapkan biaya pembuatan SKCK sesuai dengan tarif yang berlaku
  • Terakhir, Jika Anda akan melamar pekerjaan, pelajari kebijakan perusahaan terkait SKCK dengan seksama.

Referensi:

  • Wisnu. Diakses pada 2023. Apakah Perusahaan Wajib Menyertakan SKCK Sebagai Syarat Melamar Kerja? Ini Dia Penjelasannya!.
  • Dian Nita. Diakses pada 2023. Cara dan Syarat Membuat SKCK secara Online dan di Polsek/Polres untuk Melamar Kerja BUMN.

Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!