Apakah BI Checking Mempengaruhi Melamar Kerja

Apakah BI Checking Mempengaruhi Melamar Kerja?

Beberapa saat lalu, istilah BI checking cukup ramai dibicarakan karena ada beberapa perusahaan yang menggunakannya sebagai salah satu syarat dalam lamaran kerja.

Selain itu, ramai juga diperbincangkan beberapa kandidat fresh graduate yang tidak diterima kerja karena skor KOL 5. Melansir dari OJK, BI checking merupakan layanan informasi riwayat kredit dalam Sistem Informasi Debitur.

Sistem tersebut memungkinkan bank dan lembaga keuangan untuk saling berbagi informasi mengenai kredit nasabah atau riwayat kredit seseorang.

Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah apakah BI checking mempengaruhi melamar kerja? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Ini Cara Cetak Kartu Digital Hasil Seleksi CPNS dan PPPK

Apakah BI Checking Mempengaruhi Melamar Kerja?

Mengutip dari Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi mengatakan jika BI checking tidak memiliki hubungan dengan proses penerimaan karyawan.

Akan tetapi, terkadang beberapa perusahaan membutuhkan BI checking untuk dijadikan bahan pertimbangan ketika proses rekrutmen karyawan baru.

Lebih lanjut, menurut Kepala Biro Humas Kemenaker, Chairul Fadly Harapan menjelaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan pengecekan BI checking atau SLIK OJK sebagai syarat melamar kerja.

Bahkan jika memang menggunakan BI checking, diharapkan hanya sebagai pertimbangan penerimaan kandidat dan bukan sebagai syarat wajib dalam proses rekrutmen. Sehingga diharapkan BI checking bukan menjadi penghalang untuk mendapatkan pekerjaan.

Kategori SLIK OJK

Dalam BI checking ada 5 kategori hasil dengan arti berbeda, yaitu:

1. KOL 1 atau kredit lancar

Kategori ini berarti data pinjaman seseorang bersih dan ditandai dengan warna hijau. Bersih disini bukan berarti tidak memiliki pinjaman, namun pernah melakukan pinjaman namun dengan riwayat pembayaran lancar atau tanpa tunggakan.

2. KOL 2 atau kredit DPK

DPK berarti Dalam Perhatian Khusus yang menyatakan bahwa seseorang memiliki pinjaman namun dengan proses pembayaran memiliki tunggakan selama 1-90 hari.



3. KOL 3 atau kredit tidak lancar

Kategori selanjutnya berarti kredit tidak lancar yang berarti peminjam memiliki tunggakan selama lebih dari 90 hari atau 91-120 hari. Kategori ini bisa menjadi tanda bahwa SLIK OJK mereka kurang sehat.

4. KOL 4 atau kredit diragukan

Ketegori ini membuat seseorang terlihat tidak terpercaya karena skornya yang sudah merah. Artinya peminjam pernah menunggak membayar hingga 180 hari.

5. KOL 5 atau kredit macet

Kategori terakhir adalah KOL 5 yang berarti seseorang pernah atau masih menunggak melakukan pembayaran kredit hingga lebih dari 180 hari.

Apakah HRD Juga Melakukan Sosmed Checking?

Selain BI checking, ada juga beberapa perusahaan yang melakukan sosmed checking sebagai salah satu proses dalam rekrutmen karyawan baru.

Biasanya tujuan dilakukannya background checking ini adalah untuk melihat evaluasi personal calon pekerja. HRD bisa menilai apakah Anda adalah pekerja yang memiliki profesionalisme secara personal atau tidak.

Cara yang paling mudah, yaitu dengan melakukan background checking melalui beberapa media sosial seperti Instagram, Twitter, atau LinkedIn.

Meskipun begitu, media sosial lain yang bisa juga dicek seperti TikTok dan YouTube. Terutama jika posisi yang dilamar adalah yang relevan dengan media sosial tersebut.

Bisa dikatakan secara umum bahwa background checking dilakukan oleh HRD selama proses rekrutmen untuk mencari tahu apakah kandidat memiliki kesan pertama yang baik atau tidak jika melihat dari apa yang mereka unggah.

Tips Lolos Background Checking saat Melamar Kerja



1. Pekerjaan sebelumnya

HRD sudah pasti akan mengecek pekerjaan Anda sebelumnya. Tips untuk bisa lolos ditahap ini adalah dengan menyesuaikan kemampuan dengan posisi yang dilamar.

Cara ini sangat penting karena biasanya perusahaan akan mencari kandidat yang memiliki cukup pengalaman. Terutama jika posisi yang dibutuhkan memerlukan kemampuan yang tinggi.

2. Perhatikan media sosial

Memiliki media sosial memang menyenangkan karena Anda bisa mengutarakan perasaan di platform tersebut. Akan tetapi tetap harus Anda kontrol agar tidak menimbulkan masalah kedepannya, termasuk dalam hal proses rekrutmen.

Rekruter bisa saja melihat persona dari kandidat melalui apa saja yang muncul di postingan sosial media mereka.

3. Jujur

Mendapatkan pekerjaan memang bukan hal yang mudah. Akan tetapi bisa menghalalkan banyak cara untuk bisa diterima kerja.

Walaupun Anda belum memiliki banyak pengalaman kerja, sebaiknya jangan memberikan informasi yang tidak benar. Jangan sampai Anda menulis informasi yang tidak benar mengenai pengalaman kerja di CV agar meyakinkan rekruter.

Hal ini karena biasanya rekruter juga akan menghubungi atasan atau perusahaan sebelumnya untuk memastikan kebenaran informasi. Jika Anda ketahuan berbohong, maka bisa saja membuat Anda gagal.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda ketahui mengenai apakah BI checking mempengaruhi melamar kerja atau tidak.


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Seluruh informasi yang ada pada artikel ini dibuat semata-mata untuk memberikan pengetahuan yang bersifat umum. Dapatkan berbagai informasi terkait melamar pekerjaan agar lamaran kerja Anda sukses diterima perusahaan.

Temukan lowongan kerja yang paling sesuai dengan pengalaman dan skill yang Anda miliki di Pintarnya. Download pintarnya melalui link ini, dan temukan puluhan ribu perusahaan terverifikasi pasang loker gratis tanpa batas di Pintarnya.