pertanyaan interview gen z

Daftar Pertanyaan Interview Gen Z Hingga Tips Menginterview Gen Z

Persaingan kerja saat ini semakin ketat, mulai dari Generasi Millenial hingga Gen Z yang saling berkompetisi untuk mendapatkan pekerjaan impian. Bahkan saat ini mungkin sebagian besar pekerja di perusahaan adalah dari golongan Gen Z. Mereka adalah generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. 

Melansir dari HR Dive, setidaknya 83% Gen Z termasuk dalam job hopper. Dalam hal ini mereka bekerja tidak hanya untuk mendapatkan gaji saja, namun juga memiliki motivasi yang tinggi untuk pengembangan diri, ambisi serta keinginan yang kuat untuk membuktikan diri mereka di pekerjaan. 

Tentunya, sebagai seorang HR atau rekruter, pertanyaan interview Gen Z perlu disesuaikan karena berbeda dengan generasi sebelumnya. Beberapa pertanyaan yang disesuaikan juga akan berpengaruh pada bagaimana tujuan dan motivasi mereka bekerja. Dengan begitu, Gen Z akan lebih mudah dalam menentukan apakah kandidat tersebut cocok untuk pekerjaan itu atau tidak. 

Lalu, apa saja pertanyaan interview Gen Z yang bisa Anda berikan? Berikut penjelasannya. 

Baca juga: Contoh Jawaban “Apa yang Membuat Anda Unik?” Serta Tips Menjawabnya

Pertanyaan Interview Gen Z 

Sebagai seorang HR, Anda diharuskan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dari kandidat. Tujuannya agar rekruter bisa dengan mudah menentukan apakah kandidat tersebut cocok dengan jenis pekerjaan yang ditawarkan. 

Selain itu, hal ini juga penting untuk melihat apakah kandidat cocok dengan budaya serta lingkungan tempatnya akan bekerja nanti. Tahap wawancara memang menjadi step yang krusial untuk bisa masuk ke tahap selanjutnya. 

1. Apakah lebih suka bekerja work from home atau work from office?

Setiap orang tentunya memiliki preferensi tempat bekerja. Berdasarkan penelitian, Gen Z lebih menyukai bekerja dengan sistem hybrid atau gabungan dari WFH dan WFO. Dengan menanyakan hal ini rekruter bisa mengetahui preferensi tempat bekerja yang biasanya juga berpengaruh pada produktivitas kerja mereka. 

2. Apa motivasi Anda melamar disini?

Hal yang menjadi kekhawatiran dari Gen Z adalah kurangnya motivasi, usaha serta produktivitas mereka dalam bekerja. Pertanyaan ini bertujuan untuk mencari tahu apakah mereka memiliki ketertarikan pada perusahaan serta apakah cukup bisa mereka memotivasi diri untuk bekerja. 

3. Apakah Anda bersedia bekerja di lingkungan yang cepat?

Pertanyaan interview Gen Z ini cocok jika perusahaan termasuk startup yang biasanya memiliki lingkungan kerja cepat. Pertanyaan ini berguna untuk mengukur sejauh mana kekuatan kandidat saat bekerja dengan lingkungan seperti itu. 

Hal ini karena tidak semua kandidat bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja yang serba cepat. 



4. Menurut Anda bagaimana caranya agar bisa menerima kritik dan saran dengan baik?

Memberikan feedback pada Gen Z bisa dikatakan cukup sulit dan sensitif karena mereka cukup aware dengan kesehatan mental. Oleh karena itu pertanyaan ini bisa menjadi tolak ukur nantinya bagaimana kandidat bekerja dengan orang lain yang lebih dewasa. 

5. Lebih baik bekerja secara tim atau bekerja individu?

Gen Z biasanya lebih memilih bekerja dengan tim yang kolaboratif. Mereka menyukai lingkungan kerja yang bisa menampung dan menghargai ide-ide mereka. Kolaborasi yang baik akan memungkinkan mereka bekerja dengan maksimal serta bisa terhubung dengan perusahaan. 

6. Bagaimana cara Anda mengurangi gangguan atau distraksi?

Gen Z juga cukup kesulitan berkonsentrasi. Dengan adanya pertanyaan interview Gen Z ini, akan memungkinkan rekruter mengetahui bagaimana kandidat mengatasi masalah tersebut. 

7. Apa tujuan karir Anda kedepannya?

Jika perusahaan memiliki jenjang karir, maka bisa menanyakan pertanyaan ini. Gen Z biasanya menuntut transparansi mengenai pertumbuhan karir karyawan hal ini karena mereka juga menginginkan keamanan karirnya. 

Baca juga: 8 Pertanyaan Interview Magang dan Contoh Jawaban yang Profesional

8. Bagaimana cara Anda membangun hubungan di tempat baru?

Meskipun Gen Z biasanya mahir menggunakan komunikasi digital. Akan tetapi yang menjadi kelemahan adalah mereka sulit untuk melakukan komunikasi tatap muka karena hasil dari pandemi serta pendidikan jarak jauh. 

Dengan memberikan pertanyaan interview Gen Z ini, rekruter dapat mengetahui apakah kandidat bisa mudah diajak bekerja sama atau tidak. 



9. Bagaimana Anda mengatur kehidupan pribadi dan profesional?

Pertanyaan yang satu ini bertujuan untuk memahami bagaimana cara kandidat mengelola stres dan waktu ketika bekerja. 

10. Apa harapan Anda terkait dengan pekerjaan ini?

Gen Z  biasanya lebih menyukai job rotation di awal karier tempat mereka bekerja. Pertanyaan interview Gen Z ini akan berguna untuk mengetahui bagaimana keterampilan serta karier yang ingin mereka kejar apakah sesuai dengan nilai serta budaya perusahaan. 

Hal yang Penting Dipertimbangkan ketika Merekrut Gen Z

1. Berikan fleksibilitas kerja

Gen Z terutama yang mengalami masa bekerja atau pendidikan dengan di rumah karena adanya covid, sudah terbiasa untuk bekerja di rumah atau remote. Hal ini kemudian menjadikan fleksibilitas kerja dengan cara WFH atau WFA menjadi salah satu indikator mereka memilih pekerjaan. Rekruter biasanya akan menawarkan fleksibilitas kerja yang sesuai dengan kebiasaan Gen Z, namun juga tetap sesuai dengan aturan perusahaan. Contohnya membuat sistem kerja hybrid dimana 4 hari kerja di kantor dan 1 hari bekerja di rumah atau aturan fleksibilitas lainnya. 

2. Peluang pertumbuhan karir

Gen Z tidak hanya tertarik dengan gaji dan benefit yang bisa ditawarkan oleh perusahaan, namun mereka juga melihat apakah ada pertumbuhan karir di perusahaan tersebut. Apakah perusahaan bisa memberikan kepuasan dalam bekerja atau tidak, apakah perusahaan bisa memberikan apresiasi yang baik pada mereka atau tidak dan lain sebagainya. Oleh karena itu, menawarkan pertumbuhan karir pada mereka seperti jika target terpenuhi selama 3 kali berturut-turut maka akan diberikan kenaikan jabatan. 

3. Fokus pada skill-based hiring

Beberapa waktu yang lalu cukup ramai dibicarakan Gen Z yang bahkan sejak masih berkuliah sudah mengikuti beberapa kegiatan seperti magang atau volunteer. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka telah bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan berdasarkan skill yang dimiliki. Oleh karena itu, penting bagi rekruter untuk melakukan rekrutmen berdasarkan skill-based. Dalam hal ini berarti kemampuan atau skill yang mereka miliki menjadi poin penting dalam seleksi kandidat. 

Baca juga: Mengenal Behavioral Interview: Contoh Pertanyaan dan Tipsnya

4. Tawarkan kompensasi dan tunjangan yang kompetitif

Kompensasi dan tunjangan yang kompetitif juga menjadi daya tarik bagi para Gen Z dalam menentukan ingin melamar di perusahaan mana. Gen Z akan melihat apa saja kompensasi dan tunjangan yang diberikan perusahaan jika mereka bisa bergabung di perusahaan tersebut. Sebagai rekruter, kompensasi lain selain gaji seperti makan siang gratis, uang transport, tunjangan kesehatan dari asuransi swasta, bonus pekerjaan dan lainnya bisa diberikan. Akan tetapi, tetap sesuaikan dengan aturan yang sudah ditetapkan perusahaan.

Itulah beberapa pertanyaan interview Gen Z yang biasanya ditanyakan oleh rekruter. Beberapa pertanyaan tersebut nantinya bisa menjadi pertimbangan bagi Gen Z, bagaimana untuk memberikan jawaban yang tepat.  


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Seluruh informasi yang ada pada artikel ini dibuat semata-mata untuk memberikan pengetahuan yang bersifat umum. Dapatkan berbagai informasi terkait melamar pekerjaan agar lamaran kerja Anda sukses diterima perusahaan.

Temukan lowongan kerja yang paling sesuai dengan pengalaman dan skill yang Anda miliki di Pintarnya. Download pintarnya melalui link ini, dan temukan puluhan ribu perusahaan terverifikasi pasang loker gratis tanpa batas di Pintarnya.