Contoh Alasan Resign yang Masuk Akal

15 Contoh Alasan Resign yang Masuk Akal yang Bisa Digunakan

Resign adalah keputusan yang serius dan perlu dipertimbangkan dengan matang. Terdapat berbagai alasan yang dapat mendorong seseorang untuk mengambil langkah ini, dan beberapa di antaranya dapat dianggap masuk akal dan dapat diterima oleh banyak orang.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa contoh alasan resign yang masuk akal. Memahami alasan-alasan ini dapat membantu dalam membuat keputusan yang tepat terkait dengan karier dan memastikan bahwa langkah resign yang diambil memiliki landasan yang kuat. Yuk simak!!!

Alasan Mengapa Karyawan Resign Diri Menurut Data

Dalam penelitian terkini oleh Indeed terhadap individu yang sedang mencari pekerjaan, hampir setengah dari responden (49%) menyatakan bahwa mereka sedang mencari pekerjaan baru demi meningkatkan penghasilan mereka.

Sementara itu, beberapa alasan populer lainnya termasuk mencari keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (26%), mencari lingkungan kerja yang lebih baik (21%), mengejar peran yang lebih sesuai dengan minat atau keinginan pribadi (20%), mengincar peluang promosi atau pertumbuhan (19%), serta mencari tunjangan lebih baik seperti layanan kesehatan atau program pensiun (18%).

Tidak peduli apa alasan pribadi Anda, sangat penting untuk merenungkan baik buruknya setiap langkah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan Anda dan mencari cara yang baik untuk mengakhiri hubungan kerja Anda.

Baca juga: Cara Ngomong Resign ke Atasan 

15 Alasan  Resign Yang Masuk Akal

Setiap alasan resign memiliki urgensinya sendiri, dan penting untuk mempertimbangkan dampaknya secara matang sebelum membuat keputusan akhir. Berikut ini alasan resign yang masuk akal:

1. Peluang Karier yang Lebih Baik

Salah satu alasan paling umum untuk resign adalah mencari peluang karier yang lebih baik. Ini bisa berarti mendapatkan posisi yang lebih tinggi, tanggung jawab yang lebih besar, atau gaji yang lebih tinggi di perusahaan lain.

2. Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Memastikan keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah penting. Jika pekerjaan saat ini mengorbankan kehidupan pribadi Anda, resign mungkin merupakan langkah yang masuk akal.



3. Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat

Jika Anda merasa terjebak dalam lingkungan kerja yang tidak sehat, dengan konflik internal, mobbing, atau ketidaksetiaan perusahaan terhadap nilai-nilai Anda, resign bisa menjadi cara untuk melindungi kesejahteraan mental dan emosional Anda.

4. Tidak Sesuai dengan Minat atau Bakat Anda

Terkadang, pekerjaan saat ini mungkin tidak cocok dengan minat atau bakat Anda. Mengejar peran yang lebih sesuai dengan minat Anda bisa menjadi alasan valid untuk resign.

Aplikasi Produktivitas Diskon Hingga 95%

5. Peluang Promosi Terbatas

Jika Anda merasa bahwa Anda telah mencapai batas dalam perusahaan dan tidak ada peluang promosi yang jelas, mencari kesempatan baru di tempat lain mungkin merupakan langkah yang bijak.

6. Ketidakcocokan Budaya Perusahaan

Kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan dapat menciptakan ketidaknyamanan dan ketidakpuasan. Pergi dari perusahaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Anda bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

7. Perubahan dalam Manajemen atau Struktur Perusahaan

Perubahan signifikan dalam manajemen atau struktur perusahaan dapat memengaruhi lingkungan kerja dan kestabilan. Jika Anda tidak merasa nyaman dengan perubahan tersebut, resignasi bisa dianggap wajar.



8. Masalah Kesehatan Pribadi atau Keluarga

Kesehatan Anda atau anggota keluarga yang memerlukan perhatian ekstra dapat menjadi alasan yang kuat untuk resign, terutama jika pekerjaan saat ini mempersulit Anda untuk merawat diri atau orang yang Anda cintai.

9. Pendidikan Lanjutan atau Pengembangan Keterampilan

Memutuskan untuk kembali ke sekolah atau fokus pada pengembangan keterampilan baru mungkin memerlukan waktu dan energi ekstra yang tidak dapat diakomodasi oleh pekerjaan saat ini.

10. Relokasi Geografis

Jika Anda harus pindah ke lokasi yang jauh dari tempat Anda bekerja saat ini, resign mungkin merupakan konsekuensi dari perubahan lokasi geografis.

11. Konflik Nilai dengan Perusahaan

Konflik nilai-nilai pribadi Anda dengan nilai-nilai perusahaan bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dan tidak puas dalam pekerjaan Anda.

12. Perusahaan Mengalami Krisis Finansial atau Keuangan

Jika perusahaan Anda menghadapi krisis finansial atau masalah keuangan yang serius, Anda mungkin ingin mencari pekerjaan di tempat yang lebih stabil.

13. Pensiun

Saat mencapai usia pensiun, resign dari pekerjaan saat ini bisa menjadi pilihan yang masuk akal untuk menikmati masa pensiun dengan tenang.

14. Keinginan untuk Berwirausaha

Jika Anda memiliki impian untuk menjadi pengusaha atau memulai bisnis sendiri, resign mungkin merupakan langkah awal menuju tujuan tersebut.

15. Faktor Personal Lainnya

Terkadang, alasan untuk resign bisa sangat pribadi, seperti perubahan keadaan keluarga, keputusan untuk menjalani gaya hidup yang berbeda, atau perubahan nilai-nilai dan prioritas dalam hidup Anda.

Baca juga: Alasan Tidak Menerima Counter Offer 

Apakah Alasan Resign Harus Dijawab Dengan Jujur?

Iya, dengan memberikan alasan resign yang jujur menunjukkan integritas dalam komunikasi Anda dapat membangun reputasi baik di kalangan rekan kerja, atasan, dan dalam industri Anda. Memberikan alasan yang jujur bisa membantu perusahaan memahami masalah potensial di dalam organisasi mereka, yang mungkin bermanfaat untuk perbaikan dan pengembangan di masa depan.

Namun, Anda harus memperhatikan bahwa Anda tidak selalu harus memberikan semua detail yang sangat pribadi atau rinci tentang alasan resign. Anda dapat memberikan penjelasan yang lebih umum dan menyelaraskan mereka dengan privasi Anda.

Cobalah untuk fokus pada alasan positif mengapa Anda mengambil langkah ini, seperti mencari peluang yang lebih baik atau mencapai tujuan pribadi, daripada hanya menekankan masalah atau ketidakpuasan.

Baca juga: Contoh Surat Pengunduran Diri Tulis Tangan yang Bisa Menjadi Referensi

Haruskah Meninggalkan Pekerjaan Jika Tidak Bahagia?

Anda bisa memikirkan untuk meninggalkan pekerjaan jika Anda tidak merasa senang di sana dengan harapan menemukan pekerjaan yang lebih memuaskan di bidang atau lingkungan kerja yang berbeda.

Sebelum memutuskan untuk resign karena ketidakbahagiaan, ada baiknya untuk mempertimbangkan segala aspeknya, termasuk kondisi keuangan pribadi yang bisa berdampak pada keputusan Anda.

Referensi:

  • Dr. Marie Morganelli. Diakses pada 2023. 10 Good Reasons for Leaving a Job.
  • Indeed. Diakses pada 2023. Should I Quit My Job? 10 Common Reasons To Resign.

Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!