Cari Kerja dan Cari Cuan untuk Bahagiakan Keluarga

Cara menghadapi atasan yang banyak maunya

Cara Menghadapi Atasan yang Banyak Maunya di Kantor

Cara menghadapi atasan yang banyak maunya saat bekerja di sebuah perusahaan akan menjadi tantangan tersendiri bagi para karyawan. Apalagi biasanya dalam menghadapi atasan tipe yang terlalu suka menuntut ini bukanlah hal yang mudah.

Tidak sedikit karyawan bisa mendapatkan banyak tekanan dan tidak nyaman dalam menghadapi tipe atasan yang terlalu banyak maunya. Sampai akhirnya pekerjaan juga tidak maksimal dan proses bekerja menjadi lebih sulit malah membuat kinerja menurun.

Bagaimana Cara Menghadapi Atasan yang Banyak Maunya ?

Atasan yang terlalu banyak menuntut biasanya juga selalu merasa hasil kerja karyawan kurang memuaskan. Hampir sama dengan atasan yang gila kerja yang biasa membuat karyawan kehilangan work life balance. 

Biasanya atasan akan terus menekan dan mendorong karyawan untuk bekerja lebih keras agar target dan kemauan atasan bisa terpenuhi sesuai ekspektasinya. Jadi mau tidak mau karyawan harus mengorbankan waktu dalam bekerja sampai atasan merasa puas.

Hal ini pastinya bisa sangat mengganggu aktivitas dalam bekerja dan kemudian karyawan juga yang mengalami kerugian karena kinerja menurun. Agar lebih jelas simak berikut ini cara menghadapi atasan yang banyak maunya.

  1. Selalu Siap

Hal pertama yang harus anda lakukan sebagai karyawan agar bisa menghadapi atasan yang banyak menuntut adalah selalu mempersiapkan diri dengan lebih baik. Hal ini bisa menjadi kunci sukses dalam menghadapi atasan yang punya ambisi besar dan banyak maunya.

Dengan mempersiapkan diri anda bisa menghindari tuntutan yang terlalu banyak dari atasan dalam bekerja. Misalnya saat akan melakukan rapat siapkan semua dengan baik, cek segala kebutuhan agar atasan bisa mendapat semua kebutuhannya.

Baca juga: Cara menghadapi bos yang pilih kasih

  1. Jangan Panik

Saat atasan menuntut hasil yang terbaik sebenarnya bukan beratur hasil kerja yang telah anda lakukan tidak sesuai namun bisa jadi hanya membutuhkan perbaikan saja. Saat seperti itu sebaiknya anda jangan panik dan tetap fokus bekerja, tetap berfikir positif dan tenang.

Jika sudah terbiasa biasanya anda akan merasa nyaman saat atasan menuntut banyak hal saat anda membuat suatu pekerjaan. Jika anda merasa kurang yakin dengan hal yang diinginkan atasan sebaiknya juga cepat bertanya dengan nada sopan dan menyulut emosi.

  1. Jangan Mudah Tersinggung

Cara menghadapi atasan yang banyak maunya yang lain adalah dengan menjaga perasaan agar tidak mudah tersinggung dan tertekan oleh tuntutan atasan. Anda bisa menanamkan pikiran bahwa atasan terlalu banyak menuntut semata karena di mengharapkan anda bisa menjadi lebih baik.

Selain itu biasanya atasan yang banyak maunya juga mempunyai alasan lain bisa karena dia juga mendapat banyak tuntutan dari orang yang berada diatasnya. Maka dari itu tetap berpikir positif dan jangan selalu membawa perasaan dalam bekerja dan berikan hasil terbaik dalam setiap pekerjaan.

  1. Jadwalkan Pekerjaan dengan Baik

Untuk cara menghadapi atasan yang banyak maunya disini anda harus bisa menjadikan tipe atasan tersebut sebagai sebuah batu loncatan. Karena dengan banyak tekanan dalam memenuhi ekspektasi atasan yang tinggi anda juga akan terus berkembang menjadi lebih baik.

Jangan cepat menyerah dan jadikan tuntutan atasan sebagai sebuah tantangan agar anda bisa menunjukan hasil terbaik. Salah satu caranya anda bisa membuat jadwal kerja atau to do list sehingga pekerjaan bisa fokus untuk mendapat hasil maksimal.

Baca juga: Cara menghadapi bos yang tidak menghargai/profesional

  1. Pahami Permintaan Atasan

Cara menghadapi atasan yang banyak maunya juga bisa dengan anda sebagai karyawan mencoba untuk memahami permintaan dari atasan dengan tidak melibatkan emosi. Karena biasanya atasan yang terlalu banyak menuntut ingin agar idenya bisa segera dijalankan.

Maka dari itu dibandingkan dengan anda terus marah dan bercampur emosi sebaiknya anda segera memahami permintaan dari atasan. Dengan begitu pekerjaan bisa segera dilakukan dan atasan bisa mendapatkan kepuasan.

Jangan malu atau takut untuk bertanya kepada atasan saat memberikan perintah mendadak atau yang belum anda pahami seutuhnya. Karena nantinya jika anda kurang memahami permintaan atasan malah akan membuat banyak koreksi dan tidak sesuai dengan ekspektasi atasan.

Dalam praktiknya yang paling penting tentunya anda harus pandai melakukan komunikasi dengan atasan yang terlalu banyak menuntut. Cara menghadapi atasan yang banyak maunya ini tentunya tidak bisa dilakukan dengan baik tanpa adanya jalinan komunikasi baik antara atasan dan karyawan.

Bagikan Artikel:

About The Author