10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

bolehkah perusahaan membayar gaji di bawah UMR

Bolehkah Perusahaan Membayar Gaji di Bawah UMR? Ini Alasannya

Banyak orang di luar sana bertanya bolehkah perusahaan membayar gaji di bawah UMR. Pertanyaan ini sangat penting untuk diketahui karyawan. Itu karena, UMR merupakan upah minimum yang sudah ditetapkan dinas ketenagakerjaan.

Oleh karena itu, perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar upah di angka tersebut. Sekarang istilah UMR sendiri sudah tidak digunakan. UMR sekarang diganti dengan UMK dan UMP. UMK adalah singkatan dari Upah Minimum Kabupaten.

Ini adalah upah minimum yang ditetapkan gubernur untuk kabupaten-kabupaten yang ada di wilayahnya. Tentu upah minimum satu kabupaten berbeda dengan kabupaten lain. Untuk UMP sendiri ini adalah singkatan dari Upah Minimum Provinsi.

Penetapannya sendiri masih dilakukan oleh gubernur. Oleh karena itu, UMP satu kabupaten pasti sama dengan kabupaten lain yang masih berada di satu provinsi. Penetapan UMR, UMP, dan UMK disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah itu sendiri.

Oleh karena itu, mendapatkan upah sebesar UMR membuat seseorang bisa menjalankan aktivitas normal. 

Tetapi jika melihat sekarang, ada banyak tempat kerja yang membayar gaji di bawah UMR. Oleh karena itu, pasti muncul pertanyaan bolehkah perusahaan membayar gaji di bawah UMR.

Dengan dipahaminya jawaban dari pertanyaan tersebut, Anda bisa melakukan tindakan cepat ketika menemukan perusahaan yang tidak menjalankan kewajibannya. Tetapi ingat, pahamilah dulu pembahasannya sebelum melakukan langkah di dunia nyata.

Baca juga: Cara Negosiasi Gaji Saat Interview yang Perlu Dilakukan Pelamar

Bolehkah Perusahaan Membayar Gaji di Bawah UMR?

Jika ada yang menanyakan bolehkah perusahaan membayar gaji di bawah UMR, jawabannya tentu saja tidak boleh. Dalam beberapa pendapat dikatakan kalau perusahaan dan karyawan boleh membuat kesepakatan terkait besar upah yang didapat.

Tetapi ingat, besar upah tersebut tetap dibatasi. Ada peraturan perundang-undangan yang menetapkan kalau besar upah tersebut harus sama atau lebih tinggi dari UMR. Dengan adanya peraturan tersebut, hal ini menjadi wajib untuk setiap perusahaan.

Tentu kewajiban yang ditetapkan bagi perusahaan memiliki konsekuensi. Jika perusahaan tidak mengikuti kewajiban tersebut, ada sanksi yang perlu dipenuhi oleh perusahaan. Biasanya ada kondisi di mana keuangan perusahaan mengalami penurunan.

Dengan kondisi ini banyak orang kembali bertanya bolehkah perusahaan membayar gaji di bawah UMR. Perlu diketahui, kondisi tersebut tetap tidak bisa dijadikan alasan. Ketika kondisi finansial sulit, perusahaan hanya boleh menangguhkan gaji.

Setelah waktu penangguhan selesai, gaji tetap harus dibayarkan sesuai dengan kesepakatan yang berlaku. Perlu diingat, waktu penangguhan ini sendiri maksimal adalah 12 bulan. Hanya saja, karyawan tidak bisa asal menentukan waktu penangguhan selama 12 bulan.

Ini wajib didiskusikan dulu dengan pihak karyawan. Nantinya baik karyawan maupun perusahaan harus menyepakati waktu penangguhan tersebut. Tanpa adanya kesepakatan, perusahaan tetap harus membayarkan gaji pada waktu yang sudah ditentukan.

Ada Sanksi Jika Pembayaran di Bawah UMR

Jika ada yang bertanya bolehkah perusahaan membayar gaji di bawah UMR, jawablah kalau itu tidak boleh dan perusahaan akan mendapat sanksi. Perlu diketahui, sanksinya sendiri tidak main-main. Ada hukuman penjara dan denda yang nantinya harus diterima perusahaan.

Untuk hukuman penjara paling singkat adalah 1 tahun dan paling lama adalah 4 tahun. Tentu perusahaan juga sangat mungkin menerima denda. Dendanya sendiri paling sedikit adalah 100 juta rupiah dan paling banyak adalah 400 juta rupiah.

Sebenarnya ada kondisi di mana beberapa orang menganggap kalau perusahaan boleh membayar gaji 80 persen dari UMR. Perlu diketahui, hal tersebut tetap tidak diperbolehkan. Nantinya sanksi di atas tetap berlaku untuk perusahaan yang membayar di angka tersebut.

Anda tidak boleh hanya bertanya bolehkah perusahaan membayar gaji di bawah UMR. Selain mempertanyakannya, penting juga untuk mengetahui bagaimana cara melaporkannya apabila kondisi semacam ini terjadi.

Pelaporan sebenarnya cukup mudah. Anda tinggal datang ke pihak berwajib dan jelaskan pertanyaan terkait hal ini. Nantinya pernyataan tersebut akan diproses lebih lanjut.

Pengecualian untuk Usaha Mikro dan Kecil

Perlu diketahui, penetapan gaji sesuai UMR hanya ditetapkan untuk perusahaan besar. Oleh karena itu, ada pengecualian untuk usaha mikro dan kecil. Usaha mikro dan kecil memiliki pengaturan upah yang sedikit berbeda.

Nantinya penetapan gaji sendiri harus dilakukan sesuai kesepatan karyawan dengan pemilik usaha. Tentu ini harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di daerah setempat. Oleh karena itu, angka di bawah UMR masih diperbolehkan.

Pastikan untuk cerdas ketika berperan sebagai karyawan. Jangan melakukan kesalahan dengan asal menerima gaji. Itu karena jawaban dari bolehkah perusahaan membayar gaji di bawah UMR sangat jelas.

Bagikan Artikel: