10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

bagaimana jika gaji tidak sesuai kontrak?

Bagaimana Jika Gaji Tidak Sesuai Kontrak? Ini Penjelasannya

Penting diketahui bagaimana jika gaji tidak sesuai kontrak? Apalagi jika Anda baru saja menerima pemotongan gaji. Pastinya Anda ingin mengajukan pertanyaan kepada perusahaan mengenai hal itu, tetapi tidak yakin apa aturannya?

Tidak perlu khawatir, kami akan membahas masalah ini secara rinci. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah pemotongan gaji sesuai peraturan atau tidak.

Bagaimana Jika Gaji Tidak Sesuai Kontrak?

Sebelum kita berbicara mengenai macam-macam potongan gaji, kita akan membahas gaji dan aturannya terlebih dahulu. Tentu saja ini akan membantu Anda mengenai sanksi untuk pengurangan gaji.

Seperti yang kita tahu, UU No. 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan mengatur permasalahan gaji. Definisi tersebut terdapat dalam Pasal 1.

Gaji merupakan salah satu hak pekerja. Itu menjadi kewajiban bagi perusahaan. Itu artinya, pembayaran untuk gaji harus dilakukan. Selain itu, gaji juga disesuaikan dengan kontrak kerja, perjanjian, atau persyaratan hukum.

Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap aturan bagaimana jika gaji tidak sesuai kontrak? Jangan khawatir, ada aturan mengenai hal itu. Harap baca ketentuan di bawah ini sebelum melanjutkan.

Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 menjadi hukum ketenagakerjaan yang masih berlaku. Secara khusus disebutkan dalam Pasal 93. Di sana, disebutkan bahwa jika Anda tidak bekerja, Anda tidak akan dibayar. Namun, ada beberapa pengecualian. Diantaranya adalah:

  1. Sakit
  2. Menstruasi hari pertama dan kedua
  3. Menikah
  4. Menikahkan anak
  5. Menjalankan tugas serikat pekerja atas persetujuan pengusaha
  6. Melakukan tugas pendidikan dari perusahaan
  7. Mengkhitankan anak
  8. Membaptiskan anak
  9. Istri melahirkan/keguguran
  10. Suami, istri, anak, orang tua, atau menantu meninggal
  11. Tidak dipekerjakan, padahal pekerja sudah menyanggupi pekerjaan
  12. Melaksanakan hak istirahat
  13. Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal
  14. Menjalankan kewajiban negara
  15. Beribadah

Jika Anda tidak memenuhi berbagai alasan diatas, pastinya gaji Anda akan dipotong. Sebenarnya, aturan mengenai bagaimana jika gaji tidak sesuai kontrak? Bukanlah istilah yang tepat untuk situasi ini

Mungkin “tidak mendapatkan kompensasi” akan menjadi deskripsi yang lebih baik. Ini sering disebut sebagai asas “no work no pay”. Adapun alasan lain pengurangan gaji adalah karena aturan lain, seperti gaji prorate. 

Ini tidak sama dengan pemotongan gaji. Pemotongan gaji menyiratkan bahwa ada upah dan Anda juga pantas mendapatkannya. Namun, suatu kondisi mencegah uang itu diberikan. Sanksi bagi karyawan adalah salah satunya.

Baca juga: Jenis-Jenis Potongan Gaji yang Perlu Anda Ketahui

Sanksi Potong Gaji yang Perlu Diketahui

Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 mengatur tentang pemotongan gaji. Secara khusus terdapat dalam Pasal 57 Ayat 1. Di sana, dinyatakan bahwa denda dapat mengakibatkan pengurangan gaji yang ada.

Jadi kesalahan apa yang memenuhi syarat sebagai denda? Hal ini dijelaskan dalam Pasal 54, Ayat 2. Selain itu, aturan mengenai bagaimana jika gaji tidak sesuai kontrak?

Denda bisa muncul karena berbagai alasan. Namun, Anda harus menyetujuinya dalam sebuah kesepakatan. Misalnya, dalam kontrak kerja, kebijakan bisnis, atau perjanjian perundingan bersama.

Selain itu, gaji Anda mungkin dikurangi untuk kebutuhan kompensasi. Bagaimanapun, semuanya harus ditentukan dalam perjanjian perundingan bersama atau aturan lainnya.

Pengurangan gaji telah dinyatakan secara eksplisit dan tidak hanya bersyarat. Itu juga ada batasnya. Kompensasi Anda tidak dapat dikurangi lebih dari 50% oleh pemberi kerja. Hal ini sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

Contoh Pemotongan Gaji 1

Pukul 08:15, Budi tiba di kantor. Namun, jam kerja kantor diberlakukan pukul 8:00. Menurut kebijakan perusahaan, karyawan yang datang terlambat akan dikenakan potongan gaji.

1% adalah pengurangan. Gaji Budi per tahun adalah Rp 5 juta. Potongan gaji Budi jadi Rp 5 juta x 1%, atau Rp 50.000.

Baca juga: Bolehkah HRD Meminta Slip Gaji di Perusahaan Sebelumnya?

Contoh Mengenai Bagaimana Jika Gaji Tidak Sesuai Kontrak?

Yati tiba untuk bekerja pada pukul 07.00. Sesuai dengan kebijakan perusahaan, karyawan harus melapor untuk bekerja pada pukul 8:00 pagi. Dia seharusnya mengambil sidik jarinya sebelum masuk ke kantor. Sehingga menunjukkan bahwa Yati telah hadir

Namun, Yati lupa akan hal ini. Yati hanya bisa mengingat keesokan harinya. Tentu saja ini adalah kesalahannya. Namun karena kebijakan perusahaan, atau kontrak kerja tidak mencantumkan hal ini, maka gaji yati tidak akan dipotong. Ia hanya akan ditegur secara lisan.

Demikian aturan mengenai bagaimana jika gaji tidak sesuai kontrak? Ini menyalahi kesepakatan yang ada. Terlepas dari hal itu, tetap ikuti aturan yang ada sehingga hal-hal yang merugikan perusahaan dan pekerja dapat terhindarkan.

Bagikan Artikel: