10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

perbedaan UMK dan UMR

Berikut Perbedaan UMK dan UMR Secara Sederhana

Banyak orang di luar sana mempertanyakan perbedaan UMK dan UMR. Pertanyaan terkait hal ini sebenarnya cukup unik. Itu karena, masih banyak orang di luar sana yang menganggap kalau UMK dan UMR adalah dua hal yang sama.

Perlu diketahui, pengertian dan UMK dan UMR perlu dipahami oleh Anda yang bekerja sebagai buruh. Itu karena, besar UMK dan UMR biasanya berbeda. Oleh karena itu, jangan sampai Anda melakukan komplain upah padahal tidak terlalu memahaminya.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai perbedaannya, akan lebih tepat jika mengetahui lebih dulu pengertiannya. Dari pengertian ini, barulah Anda bisa memahami lebih rinci mengenai perbedaan dari keduanya.

Baca juga: Bolehkah Perusahaan Membayar Gaji di Bawah UMR? Ini Alasannya

Mengenal Pengertian UMK dan UMR

Pengertian adalah hal pertama yang akan dibahas dalam ulasan mengenai perbedaan UMK dan UMR. Perlu diketahui, UMR adalah singkatan dari Upah Minimum Regional. Karena cakupannya adalah regional, UMR tidak diatur oleh gubernur.

Pengaturan dilakukan oleh kementrian tenaga kerja. Hal ini tertuang dalam Permenaker Nomor 226 Tahun 2000. Namun ingat, sekarang istilah UMR sudah tidak digunakan. Pada tahun 2000, istilahnya sudah diganti menjadi UMK.

UMK sendiri adalah singkatan dari Upah Minimum Kabupaten. Penjelasan dari UMK sendiri cukup sederhana. Ini merupakan upah minimum bulanan yang perlu dipenuhi di sebuah kabupaten. UMK sendiri tidak hanya berisi upah pokok.

Normalnya UMK juga membahas tunjangan tetap. Ketika membahas perbedaan UMK dan UMR, tidak akan lengkap jika belum mengulas dasar penetapannya. Sebagai contoh, pengaturan UMK tertuang dalam Perpres No. 78 tahun 2015.

Penerapan UMK sendiri memerhatikan pertumbuhan ekonomi dari suatu Kabupaten. Tentu resesi adalah hal lain yang juga dipertimbangkan. Dalam pelaksanaannya, UMK diatur oleh gubernur. Nantinya penetapan UMK sendiri dilakukan setiap 30 November.

Tentu penetapan tersebut tidak langsung dilaksanakan. Itu karena, pelaksanaannya sendiri adalah pada 1 Januari.

Ada Juga Istilah Bernama UMP

Membahas perbedaan UMK dan UMR juga perlu mengulas UMP. Itu karena, UMP merupakan istilah lain yang juga muncul setelah UMR ditiadakan. UMP adalah singkatan dari Upah Minimum Provinsi.

Dari penamaan ini, nampak jelas kalau UMP adalah upah minimum yang ditetapkan untuk sebuah Provinsi. Sama seperti UMK, UMP juga memiliki dasar hukum. Dasar hukumnya berasal dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 3 Pasal 1.

Di sana dikatakan kalau penetapan UMP disesuaikan dengan kemampuan kabupaten dan kota yang ada di provinsi tersebut. Penetapannya sendiri disahkan oleh Gubernur setiap tanggal 21 November dan dilaksanakan pada 1 Januari.

Berikut Perbedaan UMK dan UMR

Dari penjelasan di atas, nampak sudah jelas apa perbedaan UMK dan UMR. Sebenarnya ini hanya tentang penamaan yang sekarang sudah diubah. Tetapi ingat, UMR atau Upah Minimum Regional sebelumnya memiliki dua tingkat.

Pertama adalah Upah Minimum Regional Tingkat 1 dan yang kedua adalah Upah Minimum Regional Tingkat 2. Untuk UMR tingkat 2, cakupannya adalah kabupaten. Oleh karena itu, UMR dan UMK sama-sama memiliki cakupan kabupaten.

Hanya saja perbedaannya terletak pada UMR tingkat 1. UMR tingkat 1 ini cakupannya adalah provinsi. Tentu UMK tidak bisa mewakili hal tersebut. Oleh karena itu, dapat dikatakan kalau UMR mencakup UMK di dalamnya.

Sedangkan UMK belum mewakili keseluruhan UMR. Untuk UMR tingkat 1 sendiri, ini disebut sebagai UMP seperti yang sebelumnya dijelaskan. Itu karena, keduanya sama-sama merupakan upah minimum untuk cakupan provinsi.

Penetapan Upah Minimum Memiliki Manfaat

Membahas perbedaan UMK dan UMR seakan seperti hal yang sederhana. Hanya saja, masih banyak orang yang tidak memahaminya secara mendalam. Perlu diketahui, ada beberapa manfaat dari penetapan upah minimum tersebut.

Manfaat pertama berhubungan dengan karyawan. Dengan adanya upah minimum, produktivitas kerja pasti meningkat. itu karena, pekerja pasti merasa dibayar secara adil sehingga semangat tidak akan menurun.

Selain itu, upah minimum ini pasti memerhatikan taraf hidup di sebuah daerah. Hal tersebut membuat kesejahteraan karyawan meningkat. Perlu diketahui, upah minimum juga bermanfaat untuk perusahaan.

Nantinya upah minimum ini bisa membuat perusahaan tidak kebingungan dalam menetapkan kebutuhan dana. Selain itu, ini juga bisa digunakan untuk memprediksi kebutuhan dana di masa depan dan bisa juga digunakan untuk menarik investor.

Pastikan untuk tidak asal ketika mengulas upah minimum. Itu karena, masih banyak orang yang tidak memahaminya dengan baik. Tetapi dengan penjelasan di atas, perbedaan UMK dan UMR pasti semakin jelas.

Bagikan Artikel: