10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

Kerugian Jadi Kutu Loncat dalam Pekerjaan

Kerugian Jadi Kutu Loncat dalam Pekerjaan Perlu Diketahui

Sekarang ini masih ada orang memilih untuk menjadi kutu loncat, sedangkan mereka tidak tahu akan kerugian jadi kutu loncat dalam pekerjaan tersebut. Tentunya hal tersebut masih menjadi pertanyaan di era yang pekerjaan semakin sulit diperoleh.

Memang ada situasi yang mengharuskan kita untuk berpindah-pindah pekerjaan satu ke pekerjaan lainnya. Namun, semua itu tetap membutuhkan yang kuat, sehingga hal seperti baru memberikan keuntungan pada pekerjaan tersebut.

Seringkali para generasi saat ini seringkali berpindah-pindah pekerjaan dikarenakan masalah sepele. Misalnya, tidak kuat mental untuk menghadapi tekanan tinggi, terlebih dirinya bekerja di perusahaan dengan aturan SOP yang ketat.

Adanya informasi mengenai kerugian jadi kutu loncat dalam pekerjaan ini, mungkin akan sedikit memberikan sedikit pertimbangan bagi masyarakat. Sehingga dirinya memiliki alasan cukup kuat ingin pindah pekerjaan atau bertahan di dalamnya.

Di Indonesia sendiri tingkat lowongan pekerjaan untuk masyarakat masih terbatas. Sehingga membuat banyak lulusan-lulusan dari Univesitas maupun sekolah SMA, sulit mendapatkan pekerjaan tersebut setelah lulus.

Hal tersebut terbukti dari bagaimana masyarakat kita memilih untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia. Padahal, banyak risiko yang akan dihadapi karena para pekerja tersebut sebelumnya sudah terikat kontrak dengan tempat kerja.

Dalam bekerja juga Anda tidak semata melihat berapa jumlah penghasilannya saja. Akan tetapi mempertimbangkan hal-hal lain, misalnya jenjang karir, pengalaman, fasilitas, dan pekerjaan yang mampu Ia nikmati sebelumnya.

Baca juga: Keuntungan Jadi Kutu Loncat dalam Pekerjaan, Apa Sajakah Itu?

Apa Kerugian Jadi Kutu Loncat dalam Pekerjaan?

Mungkin dalam kasus ini Anda cukup penasaran tentang kerugian apa saja bisa didapatkan oleh seseorang setelah dirinya memilih menjadi kutu loncat dalam pekerjaan. Ya, pembaca bisa menyimak beberapa penjelasan di bawah ini.

Salah satu kerugian jadi kutu loncat dalam pekerjaan yaitu tidak dapat memperoleh ilmu secara penuh. Sedangkan, ilmu-ilmu semacam itu didapatkan pada situasi-situasi, di mana Anda tidak pernah berpikir akan mendapatkannya.

Hal itulah yang menjadi pengalaman bagi para pekerja yang juga satu-satunya ilmu paling berharga selama hidup. Misalnya saja, tentang Bagaimana menyampaikan ide yang dikomunikasikan kepada orang lain dalam satu tim.

Selain itu kekurangan yang bisa diketahui apabila menjadi kutu loncat yaitu seringnya melakukan adaptasi kepada orang lain. Dalam situasi semacam ini, belum tentu para pekerja dapat menemukan orang-orang yang sepemikiran.

Memang memahami orang lain atau beradaptasi sangat dibutuhkan di dalam pekerjaan, di mana bisa menambah wawasan baru. Akan tetapi, kerugian jadi kutu loncat dalam pekerjaan, apabila ini sebagai cara meningkatkan kesejahteraan diri, maka kenyamanan menjadi hal utama.

Sering-seringnya berpindah-pindah pekerjaan juga dapat membuat mental menjadi lemah karena kebanyakan alasan tersebut muncul dari masalah ini. Jadi, pertimbangkan Apakah keluarnya Anda dikarenakan tidak kuat mental.

Apabila hal ini yang terjadi, maka Berhentilah berpikir untuk berpindah-pindah pekerjaan lain. Mau bagaimanapun kerugian jadi butuh loncat dalam pekerjaan dirasakan karena mental tersebut tidak mampu mengimbangi situasi dalam bekerja.

Banyak dari masyarakat generasi zaman sekarang, terlalu manja sehingga membuat mentalnya menjadi lemah. Kerugian jadi kutu loncat dalam pekerjaan ini justru memperpendek cara berpikir, sehingga Anda sering berpikir untuk melarikan diri daripada mencari solusi terbaik.

Baca juga: Apakah Karyawan Kutu Loncat Tidak Disukai HRD?

Apa yang Sering Menjadi Alasan Seseorang Jadi Kutu Loncat dalam Pekerjaan

Fenomena terdapatnya seseorang yang memilih untuk jadi kutu loncat dalam pekerjaan, tentunya memiliki alasan-alasan di baliknya. Alasan tersebut barang kali menjadi kerugian jadi kutu loncar dalam pekerjaan tersebut. .

Salah satu alasan yang kerap menjadikan seseorang jadi kutu loncat dalam pekerjaan yaitu karena tekanan pekerjaan cukup besar. Padahal, tekanan-tekanan semacam ini sesuai dengan keadaan di bidang pekerjaan tersebut itu.

Kerugian jadi kutu loncat dalam pekerjaan sudah pasti dengan tekanan yang berat, feedback dari pekerjaan tersebut juga sesuai dan cukup menguntungkan para pekerjanya. Dalam hal ini, Anda harus berpikir lebih bijak lagi antara feedback dan perasaan selama pekerjaan tersebut dilakukan.

Apabila alasan seseorang memilih jadi kutu loncat dikarenakan lingkungan pekerjaan tersebut kurang sehat, justru usaha ini sangatlah dianjurkan. Sudah pasti kerugian menjadi kutu loncat dalam pekerjaan tersebut dirasakan.

Asalkan alasan-alasan yang ada di benak para pekerja tersebut tepat, maka menjadi kutu loncat akan memperbaiki diri Anda. Apabila alasannya hanya seputar perasaan, maka kerugian jadi kutu loncat dalam pekerjaan yang ditimbulkan cukup besar.

Bagikan Artikel: