contoh surat cuti melahirkan

8 Contoh Surat Cuti Melahirkan dan Format Lengkapnya

Contoh surat cuti melahirkan tentunya diperlukan oleh semua karyawan yang berada dalam lingkup dunia kerja. Dan perlu dipahami juga bahwa surat cuti ini juga berlaku bagi pasangan suami dan istri, artinya kedua pasangan tersebut bisa saja mengajukan cuti dengan keperluan melahirkan.

Satu hal yang perlu untuk diperhatikan adalah bahwa kualitas dan penggunaan surat cuti pada keperluan melahirkan ini memang telah diatur sepenuhnya dalam undang-undang ketenagakerjaan. Artinya secara akumulasi hal tersebut bisa memberikan dampak secara maksimal pada keberlangsungan kerja.

Baca juga: Bagaimana jika karyawan menolak surat peringatan

Apa Itu Surat Cuti Melahirkan?

Surat cuti melahirkan adalah surat resmi yang diajukan oleh seorang karyawan kepada perusahaan tempatnya bekerja untuk memberitahukan bahwa ia akan mengambil cuti selama periode waktu tertentu karena melahirkan dan merawat bayi yang baru lahir. Surat ini merupakan bagian dari proses administratif yang umumnya diperlukan oleh perusahaan untuk mengatur izin dan keperluan administratif terkait cuti melahirkan.

Menurut Indeed, surat cuti melahirkan adalah cara profesional bagi orang tua yang baru melahirkan untuk menyampaikan kepada pemberi kerja bahwa mereka bermaksud mengambil cuti untuk merawat bayi yang baru lahir atau anak yang baru diadopsi.

Surat cuti melahirkan penting untuk memastikan bahwa karyawan memiliki izin yang sah dan resmi untuk mengambil cuti melahirkan. Setiap perusahaan atau negara mungkin memiliki persyaratan dan prosedur yang berbeda untuk surat cuti melahirkan, jadi pastikan untuk mengikuti pedoman yang berlaku.

Baca Juga : 10 Contoh Surat Izin Sakit untuk Berbagai Keperluan

Format Surat Cuti Melahirkan yang Baik

1. Tempat Serta Tanggal Penulisan Surat

Aspek pertama yang perlu diperhatikan adalah penulisan nama tempat serta tanggal surat cuti tersebut akan diberikan. Untuk format ini maka usahakan untuk menyesuaikan kebutuhan sebelum cuti tersebut bisa diaplikasikan dan diserahkan kepada pihak kantor atau lembaga.

Salah satu tips penting dalam mekanisme ini adalah menulis surat pada cuti tersebut adalah menuliskan tanggal jauh sebelum perencanaan kehamilan tersebut akan dilakukan. Sehingga bisa memberikan rentan waktu cukup untuk dipertimbangkan oleh pihak terkait.

2. Perihal Surat Tujuan

Pertimbangan lebih lanjut yang juga perlu diperhatikan adalah penulisan nomor surat, kemudian lampiran, hingga perihal yang akan diajukan tersebut untuk kebutuhan dan keperluan apa. Hal ini penting untuk mejadi pertimbangan semua pihak agar mampu menghasilkan surat yang berkualitas.



3. Isi Surat

Format selanjutnya dalam contoh surat cuti melahirkan adalah menuliskan isi dan inti surat tersebut. untuk penulisan inti surat ini maka perlu ada pengembangan terbarukan yang tentunya perlu dipertimbangkan pada aspek penulisan data diri secara lengkap.

Selanjutnya ada beberapa mekanisme penting yang perlu diperhatikan khususnya pada perihal waktu cuti yang diingkan. Tentunya aspek tersebut masih berhubungan erat dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan.

4. Penutup

Aspek terakhir tentunya adalah menutup surat dengan ucapan terimakasih dan tambahan beberapa ucapan lain misalnya harapan agar cuti yang diambil ini bisa disetujui oleh pihak lembaga. Sehingga semua kebutuhan dalam mempersiapkan persalinan bisa lancar dan tentunya selamat.

Baca Juga : Contoh Surat Cuti Menikah dan Tips Penting Pengajuannya

Cara Membuat Surat Cuti Melahirkan

1. Penyusunan Informasi Pribadi dan Kontak

Mulailah surat dengan menyusun informasi pribadi Anda, termasuk nama lengkap, jabatan, departemen, dan informasi kontak yang dapat dihubungi.

2. Penyebab Cuti dan Tanggal Rencana Cuti

Jelaskan alasan cuti, yaitu melahirkan dan merawat bayi yang baru lahir. Sertakan tanggal mulai dan berakhirnya cuti yang direncanakan.



3. Tanggal Rencana Kembali

Beri tahu pihak perusahaan kapan Anda diperkirakan akan kembali bekerja setelah cuti melahirkan. Ini membantu perusahaan merencanakan ulang jadwal Anda.

4. Jumlah Hari Cuti

Sertakan jumlah hari atau pekan cuti yang akan Anda ambil. Pastikan ini sesuai dengan kebijakan perusahaan dan ketentuan hukum yang berlaku.

5. Keterangan Tentang Kehamilan

Berikan informasi singkat tentang status kehamilan Anda, seperti usia kehamilan atau perkiraan tanggal lahir (HPL).

6. Persetujuan Dokter (Opsional)

Jika perusahaan memerlukan, sertakan surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa Anda memerlukan cuti melahirkan dan memberikan estimasi waktu yang diperlukan.

7. Permohonan Persetujuan

Mintalah persetujuan dari pihak perusahaan untuk mengambil cuti melahirkan pada tanggal yang telah Anda tentukan.

8. Penutup dan Tanda Tangan

Tutup surat dengan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pengertiannya. Tandatangani surat di bawah penutup.

9. Tanda Tangan Atasan/HR

Biarkan ruang kosong untuk tanda tangan atasan atau departemen sumber daya manusia yang akan menyetujui permohonan cuti Anda.

10. Lampiran Dokumen Pendukung (Opsional)

Jika perlu, sertakan salinan dokumen pendukung seperti sertifikat medis atau dokumen lain yang diminta oleh perusahaan.

Baca Juga : Jenis Serta Contoh Surat Pengajuan Cuti Perlu Diketahui

Contoh Surat Cuti Melahirkan

1. Contoh Surat Cuti Bersalin Karyawan

[Nama Anda]
[Jabatan]
[Departemen]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
[Alamat Kota, Kode Pos]

[Tanggal]

Kepada,
[Atasan atau Departemen HR]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
[Alamat Kota, Kode Pos]

Dengan hormat,

Saya, [Nama Anda], dengan jabatan [Jabatan] di departemen [Departemen], ingin mengajukan permohonan cuti melahirkan. Saya ingin memberitahukan bahwa saya sedang hamil dan diperkirakan akan melahirkan pada tanggal [Perkiraan Tanggal Melahirkan].

Sehubungan dengan hal tersebut, saya bermaksud untuk mengambil cuti mulai dari tanggal [Tanggal Mulai Cuti] hingga tanggal [Tanggal Akhir Cuti]. Ini akan memberi saya waktu yang cukup untuk melahirkan dan merawat bayi yang baru lahir.

Saya mengerti bahwa pekerjaan saya memiliki tanggung jawab, dan saya berencana untuk melakukan semua langkah yang diperlukan untuk memastikan agar pekerjaan saya tetap berjalan dengan lancar selama saya absen. Saya juga siap untuk memberikan instruksi dan informasi yang diperlukan kepada kolega atau rekan kerja untuk memastikan kelancaran proses selama absensi saya.

Saya akan memberitahukan tim kerja saya dan mengoordinasikan pekerjaan yang harus dilakukan selama saya tidak hadir. Jika perusahaan memerlukan, saya juga bersedia untuk memberikan surat keterangan medis atau dokumen pendukung lainnya yang mungkin diperlukan.

Saya berharap permohonan cuti ini dapat disetujui. Saya berkomitmen untuk tetap berhubungan dengan departemen saya selama masa cuti dan untuk kembali bekerja sesuai dengan tanggal yang telah diinformasikan, yaitu pada tanggal [Tanggal Rencana Kembali].

Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya. Saya sangat menghargai dukungan perusahaan dalam menghadapi momen ini yang begitu penting dalam kehidupan saya. Saya siap untuk mengikuti prosedur atau langkah-langkah yang diperlukan dalam proses permohonan cuti ini.

Hormat saya,

[Tanda Tangan Anda]
[Nama Anda]
[Jabatan]
[No. Kontak]
[Alamat Email]

2. Contoh Surat Pengajuan Cuti Melahirkan PNS

[Tanggal]

Kepada Yth.,
Kepala [Nama Instansi]
Alamat [Alamat Instansi]
Kota, Kode Pos

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : [Nama Anda]
NIP : [Nomor Induk Pegawai]
Jabatan : [Jabatan]
Unit Kerja : [Nama Unit Kerja]

Bersama surat ini, saya bermaksud mengajukan permohonan cuti melahirkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya ingin memberitahukan bahwa saya saat ini sedang hamil dan diperkirakan akan melahirkan pada tanggal [Perkiraan Tanggal Melahirkan].

Dengan demikian, saya bermaksud mengambil cuti melahirkan mulai dari tanggal [Tanggal Mulai Cuti] sampai dengan tanggal [Tanggal Akhir Cuti]. Ini adalah waktu yang diperlukan untuk proses persalinan dan pemulihan pasca melahirkan.

Sebagai PNS, saya memahami bahwa tanggung jawab saya terhadap pekerjaan dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Oleh karena itu, saya akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kelancaran tugas dan pekerjaan selama masa cuti. Saya juga akan berkoordinasi dengan rekan kerja di unit kerja saya untuk memastikan kelancaran operasional.

Saya bersedia untuk memberikan dokumen pendukung seperti surat keterangan medis atau dokumen lain yang diperlukan untuk memverifikasi kebutuhan cuti melahirkan ini.

Saya sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari pihak instansi terkait dalam menghadapi momen bersejarah ini dalam hidup saya. Saya berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas pelayanan dan integritas PNS yang diamanahkan.

Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan. Saya mohon petunjuk dan arahan lebih lanjut terkait prosedur dan tindak lanjut yang perlu saya lakukan.

Hormat saya,

[Tanda Tangan Anda]
[Nama Anda]
[NIP Anda]
[No. Kontak]
[Alamat Email]

3. Contoh Surat Keterangan Cuti Melahirkan Guru

[Tanggal]

Kepala Sekolah
[Nama Sekolah]
[Alamat Sekolah]
Kota, Kode Pos

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : [Nama Anda]
NIP : [Nomor Induk Pegawai]
Jabatan : Guru [Mata Pelajaran]
Mata Pelajaran : [Mata Pelajaran yang Diajarkan]
Kelas : [Kelas yang Diajar]

Dengan surat ini, saya ingin memberitahukan bahwa saya sedang hamil dan diperkirakan akan melahirkan pada tanggal [Perkiraan Tanggal Melahirkan]. Oleh karena itu, dengan hormat saya mengajukan permohonan cuti melahirkan.

Saya berencana untuk mengambil cuti melahirkan mulai dari tanggal [Tanggal Mulai Cuti] sampai dengan tanggal [Tanggal Akhir Cuti]. Ini adalah periode yang diperlukan untuk menjalani proses persalinan dan pemulihan setelah melahirkan.

Saya sangat memahami pentingnya tanggung jawab saya sebagai seorang guru terhadap pendidikan siswa dan aktivitas sekolah. Oleh karena itu, selama masa cuti, saya akan berkoordinasi dengan rekan-rekan guru yang bersedia membantu mengurus kelancaran pembelajaran dan kegiatan di kelas saya.

Saya bersedia untuk memberikan semua dokumen yang diperlukan sebagai verifikasi, termasuk surat keterangan medis yang menyatakan kebutuhan cuti melahirkan ini.

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan dari pihak sekolah dalam menghadapi momen penting dalam hidup saya ini. Saya berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas pendidikan dan integritas sebagai seorang guru.

Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan. Saya mohon petunjuk lebih lanjut terkait prosedur dan tindak lanjut yang perlu saya lakukan.

Hormat saya,

[Tanda Tangan Anda]
[Nama Anda]
[NIP Anda]
[No. Kontak]
[Alamat Email]


4. Contoh Surat Izin Cuti Melahirkan Pegawai Honorer

[Tanggal]

Kepala [Nama Instansi]
Alamat [Alamat Instansi]
Kota, Kode Pos

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : [Nama Anda]
NIK/NIP : [Nomor Induk Kependudukan / Nomor Induk Pegawai]
Jabatan : [Jabatan]
Unit Kerja : [Nama Unit Kerja]

Bersama surat ini, saya ingin memberitahukan bahwa saya sedang hamil dan diperkirakan akan melahirkan pada tanggal [Perkiraan Tanggal Melahirkan]. Oleh karena itu, saya dengan hormat mengajukan permohonan izin cuti melahirkan.

Dalam kaitannya, saya bermaksud untuk mengambil izin cuti melahirkan mulai dari tanggal [Tanggal Mulai Cuti] sampai dengan tanggal [Tanggal Akhir Cuti]. Waktu ini dibutuhkan untuk menjalani proses persalinan dan pemulihan pasca melahirkan.

Meskipun saya adalah pegawai honorer, saya tetap memahami pentingnya tanggung jawab saya terhadap pekerjaan dan tugas yang telah saya laksanakan. Oleh karena itu, selama masa izin cuti, saya akan berusaha untuk memberikan informasi dan koordinasi yang dibutuhkan agar pekerjaan tetap berjalan lancar.

Saya bersedia untuk memberikan informasi atau dokumen pendukung lainnya yang diperlukan oleh pihak instansi terkait.

Saya sangat menghargai dukungan dari pihak instansi dalam menghadapi momen penting dalam hidup saya ini. Saya berkomitmen untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik sesuai dengan kemampuan saya.

Demikian surat izin cuti ini saya ajukan. Saya mohon petunjuk dan arahan lebih lanjut terkait prosedur dan tindak lanjut yang perlu saya lakukan.

Hormat saya,

[Tanda Tangan Anda]
[Nama Anda]
[NIK/NIP Anda]
[No. Kontak]
[Alamat Email]


5. Contoh Surat Permohonan Cuti Melahirkan Karyawan Swasta

[Tanggal]

Kepada Yth.,
[Atasan atau Departemen HR]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
Kota, Kode Pos

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : [Nama Anda]
NIK/NIP : [Nomor Induk Karyawan]
Jabatan : [Jabatan]
Departemen : [Departemen atau Bagian Kerja]

Dengan surat ini, saya ingin memberitahukan bahwa saya sedang hamil dan diperkirakan akan melahirkan pada tanggal [Perkiraan Tanggal Melahirkan]. Oleh karena itu, dengan hormat saya mengajukan permohonan cuti melahirkan.

Saya bermaksud untuk mengambil cuti melahirkan mulai dari tanggal [Tanggal Mulai Cuti] sampai dengan tanggal [Tanggal Akhir Cuti]. Waktu ini diperlukan untuk menjalani proses persalinan dan pemulihan pasca melahirkan.

Meskipun cuti, saya memahami pentingnya tanggung jawab saya terhadap pekerjaan dan tugas di perusahaan. Selama masa cuti, saya akan berupaya untuk memberikan informasi dan koordinasi yang diperlukan agar pekerjaan tetap berjalan lancar selama absensi saya.

Saya bersedia untuk memberikan dokumen pendukung seperti surat keterangan medis yang memverifikasi kebutuhan cuti melahirkan ini.

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan dari pihak perusahaan dalam menghadapi momen bersejarah ini dalam hidup saya. Saya berkomitmen untuk tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik dan profesional.

Demikian surat permohonan cuti ini saya ajukan. Saya mohon petunjuk lebih lanjut terkait prosedur dan tindak lanjut yang perlu saya lakukan.

Hormat saya,

[Tanda Tangan Anda]
[Nama Anda]
[NIK/NIP Anda]
[No. Kontak]
[Alamat Email]


6. Contoh Surat Cuti Melahirkan dari Dokter Kandungan

[Tanggal]

Kepada Yth.,
[Atasan atau Departemen HR]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
Kota, Kode Pos

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Dokter : [Nama Dokter Anda]
Spesialis : Dokter Kandungan
Alamat Praktek : [Alamat Praktek Dokter]
Nomor Telepon : [Nomor Telepon Dokter]

Memberitahukan bahwa pasien saya:

Nama : [Nama Pasien Anda]
Usia : [Usia Pasien Anda]
Tanggal Periksa Terakhir : [Tanggal Periksa Terakhir]

Saat ini dalam keadaan hamil dan diperkirakan akan melahirkan pada tanggal [Perkiraan Tanggal Melahirkan]. Berdasarkan kondisi kesehatan pasien, saya merekomendasikan agar pasien mengambil cuti melahirkan sesuai dengan panduan medis.

Dengan ini, saya menyarankan bahwa pasien tersebut diberikan izin cuti melahirkan mulai dari tanggal [Tanggal Mulai Cuti] sampai dengan tanggal [Tanggal Akhir Cuti]. Ini akan memberikan waktu yang dibutuhkan untuk menjalani proses persalinan dan pemulihan pasca melahirkan.

Saya berpendapat bahwa istirahat yang cukup adalah penting untuk kesehatan dan pemulihan pasien setelah melahirkan. Saya juga bersedia memberikan informasi lebih lanjut atau saran medis yang diperlukan oleh pihak perusahaan.

Saya ingin menekankan pentingnya dukungan dan pengertian penuh dari pihak perusahaan terhadap kebutuhan kesehatan dan kelahiran pasien ini.

Hormat saya,

[Tanda Tangan Dokter]
[Nama Dokter Anda]
[Spesialisasi Dokter]
[No. Izin Praktek Dokter]
[Alamat Email Dokter]


7. Contoh Surat Cuti Bersalin dari Bidan

[Tanggal]

Kepada Yth.,
[Atasan atau Departemen HR]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
Kota, Kode Pos

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Bidan : [Nama Bidan Anda]
Alamat Praktek : [Alamat Praktek Bidan]
Nomor Telepon : [Nomor Telepon Bidan]

Memberitahukan bahwa klien saya:

Nama Ibu Hamil : [Nama Ibu Hamil]
Usia Kehamilan : [Usia Kehamilan]
Tanggal Periksa Terakhir : [Tanggal Periksa Terakhir]

Saat ini dalam keadaan hamil dan diperkirakan akan melahirkan pada tanggal [Perkiraan Tanggal Melahirkan]. Berdasarkan kondisi kesehatan ibu hamil, saya merekomendasikan agar ibu hamil tersebut diberikan izin cuti melahirkan sesuai dengan panduan medis.

Dengan ini, saya menyarankan bahwa ibu hamil tersebut diberikan izin cuti melahirkan mulai dari tanggal [Tanggal Mulai Cuti] sampai dengan tanggal [Tanggal Akhir Cuti]. Ini akan memberikan waktu yang dibutuhkan untuk menjalani proses persalinan dan pemulihan pasca melahirkan.

Saya berpendapat bahwa istirahat yang cukup adalah penting untuk kesehatan dan pemulihan ibu hamil setelah melahirkan. Saya juga bersedia memberikan informasi lebih lanjut atau saran medis yang diperlukan oleh pihak perusahaan.

Saya ingin menekankan pentingnya dukungan dan pengertian penuh dari pihak perusahaan terhadap kebutuhan kesehatan dan kelahiran ibu hamil ini.

Hormat saya,

[Tanda Tangan Bidan]
[Nama Bidan Anda]
[No. Registrasi Bidan]
[Alamat Email Bidan]


8. Contoh Surat Cuti Melahirkan untuk Suami

[Tanggal]

Kepada Yth.,
[Atasan atau Departemen HR]
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
Kota, Kode Pos

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : [Nama Anda]
NIP/Nomor Pegawai : [Nomor Identifikasi Pegawai]
Jabatan : [Jabatan]
Departemen : [Departemen atau Bagian Kerja]

Dengan surat ini, saya ingin memberitahukan bahwa istri saya, [Nama Istri Anda], sedang hamil dan diperkirakan akan melahirkan pada tanggal [Perkiraan Tanggal Melahirkan]. Sehubungan dengan hal tersebut, kami ingin memanfaatkan hak cuti paternity yang diberikan oleh peraturan perusahaan.

Kami berencana untuk mengambil cuti paternity mulai dari tanggal [Tanggal Mulai Cuti] sampai dengan tanggal [Tanggal Akhir Cuti]. Tujuan kami mengambil cuti paternity adalah untuk memberikan dukungan kepada istri saya selama proses persalinan dan pemulihan pasca melahirkan.

Selama masa cuti paternity, saya berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan istri saya dan merawat bayi yang baru lahir. Kami sangat menghargai kebijakan perusahaan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga.

Saya berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari pihak perusahaan dalam menghadapi momen penting dalam hidup kami ini. Kami memahami bahwa tanggung jawab terhadap pekerjaan tetap penting, dan kami akan berupaya untuk memberikan informasi dan koordinasi yang diperlukan agar pekerjaan tetap berjalan lancar selama absensi saya.

Demikian surat permohonan cuti paternity ini kami ajukan. Kami mohon petunjuk lebih lanjut terkait prosedur dan tindak lanjut yang perlu kami lakukan.

Hormat kami,

[Tanda Tangan Anda]
[Nama Anda]
[NIP/Nomor Pegawai Anda]
[No. Kontak]
[Alamat Email]

Baca juga: Perbedaan surat peringatan 1,2 dan3 untuk karyawan

Perbedaan Contoh Surat Cuti Melahirkan Antara Suami dan Istri

Aspek selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah apakah perbedaan yang cukup menjadi salah satu acuan penting dalam contoh surat cuti melahirkan khususnya pada pihak suami atau juga istri. Umumnya hal ini bisa sama-sama dilakukan pada pasangan tersebut dengan tujuan yang sama.

Akan tetapi sesuai dengan peraturan yang berlaku ada beberapa mekanisme pertimbangan utama yang tentunya perlu mendapatkan perhatian oleh semua pihak. Sebab perbedaan penulisan surat antara pihak suami dan istri bisa saja memiliki maksud dan tujuan berbeda dan tentunya hal ini mempengaruhi tujuan surat tersebut dibuat.

Jika pada posisi istri maka pertimbangan mengenai cuti melahirkan ini bisa diajukan dengan rentan waktu yang cukup lama, misalnya selama 2 bulan dan maksimal 3 bulan menyesuaikan aturan yang berlaku di lembaga terkait. Sedangkan pada suami cuti tersebut maksimal secara umum hanya 7 hari kerja.

Perbedaan terletak pada kebutuhan masing-masing pasangan, waktu yang diperlukan oleh pihak istri cenderung lama karena ada pemulihan dan perawatan pada bayi, sedangkan pada pihak suami tujuannya hanya menemani. Inilah perbedaan dari contoh surat cuti melahirkan yang harus dipahami.


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!