bolehkah melebihkan gaji saat interview

Bolehkah Melebihkan Gaji Saat Interview? Ini Jawabannya

Mungkin muncul pertanyaan di pikiran Anda tentang bolehkah melebihkan gaji saat interview. Pertanyaan ini sangat wajar mengingat banyak orang ingin mendapatkan nilai lebih besar ketika pindah kerja. Saat proses wawancara ada sebagian yang sengaja melebihkan gajinya agar lebih besar dari aslinya. Ada juga sengaja merendahkan nominalnya agar bisa diterima oleh perusahaan tersebut.

Tujuan melebihkan nominal upah yang diterima sebenarnya untuk mendapatkan pendapatan lebih besar dari tempat sebelumnya. Namun terkadang hal ini memberikan dampak baik positif maupun negatif bagi pelamar kerja. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan pertanyaan bolehkah melebihkan gaji saat interview, yuk simak!!!

Bolehkah Melebihkan Gaji Saat Interview?

Dilansir dari Indeed, negosiasi terkait gaji saat interview diperbolehkan, namun apabila melebihkan gaji tidak disarankan pada saat interview. Penting untuk mencatat bahwa penting untuk menghindari kesan bahwa Anda hanya tertarik pada pekerjaan karena gaji yang tinggi. Cobalah untuk menekankan minat dan kesesuaian Anda dengan peran tersebut, serta nilai yang Anda bisa tambahkan kepada perusahaan.

Dibandingkan melebihkan gaji lebih penting untuk memahami perusahaan dan budaya kerjanya serta menilai apakah Anda akan bahagia di sana sebelum fokus pada negosiasi gaji. Hal ini akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik mengenai apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda dalam jangka panjang.

Baca juga: Cara Negosiasi Gaji Saat Interview yang Perlu Dilakukan Pelamar

Tips Menjawab Pertanyaan Soal Gaji Saat Interview

1. Sebutkan nominal kotor

Anda bisa menyebutkan berapa pendapatan kotor yang diterima setiap bulan termasuk bonus dan berbagai jenis tunjangan. Tanpa perlu dilebihkan sebenarnya gaji kotor nominalnya akan lebih besar.  Hal ini karena belum dikurangi potongan pajak, asuransi kesehatan, berbagai jenis iuran dan lainnya. Sebelum interview sebaiknya persiapkan informasi tersebut agar bisa memberikan jawaban terbaik.

2. Cek UMR 

Daripada fokus ke bolehkah melebihkan gaji saat interview sebaiknya Anda kumpulkan data tentang UMR daerah tersebut. Informasi tentang berapa upah standar di daerah tersebut sangat membantu menghitung gaji nantinya. Setidaknya Anda bisa mengetahui berapa gaji standar yang akan diterima ketika menjadi karyawan perusahaan tersebut. Bisa juga manfaatkan informasi standar gaji perusahaan sejenis untuk dijadikan acuan minimal yang akan didapatkan.



3. Jangan sebut nominal pasti

Perlu diketahui sebenarnya Anda memiliki hak untuk tidak memberikan jawaban berapa gaji di perusahaan lama. Namun jika tetap ditanyakan dalam proses wawancara maka jangan menyebutkan nominal pasti. Gunakan kisaran diatas gajinya misalnya diatas Rp 5 juta dan jangan menyebutkan Rp 5.756.000 secara detail. Jangan juga menyebutkan informasi dibawahnya karena bisa jadi akan diberikan upah lebih rendah.

4. Tekankan Value Diri

Sampaikan kepada pihak perekrut mengapa Anda berharga dan layak mendapatkan gaji yang Anda minta. Tekankan pengalaman, keterampilan, dan prestasi Anda yang relevan yang dapat memberikan kontribusi positif kepada perusahaan.

5. Berkomunikasi dengan Jelas

Pastikan Anda menjawab pertanyaan tentang gaji dengan jelas dan terstruktur. Hindari jawaban yang terlalu umum atau kabur. Gunakan bahasa yang profesional dan jangan terlalu defensif atau agresif.

Baca juga: Apakah Fresh Graduate Boleh Negosiasi Gaji Saat Wawancara?


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Seluruh informasi yang ada pada artikel ini dibuat semata-mata untuk memberikan pengetahuan yang bersifat umum. Dapatkan berbagai informasi terkait melamar pekerjaan agar lamaran kerja Anda sukses diterima perusahaan.

Temukan lowongan kerja yang paling sesuai dengan pengalaman dan skill yang Anda miliki di Pintarnya. Download pintarnya melalui link ini, dan temukan puluhan ribu perusahaan terverifikasi pasang loker gratis tanpa batas di Pintarnya.