Apa Itu Pelaut?

Pelaut adalah seseorang yang bekerja di laut atau perairan. Mereka dapat bekerja di berbagai jenis kapal, termasuk kapal dagang, kapal pesiar, kapal penelitian, kapal ikan, dan kapal-kapal lainnya.

Pekerjaan pelaut melibatkan berbagai tugas, seperti mengoperasikan dan merawat peralatan kapal, menjalankan navigasi, mengawasi kargo, dan menjalankan tugas-tugas lain yang terkait dengan operasi kapal.

Tugas Pelaut

1. Navigasi

Salah satu tugas utama pelaut adalah menjalankan proses navigasi kapal. Ini mencakup pemetaan rute, penggunaan peralatan navigasi seperti GPS, kompas, dan peta laut, serta pemantauan cuaca dan kondisi laut untuk memastikan kapal tetap berada dalam jalur yang benar dan aman.

2. Pengoperasian Kapal

Pelaut bertanggung jawab atas pengoperasian semua sistem dan peralatan di kapal, termasuk mesin utama, kemudi, dan peralatan lainnya. Mereka harus menjaga agar kapal tetap berfungsi dengan baik dan aman.

3. Keamanan Kapal

Keamanan adalah prioritas utama dalam pekerjaan pelaut. Mereka harus menjalankan tugas-tugas seperti patroli keselamatan, memeriksa peralatan keselamatan seperti pelampung, peralatan pemadam kebakaran, dan perlengkapan keselamatan lainnya, serta merespons situasi darurat seperti kecelakaan atau cuaca buruk.



4. Pemeliharaan Kapal

Pelaut juga bertanggung jawab atas pemeliharaan kapal. Mereka harus menjalankan perawatan rutin, memeriksa dan merawat mesin dan peralatan, serta melakukan perbaikan jika ada kerusakan. Pemeliharaan yang baik adalah kunci agar kapal tetap dalam kondisi yang baik.

5. Pekerjaan Deck

Pekerjaan deck melibatkan tugas-tugas seperti mengangkat dan memindahkan muatan, mengoperasikan peralatan deck seperti derek, tali, dan winch, serta menjalankan tugas-tugas lainnya yang terkait dengan operasi kapal di atas dek.

Baca juga: Apa Itu Steward?

Skill yang Harus Dikuasai Pelaut

  • Menentukan Rute Pelayaran

Saat kapal memasuki lautan yang luas, tanggung jawab utama seorang pelaut adalah menentukan rute pelayaran yang tepat. Ini adalah langkah kritis yang mempertimbangkan banyak aspek seperti cuaca, kedalaman perairan, dan potensi rintangan.

Proses ini memerlukan pemahaman mendalam tentang navigasi laut dan penggunaan berbagai peralatan navigasi yang ada di kapal. Keputusan yang diambil dalam menentukan rute dapat mempengaruhi keselamatan dan efisiensi perjalanan.

  • Menentukan Arah Titik Navigasi

Pada saat kapal berlayar, para pelaut harus memastikan bahwa mereka selalu berada pada jalur yang benar. Untuk melakukan ini, mereka menggunakan berbagai alat seperti radar, lampu kapal, dan analisis cuaca. Ini memungkinkan mereka untuk menentukan arah titik navigasi yang optimal, memastikan bahwa kapal tetap dalam jalur yang aman dan efisien.

  • Membaca Alat Ukur

Seorang pelaut juga harus memiliki pengetahuan yang kuat tentang berbagai alat ukur yang ada di kapal. Ini termasuk alat pengukur tingkat cairan hydraulik, tekanan udara, dan oksigen kapal, serta clinometer kapal. Memahami bagaimana menggunakan dan memelihara alat-alat ini adalah bagian penting dari pekerjaan seorang pelaut, karena hal ini memastikan bahwa semua sistem di kapal berfungsi dengan baik selama perjalanan.

  • Pengecekan Bagian dan Kelengkapan Kapal

Sebelum kapal berangkat, tugas seorang pelaut adalah memastikan bahwa semua bagian kapal dalam kondisi prima. Ini termasuk mesin, peralatan navigasi, sistem komunikasi, dan banyak komponen lainnya. Pengecekan yang cermat adalah kunci untuk memastikan bahwa kapal dapat berlayar dengan baik dan selamat.

  • Mengatur Kapasitas Kapal

Satu aspek penting dari tugas seorang pelaut adalah mengatur kapasitas muatan kapal dengan presisi. Ini melibatkan memastikan bahwa kapal tidak melebihi batas muatan yang ditentukan dan bahwa semua kebutuhan untuk awak kapal dan perjalanan telah dipertimbangkan. Ini penting untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas kapal selama perjalanan.

  • Penggunaan dan Komunikasi Radio

Komunikasi adalah nyawa dari keberhasilan setiap pelayaran. Para pelaut harus dapat menggunakan dan mengoperasikan peralatan radio dengan baik. Ini memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan menara pengawas kapal dan kapal lainnya, memberikan laporan cuaca, dan menerima instruksi penting.

Jenjang Karir Pelaut

  • Wiper: posisi junior yang bertugas mendukung tugas dan fungsi pejabat di departemen mesin.
  • Oiler: bertugas untuk mendukung semua aspek tugas pemeliharaan dan perbaikan mesin. 7. Fitter, juru las atau welder.
  • Juru Listrik: bertanggung jawab atas semua mesin yang menggunakan tenaga listrik. Mandor Mesin, bertanggung jawab untuk mengawasi Oiler dan Wiper dalam hal pekerjaan mesin serta membuat laporan ke First Assistant Engineer.
  • Third Assistant Engineer: bertanggung jawab atas kondisi dan pemeliharaan beberapa alat mesin bersama dengan Third Officer.
  • Second Assistant Engineer: bertanggung jawab atas kondisi dan pemeliharaan mesin lalu mencatatnya di buku jurnal mesin sebagai bagian laporan kepada perusahaan perkapalan.
  • First Assistant Engineer: membantu Chief Engineer dan bertanggung jawab atas operasi mesin sehari-harinya.
  • Chief Engineer: jabatan tertinggi di departemen mesin yang bertanggung jawab kepada nakhkoda atas segala hal yang berhubungan dengan mesin, gaji kepalan
  • Seaman Biasa: bertanggung jawab untuk mendukung pejabat dek dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
  • Seaman Madya: bertanggung jawab atas semua aspek di ruang kemudi.
  • Kepala Kelasi: bertugas untuk membuat laporan kepada Chief Officer dan bertanggung jawab atas semua ABK.
  • Markonis: bertugas sebagai operator radio dan alat komunikasi kapal serta menjaga keselamatan kapal.
  • Third Officer: disebut juga Mualim 3 yang bertugas untuk mengatur, memeriksa dan memelihara semua alat keselamatan di kapal.
  • Second Officer: disebut juga Mualim 2 yang bertanggung jawab terkait alat navigasi kapal, perencanaan perjalanan, perlengkapan radio hingga kelengkapan medis.
  • Chief Officer: disebut juga Mualim 1 yang bertanggung jawab untuk memimpin semua kru kapal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
  • Kapten atau Nakhkoda: jabatan tertinggi di departemen dek sekaligus wakil manajemen perusahaan kapal, bertanggung jawab atas kehidupan semua personel di atas kapal serta operasi kapal selama pelayaran.

Dimana Pelaut Bekerja?



1. Kapal Dagang

Banyak pelaut bekerja di kapal dagang, yang mengangkut barang-barang seperti kontainer, minyak, gas alam, dan berbagai jenis kargo lainnya. Mereka dapat bekerja sebagai awak kapal, perwira, atau bahkan kapten kapal.

2. Kapal Pesiar

Pelaut juga dapat bekerja di kapal pesiar, yang menghibur penumpang selama perjalanan. Pekerjaan di kapal pesiar dapat meliputi kru pelayan, koki, entertainer, atau petugas keamanan.

3. Kapal Penyelidikan dan Penjelajah

Sejumlah pelaut bekerja di kapal penelitian atau penjelajah yang digunakan untuk studi ilmiah, penjelajahan bawah laut, dan survei laut. Mereka dapat menjadi bagian dari tim penelitian atau awak kapal yang mendukung misi tersebut.

4. Pelabuhan dan Terminal

Di pelabuhan dan terminal maritim, pelaut dapat bekerja sebagai petugas pelabuhan, operator derek, atau pengawas keselamatan maritim. Mereka bertanggung jawab untuk mengamankan dan memproses kapal-kapal yang tiba dan berangkat.

5. Angkatan Laut dan Kapal Perang

Sebagian pelaut mungkin bergabung dengan angkatan laut atau bekerja di kapal perang. Mereka dapat memiliki peran sebagai tentara laut, personel medis, teknisi senjata, atau dalam posisi lainnya di angkatan laut.

Baca juga: Gaji Tukang Parkir Pesawat Atau Marshaller Lengkap Dengan Tunjangannya

Rata-Rata Gaji Pelaut

Gaji dalam profesi pelaut bermacam-macam, tergantung pada berbagai faktor seperti posisi jabatan, jenjang karir, pengalaman, dan perusahaan atau instansi yang memperkerjakan. Berikut beberapa daftar gaji yang dapat diperoleh seorang pelaut:

  • Pelaut Awak Kapal (Able Seaman): Rp5.000.000 – Rp10.000.000 per bulan
  • Petugas Navigasi (Navigation Officer): Rp10.000.000 – Rp20.000.000 per bulan
  • Juru Mesin (Engine Officer): Rp10.000.000 – Rp25.000.000 per bulan
  • Kapten Kapal (Captain): Rp30.000.000 – Rp70.000.000 per bulan
  • Perwira Tinggi (Senior Officer): Rp20.000.000 – Rp50.000.000 per bulan
  • Manajemen Kapal (Ship Management): Rp15.000.000 – Rp40.000.000 per bulan
  • Jurumudi Kapal (Pilot): Rp15.000.000 – 40.000.000 per bulan
  • Petugas Kargo (Cargo Officer) : Rp8.000.000 – Rp20.000.000 per bulan
  • Petugas Keselamatan Kapal (Safety Officer): Rp10.000.000 – Rp25.000.000 per bulan
  • Teknisi Kapal (Ship Technician): Rp6.000.000 – Rp15.000.000 per bulan