Etika menghadapi karyawan baru

Etika Menghadapi Karyawan Baru yang Belum Berpengalaman

Etika menghadapi karyawan baru merupakan hal yang perlu dipahami oleh seorang senior. Ini memang menjadi masalah yang cukup vital untuk beberapa orang. Itu karena, karyawan baru yang kurang berpengalaman sering kali mengganggu ritme kerja.

Bahkan bukan tidak mungkin pekerjaan yang sebelumnya normal menjadi turun drastis karena datangnya seorang karyawan baru. Perlu diingat kalau seorang senior tidak bisa memperlakukan karyawan baru dengan buruk walaupun melakukan kesalahan.

Perlu disadari kalau karyawan baru ini nantinya akan menjadi partner Anda di masa depan. Oleh karena itu, suasana kerja pasti terasa tidak menyenangkan jika hubungan yang dibentuk dari awal dengan karyawan baru sudah buruk.

Karyawan baru sendiri biasanya berpikiran terbuka. Selama Anda bisa menghadapinya dengan baik, sumbangsihnya ke tim pati akan terasa.

Etika Menghadapi Karyawan Baru Paling Efektif

Ada beberapa etika yang perlu dipahami untuk menghadapi karyawan baru. Jika etika tersebut belum diketahui, Anda sudah ada di tempat yang tepat. Berikut ulasan lengkap mengenai etika tersebut.

  1. Kenali Karyawan

Etika menghadapi karyawan baru pertama berkaitan dengan pengenalan secara pribadi. Perlu diketahui manusia adalah pribadi yang unik. Oleh karena itu, Anda tidak bisa menyamakan semua orang sesuai dengan ekspektasi diri sendiri.

Ketika karyawan baru datang, jangan samakan orang tersebut dengan orang sebelumnya di posisi yang sama. Besar kemungkinan, kedua orang tersebut memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda.

Oleh karena itu wajar jika orang tersebut tidak memiliki keahlian sebaik karyawan sebelumnya. Tetapi jika Anda sudah sukses memahami karyawan baru tersebut, besar kemungkinan kelebihannya akan diketahui.

Bukan tidak mungkin kelebihan yang diketahui tersebut ternyata tidak kalah penting dibanding karyawan yang sudah keluar atau berpindah posisi.

  1. Jelakan Ekspektasi Perusahaan

Etika menghadapi karyawan baru berikutnya berkaitan dengan edukasi yang diberikan. Karyawan baru biasanya memiliki ekspektasinya sendiri ketika masuk di hari pertama. Bukan tidak mungkin, ekspektasi tersebut tidak selaras dengan ekspektasi perusahaan.

Di sinilah senior memiliki peran yang cukup vital. Coba lakukan edukasi dengan seefektif mungkin agar karyawan baru tersebut memahami seperti apa ekspektasi perusahaan yang sebenarnya. Ini penting agar karyawan baru tersebut bisa menyesuaikan ekspektasinya.

Tetapi ingat, berpikiran terbuka tetap menjadi hal penting. Coba cari tahu apa yang sebenarnya dipikirkan oleh karyawan baru tersebut. Itu karena, bukan tidak mungkin ekspektasi karyawan baru sebenarnya mendukung ekspektasi perusahaan.

  1. Code of Conduct

Code of conduct menjadi poin berikutnya ketika memahami etika menghadapi karyawan baru. Untuk Anda yang belum mengenal istilah code of conduct, ini merupakan peraturan tentang bagaimana perusahaan berinteraksi dengan para karyawannya.

Ini juga membahas tentang bagaimana seorang karyawan berperilaku dengan karyawan lainnya. Coba paparkan hal ini sesuai kondisi yang ada di tempat kerja. Jika dipahami oleh karyawan baru, suasana kerja yang sudah terbentuk pasti akan tetap terjaga.

  1. Tenang

Tenang juga menjadi apek penting ketika mengula etika menghadapi karyawan baru. Normalnya karyawan baru tidak akan sesuai dengan ekspektasi Anda. Di sini cobalah berpikiran positif kalau karyawan baru tersebut memang masih dalam tahap belajar.

Jangan memberikan asumsi negatif karena hal tersebut nantinya akan memberikan efek buruk terhadap pandangan Anda terhadap karyawan tersebut. Ketika asumsi negatif ini muncul, Anda akan kesulitan untuk mengontrol emosi.

Ini tentu berefek buruk ketika sedang berkomunikasi atau bekerja sama dengan karyawan baru tersebut. Sangat mungkin emosi Anda memuncak dan menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Cek Perkembangan

Etika menghadapi karyawan baru terakhir berkaitan dengan pengecekan perkembangan. Ketika karyawan baru masuk ke sebuah perusahaan, kekurangan yang harus dibenahi harusnya ada. Sebagai seorang senior, penting bagi Anda untuk mengetahui kekurangan tersebut.

Nantinya data tersebut bisa terus digunakan ketika karyawan baru tersebut mulai bekerja. Cek perkembangannya secara berkala dan lihat bagian mana dari karyawan baru tersebut yang perlu dibenahi.

Anda juga perlu memerhatikan apakah karyawan baru tersebut perlu mendapatkan edukasi tambahan atau tidak. Perlu diingat, berbicara tentang perkembangan harus berdasarkan data yang didasari oleh fakta di lapangan.

Inti dari menghadapi karyawan baru adalah kesabaran. Berperilaku sabar akan membuat Anda lebih sistematis dalam menghadapi masalah. Nantinya hal tersebut akan membuat etika menghadapi karyawan baru di atas menjadi lebih efektif.


Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Seluruh informasi yang ada pada artikel ini dibuat semata-mata untuk memberikan pengetahuan yang bersifat umum. Dapatkan berbagai informasi terkait melamar pekerjaan agar lamaran kerja Anda sukses diterima perusahaan.

Temukan lowongan kerja yang paling sesuai dengan pengalaman dan skill yang Anda miliki di Pintarnya. Download pintarnya melalui link ini, dan temukan puluhan ribu perusahaan terverifikasi pasang loker gratis tanpa batas di Pintarnya.