10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

cara menghitung gaji prorata

Cara Menghitung Gaji Prorata Harus dengan Kalkulasi Tepat

Cara menghitung gaji prorata membutuhkan ketelitian dan kejelian agar menemukan kalkulasi yang tepat. Proses onboarding pada pertengahan bulan ialah sesuatu yang normal. Industri memerlukan suntikan jumlah karyawan dalam waktu cepat, dalam kondisi tertentu.

Kondisi tersebut bisa berupa pembukaan kantor cabang baru atau kosongnya posisi tertentu karena karyawan lama memutuskan resign. Sebab kebutuhan yang sangat urgensial, banyak karyawan baru mulai bekerja pada pertengahan bulan.

Apa Itu Gaji Prorata?

Karyawan-karyawan baru, yang mungkin secara matematis belum bekerja penuh selama sebulan, tentu tetap mendapatkan upah. Namun, upah yang didapat ini kalkulasinya berbeda dengan karyawan tetap atau yang sudah bekerja lebih lama di perusahaan tersebut.

Jadi, upah pertama inilah yang biasa disebut dengan istilah gaji prorata. Simpelnya, prorata merupakan pendapatan yang diberikan oleh industri kepada karyawan yang bekerja dengan periode paruh waktu ataupun dalam jangka pendek.

Perhitungan pendapatan ini tidak cuma berlaku buat karyawan baru yang masuk pada pertengahan bulan namun pula karyawan yang resign pada pertengahan bulan. Lalu, bagaimana cara untuk menghitung gaji prorata ini? Berikut uraian lebih detailnya.

Baca juga: Apakah Gaji 13 Wajib Diberikan oleh Perusahaan?

Cara Menghitung Gaji Prorata

Cara menghitung gaji prorata atau teknis kalkulasinya, sebetulnya sudah dipaparkan sebelum tanda tangan perjanjian kontrak kerja. Ini biasanya dilakukan ketika calon karyawan masih berada dalam tahap uji coba atau fase training kerja.

Pada dasarnya, gaji prorata ini tidak memilki landasan hukum resminya di negara ini. Hanya saja, sebagai bentuk kemanusiaan, perusahaan mestilah wajib menghargai jasa atau kinerja yang sudah diberikan kepada kemajuan perusahaannya.

Biasanya, cara menghitung gaji prorata ini dibedakan menjadi dua macam. Pastikan Anda memahami benar tipe mana yang ditawarkan oleh perusahaan sebelum Anda setuju mengiyakannya. Ini juga jadi gambaran atas besaran upah yang akan Anda peroleh nantinya.

1. Kalkulasi Gaji Prorata per Jam

Cara menghitung gaji prorata secara per jam ialah upah satuan waktu terkecil yang secara hierarkis, ada di bawah hitungan lembur. Rumus simpelnya, upah sebulan dibagi dengan 173. Dari situ, akan ketemu berapa upah per jam yang akan Anda peroleh.

Mengapa angka 173 yang diambil? Ini karena 173 merupakan banyak jam rata-rata karyawan bekerja per bulannya. Jadi, kisaran dari hasil hitungan tersebut adalah gambaran besaran upah dalam hitungan jam.

Misalnya saja, Anda mulai bekerja sejak tanggal 15 November 2022. Pendapatan bulanan karyawan yang disetujui di awal dengan perusahaan adalah sebesar Rp3.460.000. Sementara itu, hingga akhir November 2022, Anda memiliki hari kerja efektif 10 hari.

Maka, cara menghitung gaji prorata yang akan Anda peroleh adalah Rp3.460.000/173 = Rp20.000. Upah per jam yang akan Anda peroleh adalah sebesar 20 ribu rupiah. Lalu, katakanlah, Anda bekerja dalam sehari selama 9 jam kerja.

Anda tinggal mengkalikannya saja. Upah per jam dikalikan dengan total jam kerja. Jadi, jika mengacu pada contoh di atas, maka kalkulasinya adalah Rp20.000 x 9 x 10 = Rp1.800.000. Total gaji prorata yang akan Anda peroleh di akhir November nanti sebesar 1,8 juta rupiah.

2. Kalkulasi Gaji Prorata Harian

Tidak hanya menghitung jumlah pendapatan yang wajib diterima oleh karyawan menurut hitungan per jam, ada juga yang modelnya harian. Cara menghitung gaji prorata ini juga sederhana, yakni tinggal membagi gaji bulanan dengan 25.

25 adalah total hari kerja efektif rata-rata karyawan selama sebulan, dipotong oleh libur mingguan, biasanya. Jadi, misalnya gaji bulanan yang disetujui itu 5 juta rupiah, maka rata-rata upah hariannya sebesar 200 ribu rupiah.

Misalkan, Anda baru bekerja selama tiga pekan. Selama tiga pekan itu, jumlah hari kerja efektif Anda sebanyak 18 hari. Maka, Anda tinggalkan kalikan saja, 200 ribu kali dengan 18 hari. Jadi, gaji prorata yang akan Anda genggam di akhir bulan sebesar 3,6 juta rupiah.

Baik hitungan per jam maupun harian, keduanya sebenarnya tidak berbeda jauh. Hanya saja, hitungan per jam mungkin lebih presisi, sedangkan hitungan upah per hari, biasanya hasil taksiran dari jam kerja harian. Tapi, terpenting, Anda kini sudah tahu bagaimana cara menghitung gaji prorata.

Bagikan Artikel: