contract, agreement, resignation-6149824.jpg

Apakah Perusahaan Boleh Menolak Resign? Ini Jawabannya!

Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah sebuah perusahaan memiliki hak untuk menolak pengunduran diri karyawan? Apakah proses pengunduran diri adalah hak mutlak setiap individu, atau apakah ada situasi tertentu di mana perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk menolak permintaan resign?.

Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dalam dunia kerja yang dinamis, pemahaman mengenai hak dan kewajiban baik dari segi karyawan maupun perusahaan adalah hal penting untuk menjaga hubungan yang sehat dan etis. Yuk simak!!!

Apakah Resign Bisa Ditolak?

Pada dasarnya, karyawan memiliki hak untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun, ada ketentuan tertentu yang perlu dipenuhi dalam proses pengunduran diri.

Menurut Pasal 154A ayat 1 huruf i UU Ketenagakerjaan, pengunduran diri oleh karyawan harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  1. Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis paling lambat 30 hari sebelum tanggal pengunduran diri.
  2. Tidak terikat dalam ikatan dinas.
  3. Tetap menjalankan kewajibannya sampai tanggal pengunduran diri.

Syarat diatas harus menyesuaikan dengan status karyawan. Apakah dalam perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), dapat mempengaruhi hak dan kewajiban yang terkait dengan pengunduran diri.

Harus diperhatikan jika karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, biasanya mereka harus membayar ganti rugi kepada perusahaan, kecuali ada pengecualian tertentu yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Anda tetap harus memperhatikan beberapa berikut sebelum memutuskan untuk mengajukan resign yaitu:

1. Perhatikan Ketentuan yang Berlaku

Pastikan Anda memperhatikan ketentuan yang terdapat dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang berlaku di tempat Anda bekerja.

2. Larangan Resign Tidak Sah

Jika ada ketentuan larangan resign dalam perjanjian kerja, ketentuan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum dan dianggap batal.

3. Penundaan Pengunduran Diri

Perusahaan dapat menunda pengunduran diri Anda jika Anda memberikan pemberitahuan 30 hari sebelumnya. Ini adalah syarat yang harus dipenuhi.

4. Tidak Dibenarkan Penolakan

Jika perusahaan menolak pengajuan resign Anda dengan ancaman tindakan sesuai aturan yang berlaku di perusahaan, hal tersebut tidak dibenarkan jika penolakan tersebut dilakukan di luar batas waktu pemberitahuan 30 hari.

5. Ketentuan Perjanjian Kerja

Perjanjian kerja tidak boleh bertentangan dengan peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jika ada ketidaksesuaian, yang berlaku adalah ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa resign dapat ditolak dan tidak. tergantung pada kondisi dan ketentuan yang berlaku dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, dan peraturan ketenagakerjaan. Penting bagi karyawan untuk memahami hak dan kewajiban mereka serta mengikuti prosedur yang berlaku dalam kasus pengunduran dirinya.

Baca juga: Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Resign? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Siapa Yang Berhak Memberikan Persetujuan Resign?

Sebagai karyawan, Anda memiliki hak untuk mengundurkan diri jika itu adalah keputusan yang Anda inginkan. Perusahaan tidak dapat mencegah Anda melakukan resign jika Anda sudah memutuskan untuk melakukannya.

Meskipun perusahaan tidak dapat menghentikan Anda untuk resign, mereka bisa mencoba mendorong Anda untuk tetap tinggal. Namun, upaya ini harus dilakukan dengan cara yang sesuai dan etis. Berikut beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum mengajukan proses resign:

1. Karyawan yang Berhak Mengajukan Resign

Persetujuan resign berkaitan dengan pengunduran diri seorang karyawan. Sebagai karyawan, Anda memiliki hak untuk mengajukan resign jika Anda memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan.

2. Manajer atau Atasan Langsung

Dalam sebagian besar kasus, proses resign melibatkan komunikasi dengan manajer atau atasan langsung. Manajer atau atasan langsung adalah orang yang biasanya akan menerima pengunduran diri Anda dan memutuskan apakah untuk menyetujuinya atau tidak.

3. Konsultasikan dengan HRD

Untuk menghindari kebingungan, sebaiknya konsultasikan proses resignasi Anda dengan departemen sumber daya manusia (HRD) perusahaan. Mereka dapat memberikan panduan tentang prosedur yang harus diikuti.

Dengan memahami hal diatas, Anda dapat memiliki gambaran yang lebih baik tentang siapa yang berhak memberikan persetujuan resign dan bagaimana proses pengunduran diri biasanya berlangsung dalam konteks pekerjaan yaitu manajer atau atasan langsung dan konsultasikan dengan HRD perusahaan

Lakukan Ini Jika Pengunduran Diri atau Resign Ditolak

Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan jika pengunduran diri karyawan Anda ditolak:

1. Jelaskan Hak Anda

Anda dapat menjelaskan kepada atasan atau manajer perusahaan dan Anda memiliki hak untuk mengundurkan diri kapan pun Anda mau, selama Anda mengikuti periode pemberitahuan yang telah disepakati.

2. Beri Wewenang kepada Orang Lain

Jika Anda tidak merasa nyaman untuk berbicara sendiri, Anda dapat meminta seseorang dari tempat kerja Anda, seperti seorang manajer, untuk berbicara atas nama Anda kepada atasan atau perusahaan.

3. Respon Tidak Wajar dari Perusahaan

Jika perusahaan berperilaku tidak wajar, misalnya dengan sikap agresif terhadap Anda, lakukan beberapa hal berikut:

  • Pertimbangkan Pengajuan Keluhan Pribadi
  • Cari dukungan dari teman, keluarga, dan rekan kerja lainnya untuk membantu mengurangi stres Anda selama proses ini.

4. Tunggu hingga Berakhirnya Periode Pemberitahuan

Terakhir, tunggu hingga periode pemberitahuan berakhir sebelum meninggalkan pekerjaan. Ini adalah sikap profesional yang tetap harus diikuti meskipun ada penolakan terhadap resignasi Anda.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat mengatasi situasi jika pengunduran diri Anda ditolak dan melindungi hak-hak Anda sebagai karyawan.

Baca juga: Apa Itu One Month Notice? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Selalu Gunakan Dokumen Tertulis Saat Mengajukan Resign?

Berikut adalah hal yang perlu dipahami mengenai penggunaan dokumen tertulis saat mengajukan resign sebagai seorang karyawan:

1. Kemukakan Pengunduran Diri secara Tertulis

Disarankan untuk mengajukan pengunduran diri secara tertulis. Hal ini penting agar tidak ada ketidakpastian terkait dengan pengunduran diri Anda.

2. Pemberitahuan yang Jelas

Dokumen tertulis memberikan pemberitahuan yang jelas kepada perusahaan mengenai niat Anda untuk mengundurkan diri. Ini membantu menghindari kebingungan atau salah tafsir.

3. Mencatat Waktu Pengunduran

Dokumen tertulis mencatat tanggal dan waktu pengunduran diri Anda. Ini penting dalam menentukan periode pemberitahuan yang harus Anda ikuti sesuai dengan peraturan perusahaan atau hukum yang berlaku.

4. Bukti Pengunduran Diri

Surat pengunduran diri juga berfungsi sebagai bukti tertulis bahwa Anda telah mengambil langkah yang sesuai dalam proses resignasi.

5. Melindungi Hak dan Kewajiban

Dokumen tertulis melindungi hak dan kewajiban Anda sebagai karyawan serta perusahaan. Hal ini meminimalkan potensi perselisihan atau ketidaksepakatan di masa depan.

Dengan selalu menggunakan dokumen tertulis saat mengajukan resign, Anda dapat mengamankan proses pengunduran diri Anda dan memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang jelas mengenai keputusan Anda untuk meninggalkan pekerjaan.

Referensi:

  • Chitra Intasari, S.H., MBA. Diakses pada 2023. Pekerja Sakit tapi Resign Ditolak, Tempuh Langkah Ini.
  • Ministry Of Manpower. Diakses pada 2023. Can an employer reject an employee’s resignation?.
  • Citizens Advice Bureau. Diakses pada 2023. My employer refused my resignation – what happens now?

Cek Lowongan Kerja Paling Sesuai Untuk Anda di Pintarnya

Cek lowongan kerja yang paling sesuai dengan kualifikasi Anda sekarang juga di Pintarnya. Terdapat ribuan lowongan kerja di Pintarnya mulai dari lowongan kerja untuk lulusan SD, SMP, SMA & SMK hingga lowongan kerja untuk kerja sampingan atau freelance.

Download dan Lamar Kerja di Pintarnya dengan Cara:

1. Cari dan Pilih Pekerjaan yang Paling Sesuai
2. Klik Tombol "Lamar"
3. Pastikan CV Yang Anda Miliki Sudah Direview Kembali
4. Anda juga bisa memperbaharui CV dengan Klik tombol "Review CV dulu"
5. Buat Perekrut/HRD Lebih Tertarik dengan Menjawab Beberapa Pertanyaan
6. Jika Sudah, Lamaran Pekerjaanmu Telah Berhasil dikirimkan ke Rekruter
7. Pantau terus status lamaran pekerjaanmu untuk informasi Selanjutnya

Mudah bukan? Lamar di Pintarnya Sekarang!