10,000+ Loker Terbaru untuk Lulusan SD hingga S1

Cara Menulis Motivation Letter agar Lolos Seleksi

Di bidang pendidikan dan juga pekerjaan apapun, cara menulis motivation letter merupakan satu hal penting untuk dilakukan demi lolos seleksi. Tentunya ada beberapa poin penting dalam proses penulisannya mulai dari hal terkecil.

Motivation letter merupakan sebuah surat yang digunakan untuk menjelaskan alasan Anda sebagai pelamar atau kandidat program beasiswa atau pekerjaan. Apalagi ketika Anda ingin mendapatkan beasiswa dari perguruan tinggi di luar negeri.

Motivation letter ini memiliki peran yang cukup penting supaya Anda diterima untuk mendapatkan program beasiswa maupun pekerjaan di perusahaan tertentu. Namun, semua itu bisa berhasil apabila motivation letter tersebut dibuat dengan baik.

Sebenarnya membuat surat tersebut tidaklah sulit untuk dilakukan, hanya saja para penulisnya perlu memperhatikan beberapa poin-poin penting dalam prosesnya. Apalagi, Anda perlu mencantumkan tentang diri Anda ke dalam surat tersebut.

Banyak orang merasa gagal untuk bisa diterima di sebuah perguruan tinggi maupun perusahaan besar karena tidak memperhatikan hal-hal penting dalam pembuatan motivation letternya. Oleh sebab itu, harus semacam itu jangan sampai terjadi pada Anda.

Biasanya surat ini berisi tentang catatan-catatan terkait kualifikasi, alasan, prestasi, dan lain sebagainya. Jujur dan tidaknya dalam membuat motivation letter merupakan poin paling penting untuk selalu diperhatikan oleh calon pembuatnya.

Beberapa Poin Penting Cara Menulis Motivation Letter

Mungkin Anda sudah cukup penasaran tentang bagaimana cara yang tepat dalam menulis motivation letter ini. Oleh sebab itu, Alangkah baiknya bagi para pembaca untuk memahami setiap poin-poin penting agar berhasil lolos seleksi.

1. Catat Beberapa Hal Penting yang Dibutuhkan

Dalam menerapkan cara menulis motivation letter secara efektif yaitu Anda perlu fokus pada tujuan dan hal-hal penting saja. Penulis jangan sampai terbawa suasana dengan harapan-harapan yang sebenarnya tidak begitu penting bagi pihak Universitas atau perusahaan.

Apalagi ada batas jumlah kata yang ditentukan dalam penulisan motivation letter, di mana hal ini sangatlah mempengaruhi diterimanya Anda. Jadi, pastikan bahwa Anda menulis atau mencatat secara singkat dan juga padat serta mudah dipahami.

2. Cari Tahu Tentang Universitas atau Perusahaannya Terlebih dahulu

Sebelum menerapkan cara membuat motivation letter cara efektif Anda perlu mengetahui Universitas atau perusahaan tujuan terlebih dahulu. Mengenali instansi tersebut merupakan hal penting dalam penulisan surat ini.

Seperti pada poin sebelumnya, nafsu dalam menulis juga harus benar-benar dapat dikontrol dengan baik agar tidak ada kesalahan. Kurangnya controlling justru akan memberikan kesan bahwa Anda hanya beromong kosong belaka.

3. Gunakan Bahasa Baku

Sudah pasti dalam penulisan surat resmi, penggunaan bahasa baku juga sangat penting untuk digunakan dalam penulisan motivation letter. Hal tersebut juga berlaku untuk penggunaan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dalam penulisan.

Namun, meskipun penggunaan bahasanya baku, cara menulis motivation letter penggunaan bahasa baku tersebut jangan sampai terlihat benar-benar kaku. Hal tersebut dilakukan agar pembaca bisa memahami maksud Anda dengan jelas.

4. Susun dengan Tata Bahasa yang Baik dan Terstruktur

Berikutnya cara menulis motivation letter yang perlu diperhatikan yaitu dalam proses penulisannya, harus menggunakan tata bahasa efektif. Tata bahasa ini sangatlah diperhatikan oleh pihak Universitas maupun perusahaan.

Sebisa mungkin dalam penggunaan tata bahasa juga dilakukan secara terstruktur atau runut sesuai topik-topik pembahasan. Sudah pasti dengan melakukan penyusunan kalimat terstruktur mampu mempermudah pembaca dalam memahami maksud Anda.

5. Jangan Sampai Melakukan Typo

Sudah pasti dalam cara menulis motivation letter jangan sampai ada kata typo, entah kurang teliti maupun tidak disengaja. Kesan dari kesalahan ini bisa dikatakan cukup fatal karena Anda dinilai sebagai seseorang yang kurang teliti.

Ketika melihat Anda kurang teliti, seakan-akan Anda adalah seorang yang meremehkan segala hal padahal hanya menulis surat pendek saja. Jangan sampai harus semacam ini terjadi apabila Anda ingin segera diterima di instansi tujuan tersebut.

6. Berikan Kesan Rendah Hati dan Percaya Diri

Dalam proses atau cara menulis motivation letter juga harus memberikan kesan bahwa Anda adalah seseorang yang memiliki sifat rendah hati dan juga percaya diri. Sifat rendah hati tersebut dapat dilihat setiap Anda menjelaskan sesuatunya.

Sedangkan penilaian kepercayaan diri tersebut dapat dilihat Bagaimana Anda memberikan nilai pada diri cara berbobot. Poin ini merupakan poin terakhir yang akan membuat pihak perusahaan maupun universitas menilai keseriusan Anda.

Belajar atau melatih diri dalam menulis motivation letter memang harus dilakukan sejak awal sebelum digunakan untuk melakukan pengajuan beasiswa atau pendaftaran kerja. Cara menulis motivation letter ini perlu dilatih secara terus-menerus.

Bagikan Artikel: